SHKJ Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pasien Saat Berobat
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

SHKJ Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pasien Saat Berobat

Rabu, 5 Agustus 2020 | 20:03 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) selalu memastikan keamanan dan kesehatan, serta melindungi pasien saat berobat. Berbagai protokol kesehatan dan penanganan diterapkan sangat ketat. Hal tersebut bahkan tidak hanya diterapkan kepada pasien, tapi juga para tenaga kesehatan, staf hingga pekerja pendukung yang berada di lingkungan rumah sakit.

Direktur SHKJ, dr Agus Tanjung, mengatakan, pihaknya telah menerapkan berbagai langkah strategis dalam menjaga rumah sakitnya menjadi tempat berobat yang aman bagi pasien. Mulai dari melakukan screening pada semua akses masuk rumah sakit yang berlaku bagi semua orang, tanpa terkecuali, berupa pengisian formulir deklarasi dan pengukuran suhu tubuh.

"Kemudian, meningkatkan semua upaya pencegahan infeksi dengan melakukan pembersihan ruangan dan tempat kerja secara rutin dan intensif. Selain itu, SHKJ juga menerapkan peniadaan jam besuk (kunjungan) pasien dan pembatasan penunggu pasien pada mereka yang menjalani rawat inap," ungkap Agus di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Agus menambahkan, SHKJ juga menerapkan protokol pemisahan pasien suspect maupun positif Covid-19 dalam area perawatan terpisah di luar gedung utama rumah sakit (RS). "Pemisahan ini tidak hanya pada ruangan saja, tapi juga tenaga medis dan staf yang terpisah atau berbeda dengan pasien umum lainnya. Setelah itu, dilakukan upaya rujukan sesegera mungkin," jelasnya.

Menurut Agus, pasien suspect maupun positif Covid-19 akan ditindaklanjuti dengan proses rujukan ke rumah sakit Siloam Kelapa Dua atau Siloam Mampang. Kedua rumah sakit tersebut, telah didedikasikan Siloam Hospitals Group untuk penanganan Covid-19.

"Siloam Hospitals Group memisahkan penanganan perawatan pasien positif Covid-19 dan hanya mempusatkannya di dua rumah sakit tersebut. Hal ini guna menjamin keselamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat berobat di jaringan rumah sakit Siloam Hospitals Group. Sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat yang selama ini enggan dan menunda ke rumah sakit karena takut terjadinya penularan silang," tegas Agus.

Menurut Agus, hal ini mengingat masih banyak penyakit lainnya yang memerlukan penanganaan segera dan tidak bisa ditunda-tunda. Misalnya saja, pada mereka yang mengalami serangan jantung atau pun stroke. Selain itu, pengobatan berkala juga dibutuhkan kepada mereka yang menderita penyakit kronis, seperti diabetes melitus, ginjal, dan lainnya, serta penderita kanker.

"Belum lagi, bagi para balita yang memerlukan vaksin. Kebijakan ikatan dokter anak indonesia (IDAI) terbaru yang sudah tidak boleh lagi menunda pemberian vaksin. Karena dikhawatirkan akan membuat adanya wabah baru dari penyakit yang sebenarnya sudah ada vaksinnya di masa mendatang," tandas Agus.

Tidak hanya itu, lanjut Agus, SHKJ juga melakukan upaya untuk menjaga kesehatan dan kemanan bagi para tenaga kesehatan, staf dan pekerja pendukung lainnya di lingkungan rumah sakit. Merujuk kepada protokol terbaru, seluruh awak rumah sakit tersebut secara berkala dilakukan rapid test ataupun PCR Swab. Tidak hanya itu, SHKJ juga menerapkan beberapa strategi dalam menjaga kesehatan dan kondisi mereka selama pandemi Covid-19. Misalnya work from home (WFH) apabila kondisi memungkinkan, pemberian vitamin, dan tak kalah penting adalah penyediaan alat pelindung diri (APD) yang mencukupi dan sesuai kebutuhan.

"Siloam Hospitals Group, termasuk SHKJ, akan selalu memperbaharui berbagai protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di lingkungan rumah sakit sesuai perkembangan situasi dan kondisi penyakit tersebut. Hal ini demi menjaga keamanan dan kesehatan, serta melindungi pasien dan juga seluruh tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya di lingkungan rumah sakit," pungkas Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemkes: Herbal Tidak Bisa Sembuhkan Covid-19

Covid-19 disebabkan oleh virus, sehingga obat satu-satunya adalah antivirus bukan dengan jamu atau herbal maupun obat tradisional.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

JEC Targetkan 70.000 Kunjungan Pasien di 2020

JEC menghadirkan Klinik Utama Mata JEC-Orbita di Makassar, Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Menkes Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

Menurut Menkes, saat ini terdapat 10 provinsi yang memiliki tingkat prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.815, Kasus Positif di Indonesia Jadi 116.871

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.815 itu didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 28.738.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Cegah Covid-19, Wapres Minta Masyarakat Ikuti Fatwa Ulama

Ditegaskan Wapres, fatwa-fatwa tersebut baru dapat memberikan manfaat apabila adanya kepatuhan masyarakat untuk mematuhinya.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita di Puskesmas dan Posyandu tidak boleh berhenti di tengah pandemi virus corona.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Jokowi Minta Penurunan Stunting Fokus di 10 Provinsi

Provinsi tersebut antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Tidak Mengenakan Masker, Masyarakat Bisa Kena Hukum

Sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker dapat berupa denda atau sanksi administrasi.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Rangkul Ibu-ibu PKK Berkampanye Masker untuk Menekan Penularan Covid-19

Kampanye masker tidak berdiri sendiri, harus ada koneksitas dengan yang lain.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020

Bentuk Tim Audit, IDI Telusuri Kematian Dokter Selama Pandemi

PB IDI telah membentuk tim audit sesuai Surat Keputusan yang ditetapkan pada 20 Juli lalu.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS