BPOM dan Kemperin Pastikan Keamanan Produk Air Kemasan Galon
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

BPOM dan Kemperin Pastikan Keamanan Produk Air Kemasan Galon

Senin, 27 Juli 2020 | 18:59 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menepis adanya anggapan bahwa kemasan galon isi ulang bisa mengganggu kesehatan seperti menyebabkan gangguan hormon dan kanker. Sebelumnya diizinkan beredar, BPOM memiliki serangkaian regulasi terkait keamanan pangan yang harus dipatuhi, dan itu menjadi acuan setiap produsen.

Baca Juga: Izin Edar Jadi Syarat Air Minum Kemasan Galon

Kepala BPOM, Penny K Lukito, menegaskan, aspek perlindungan masyarakat tetap menjadi fokus perhatian BPOM. Apalagi dalam pengawasan pre-market, BPOM juga melibatkan beberapa pihak seperti Lembaga Sertifikasi Produk (LSPRO) sebagai penerbit sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia), UPT Badan POM sebagai penerbit sertifikat PSB (pemeriksaan sarana baru), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai penerbit sertifikat halal, serta Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai penerbit sertifikat merek.

Setelah produk beredar, lanjut Penny, BPOM juga melakukan pengawasan post-market yang terdiri dari pemeriksaan sarana produksi, pengawasan di peredaran yang meliputi pemeriksaan sarana distribusi/ritel, sampling dan pengujian, monitoring label dan iklan produk air minum dalam kemasan (AMDK), serta kegiatan surveilans, termasuk penanganan kejadian luar biasa (KLB) atau keracunan akibat pangan.

"Keseluruhan siklus ini berkesinambungan, untuk memastikan bahwa semua produk makanan dan minuman termasuk AMDK yang beredar, aman untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat sekaligus memperkuat industri makanan,” ucap Penny, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (27/7/2020).

Baca Juga: Masyarakat Tak Gunakan AMDK Galon Sekali Pakai

Penny mengatakan, BPOM mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh, apalagi terprovokasi dan turut menyebarkan informasi yang menyesatkan. "Jadilah konsumen yang cerdas. Laporkan ke BPOM jika menemukan/melihat informasi yang menyesatkan atau meragukan. Mari bersama kita hentikan peredaran informasi menyesatkan," tandasnya.

Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Sutanti Siti Namtini, menambahkan, semua produk makanan dan minuman dari para produsen itu sudah melalui pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika, psikotropika zat adiktif, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

“Produk dengan kemasan apa pun, baik sekali pakai maupun guna ulang seperti air minum kemasan galon, dan sudah memiliki Nomor Izin Edar (NIE), sudah memenuhi semua syarat dalam regulasi dan aman untuk digunakan. Nomor ini menandakan pemenuhan persyaratan pangan terhadap keamanan, mutu, dan gizi,” tegas Sutanti.

Baca Juga: Air Kemasan Galon Solusi Hidrasi Ramah Lingkungan

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemperin), Abdul Rochim, menyampaikan, produk AMDK yang berada di pasar dalam negeri sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 3553:2015, SNI 6241:2015, SNI 6242:2015 dan SNI 7812:2013. Apalagi, penyusunan SNI untuk produk AMDK ini menggunakan beberapa referensi standar internasional dari Codex Alimentarius Committee dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Pengujian parameter SNI dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk. Kemudian telah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk metode pengujian dan peralatan pengujian yang digunakan," jelas Abdul Rochim.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Pakar Keamanan Pangan, Ahmad Sulaeman, menegaskan, air kemasan galon guna ulang sudah terbukti aman dikonsumsi masyarakat. Terbukti galon ini sudah ada dan digunakan masyarakat, baik di rumah, sekolah-sekolah, dan tempat kerja selama puluhan tahun, dan belum ada yang mengalami penyakit kanker hingga kini.

"Itu artinya, galon guna ulang ini sudah terbukti kualitasnya dalam melindungi produk air minum kemasan,” kata Ahmad Sulaeman.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, menyampaikan, industri yang tergabung dalam asosiasi selalu mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah. Menurutnya, produk AMDK tidak akan mendapat izin edar dari BPOM bila memiliki kandungan cemaran melebihi batas yang ditentukan.

"Kami berharap masyarakat bijak terhadap isu-isu mengenai AMDK yang beredar di masyarakat,” tegas Adhi S Lukman.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru di 13 Provinsi

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh lebih banyak dibanding kasus baru terjadi di 13 provinsi terjadi pada Senin (27/7/2020).

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Positif Tembus 100.000 Hari Ini

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tambahan sebanyak 1.1525 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total kasus positif di Indonesia jadi 100.303.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Pembukaan Fasilitas Umum Harus Pertimbangkan Risiko Penularan

Banyak kasus konfirmasi positif ditemukan dari fasilitas umum, seperti pasar tradisional, mal, tempat wisata, dan tempat kerja atau perkantoran.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Gunakan Masker Kain? Pastikan Hal Ini Agar Efektif Cegah Covid-19

Masker kain buatan sendiri setidaknya harus memiliki dua lapis bahan agar efektif mencegah penularan Covid-19.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Menkes Sempurnakan Teknis Klaim Biaya Pasien Covid-19 bagi Rumah Sakit

Keputusan itu merupakan penyempurnaan dari KMK sebelumnya.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jokowi Keluhkan Penyerapan Stimulus Covid-19 dan Ekonomi Belum Optimal

Dari total dana Rp 695 triliun yang disiapkan, yang direalisasi barus sekitar 19 persen atau Rp 136 triliun.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Presiden Perintahkan Menkes Lakukan 3T Lebih Masif dan Agresif

Jika masih ditemukan adanya kekurangan peralatan tes, kapasitas RS atau lainnya, agar segera dibereskan.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi: Hati-Hati, Aura Krisis Jangan Hilang

Saat ini masih dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Jokowi Prioritaskan Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi Ini

Kedelapan provinsi ini berkontribusi sekitar 74 persen bagi kasus positif yang ada di Indonesia.

KESEHATAN | 27 Juli 2020

Tergolong Tinggi, Penderita TBC di Jateng Tambah 23.919 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengungkapkan, belum lama ini, kasus tertinggi penyakit TBC terjadi di Kabupaten Tegal.

KESEHATAN | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS