Dampak Covid-19, 16.000 Anak di Jatim Alami Depresi
INDEX

BISNIS-27 441.115 (0)   |   COMPOSITE 4999.36 (0)   |   DBX 926.724 (0)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 420.076 (0)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 795.289 (0)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 146.103 (0)   |   JII 529.041 (0)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 981.638 (0)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1387.12 (0)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 260.463 (0)   |   SMInfra18 237.109 (0)   |   SRI-KEHATI 309.505 (0)   |  

Dampak Covid-19, 16.000 Anak di Jatim Alami Depresi

Kamis, 25 Juni 2020 | 22:21 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menyebabkan tatanan kehidupan masyarakat mengalami perubahan cukup drastis. Hal ini kemudian menjadi penyebab banyaknya masyarakat mengalami depresi atau stres, termasuk anak-anak di Jawa Timur (Jatim)

Baca Juga: Tiga Pilar Hidup Sehat di Era Normal Baru

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim, Andriyanto mengatakan bahwa ketahanan keluarga sedang diuji. Ada banyak persoalan yang kemudian muncul dalam keluarga akibat Covid-19. Selain kesulitan ekonomi dan banyaknya jumlah anak yang terkonfirmasi positif di Jatim, kasus lain yang muncul adalah besarnya jumlah anak yang mengalami depresi.

"Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebutkan, ada sekitar 1,6 persen anak alami depresi. Dari 42 juta jiwa penduduk Jatim, maka anak usia 0 tahun hingga 18 tahun mencapai 10,87 juta. Artinya, 16.000 anak di Jatim mengalami depresi selama masa Covid-19. Ini fakta,” ujar Andriyanto saat webinar Aliansi Pelajar Surabaya (APS) dengan tema 'Mental anak menghadapi New Normal, apa peran kita?' yang didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Kamis (25/6/2020).

Adrianto mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan angka stunting di Jatim mengalami kenaikan. Padahal di 2019, Jatim telah berhasil menekan angka sunting dari 30,8 persen menjadi 27,5 persen.

"Bahwa di tahun 2019 kita sukses menurunkan angka stunting. Tetapi pada tahun 2020 ada survei ketahanan pangan, ternyata kecukupan pangan anak turun drastis. Orang tua banyak yang mengalami PHK, sehingga persoalan ekonomi menjadi catatan," tegasnya.

Webinar Depresi Anak

Baca Juga: Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Menurut Adrianto, agar anak bisa beradaptasi dengan protokol Covid-19 dan tidak mengalami depresi, maka pada masa transisi era kenormalan baru ini anak harus diajak berhijrah dengan me-manage mental mereka. Pasalnya, transisi new normal sama artinya dengan berhijrah.

"Ini harus kita bangun. Jadi sebenarnya berdamai dengan Covid-19 itu bagaimana kita me-manage mental anak. Anak jangan dijadikan obyek, anak harus dijadikan subyek. Kalau seandainya anak berani menegur teman dan orang tua, ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Berikan peran, berikan saluran kepada mereka supaya mereka bisa memasuki pada jalan yang lurus,” papar Andriyanto.

Selain itu, lanjut Adrianto, perlu juga solusi lain, seperti misalnya menyisipkan ibadah. "Karena agama dalam kondisi seperti ini menjadi sebuah solusi jitu," imbuhnya.

Pendiri Yayasan Alit Indonesia, Yuliati Umrah mengatakan, untuk membiasakan anak disiplin melaksanakan protokol kesehatan harus diawali oleh orang tuanya. Karena sebenarnya mereka adalah manusia peniru.

Baca Juga: Jaga Imunitas Tubuh dengan Protein Hewani

"Anak sangat meniru orang tua, anak jauh lebih mudah dikasih contoh. Tinggal orang dewasa ini memberikan contoh kongkrit. Karena biasanya perilaku orang dewasa ini absurd, yang dikatakan dengan yang dilakukan tidak sama. Inilah yang kemudian menjadikan anak-anak semakin tertekan dan stres,” tutur Yuli.

Disisi lain, agar anak tidak mengalami depresi, maka menurut Yuli, anak harus diberikan ruang untuk berekspresi. Bagaimana ruang yang biasa dinikmati saat di sekolah dan di luar rumah bisa kembali dinikmati di dalam rumah.

"Bagaimana ruang rumah menjadi nyaman bagi anak. Anak-anak punya energi lebih, ini dikemanakan. Ruang partisipasi anak harus diperbanyak, terutama pada minat dan bakat mereka,” tambahnya.

Direktur Lembaga Psikologi dan Pengembangan SDM Media Hati, Nurul Indah Susanti yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang SDM dan Ketenagakerjaan Kadin Jatim mengatakan, anak-anak membutuhkan lingkungan dan tempat yang menjadi media berekspresi dan mereka butuh kesempatan yang banyak.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Kesehatan Jiwa Juga Perlu Dijaga

"Anak itu tidak ingin yang bertele-tele, beri mereka ruang, penghargaan, cinta, kasih sayang dan perhatian yang lebih,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menyatakan, dalam situasi seperti ini, semua lapisan masyarakat harus saling mendukung dengan melakukan peran masing-masing.

"Kami di Kadin telah berupaya menyosialisaikan kewajiban melaksanakan protokol Covid-19 pada industri. Kampanye protokol kesehatan di lingkungan masing-masing dilakukan agar terputus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena kalau tidak dilakukan, maka anak-anak kita tidak bisa sekolah dan orang tuanya juga tidak bisa bekerja,” kata Adik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pentingnya Deteksi Alergi pada Anak Sejak Dini

Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Confidence Luncurkan Produk Baru

Produsen popok dewasa Confidence kembali meluncurkan produk terbarunya, Confidence Adult Pants Gender.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Penjual Es Krim Aice Edukasi Pencegahan Covid-19

Aice Group menjadi salah satu perusahaan pertama yang menerapkan protokol new normal dalam proses bisnisnya.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Deteksi Antigen, Alat Tes Covid-19 dari Unpad Lebih Akurat

Alat uji cepat Covid-19 dari Unpad melakukan deteksi antigen sehingga mampu mendeteksi virus dengan lebih cepat tanpa menunggu pembentukan antibodi.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 50.000

Ada penambahan sebanyak 1.178 kasus baru positif Covid-19.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Saleh Husin Yakin RSP UI Akan Maju dan Berkembang Pesat

Perlu solusi pembangunan jalan tembus dari rumah sakit menuju Jalan Margonda Raya.

KESEHATAN | 25 Juni 2020

Tingkat Hunian RS Rujukan Covid-19 Turun

Vanyak pasien dengan keluhan atau gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya maupun di fasilitas yang disediakan atas insiatif lingkungan rumah.

KESEHATAN | 24 Juni 2020

Aido Health Permudah Layanan Kesehatan di Tengah Pandemi

Aido Health membantu rumah sakit dan klinik untuk memberikan layanan kesehatan digital di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 24 Juni 2020

68 RS TNI AD Dilengkapi Tes PCR

Setiap RS TNI AD ditargetkan mampu memeriksa hingga 10.000 spesimen per hari.

KESEHATAN | 24 Juni 2020

Indonesia Siap Produksi 17 Juta APD Tiap Bulan

Indonesia patut berbangga karena sudah mampu memproduksi 17 juta alat pelindung diri per bulan.

KESEHATAN | 24 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS