Diaspora Indonesia di AS Ciptakan Rapid Test Seharga Rp 160.000
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Diaspora Indonesia di AS Ciptakan Rapid Test Seharga Rp 160.000

Rabu, 1 April 2020 | 22:37 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / Feri Awan Hidayat

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang entrepreneur dari Indonesia, Santo Purnama, berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk virus corona atau Covid-19 hanya dalam waktu 4 bulan. Alat ini, memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing, hanya dalam waktu 10 menit.

Alat pengetesan Covid-19 itu ditawarkan dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp 160.000 per unit. Santo mengembangkan teknologi pengetesan Covid-19 melalui perusahaannya, Sensing Self, yang berbasis di Singapura.

Resmi diproduksi sejak bulan Februari, alat rapid test Sensing Self telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), serta Amerika Serikat (AS).

Untuk pasar AS, Food and Drug Administration (FDA) telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal. India, yang mencatatkan angka ribuan kasus positif Covid-19, telah memesan alat tes cepat Sensing Self sejumlah 3 juta unit.

Sebagai warga negara Indonesia (WNI), Santo mengaku siap membawa alat tes mandiri ini untuk membantu pemerintah Indonesia menanggulangi wabah Covid-19. Namun, dirinya belum mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.

"Perang melawan Covid-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemi ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan respon positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia. Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan,” kata Santo dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (1/4/2020).

Menurut Santo, sudah empat minggu lebih pemerintah Indonesia belum memberikan keputusan persetujuan terhadap alat tes mandiri ini. Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2 minggu hingga 3 minggu untuk memberikan persetujuan. India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir. Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan.

Santo mengatakan, alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi, sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.

"Kami telah mengirimkan alat tes mandiri Sensing Self untuk membantu lembaga-lembaga riset ternama, seperti Mayo Clinic, University of California San Francisco, dan Chan Zuckerberg Biohub. Kami selalu menjaga kualitas produk dan akurasi hasil, karena kami paham bahwa alat ini berhubungan dengan kesehatan seseorang. Pendeteksian dini virus Covid-19 bisa menentukan antara hidup dan mati,” tambah Santo.

Alat tes mandiri Sensing Self bisa memberikan hasil deteksi yang cepat dan akurat karena menggunakan analisis enzim. Dengan harga yang lebih murah, hasil tes bisa keluar dengan lebih cepat dibandingkan alat tes lain. Salah satu alternatif pengetesan Covid-19 adalah dengan nostril swab, dimana metode ini memakan biaya Rp 1,2 juta sekali tes, dan prosesnya memakan waktu hingga 1 jam, sehingga kurang efisien.

"Kehadiran alat tes mandiri seperti Sensing Self dapat membantu pemerintah untuk menyediakan akses tes yang lebih aman, praktis, dan terjangkau bagi masyarakat luas. Ketika terdapat pasien positif, mereka dapat langsung melakukan isolasi mandiri ataupun mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dengan begitu, para tenaga medis bisa benar-benar memfokuskan diri untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala menengah-parah, alih-alih menghabiskan waktu untuk melakukan tes pada ribuan orang,” ungkap Santo.

Saat ini, Santo dan tim juga sedang mengembangkan solusi lainnya untuk melawan pandemi, yakni tes asam nukleat (nucleic acid test) untuk mendeteksi infeksi Covid-19 sedini mungkin dan dengan harga yang sangat terjangkau.

Hasil tesnya diklaim mampu mendeteksi dengan akurasi hingga 99 persen pada hari pertama mereka terpapar virus. Mereka akan segera meluncurkan produk ini saat sudah siap dalam waktu dekat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pentingnya Mengonsumsi Buah dan Sayur untuk Mencegah Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19, konsumsi buah dan sayur dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

KESEHATAN | 1 April 2020

Dukung Gugus Tugas, Soho Serahkan Donasi Rp 1,5 Miliar

Soho berkomitmen memberikan kontribusi dalam menghadapi masalah nasional Covid-19.

KESEHATAN | 1 April 2020

Rarali Ajak Masyarakat Tekan Penyebaran Corona

Target utama kampanye Rehat adalah pemerintah, masyarakat, petugas layanan publik, pengguna Ralali.com, BIG Agent, dan mitra.

KESEHATAN | 1 April 2020

84 Tenaga Medis di Jakarta Positif Covid-19

Satu orang tenaga medis di antaranya meninggal, 2 orang di antaranya sedang hamil.

KESEHATAN | 1 April 2020

Cegah Corona, Ini Protokol Lengkap Pemakaian Masker

Penggunaan masker merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

KESEHATAN | 1 April 2020

Siloam Buka Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Lippo Plaza Mampang

Saat beroperasi penuh nanti, fasilitas khusus pasien Covid-19 Rumah Sakit Siloam ini akan memiliki 415 tempat tidur.

KESEHATAN | 1 April 2020

AP II Terapkan Pengisian Kartu Kesehatan untuk Penumpang Domestik

mendukung berbagai upaya mengatasi dan mendeteksi penyebaran Covid-19

KESEHATAN | 1 April 2020

Jokowi Pastikan Tidak Ada Kebijakan Berbeda dalam Penanganan Covid-19

Presiden Jokowi menilai wajar jika terdapat sejumlah daerah yang melakukan pembatasan sosial dan pembatasan lalu lintas dalam penanganan covid-19.

KESEHATAN | 1 April 2020

Menko Airlangga : Indonesia Mampu Produksi 17 Juta APD Per Bulan

Saat ini terdapat 28 perusahaan yang memproduksi APD

KESEHATAN | 1 April 2020

Pembangunan RS Darurat di Pulau Galang Hampir Selesai

Pembangunan RS Darurat Pulau Galang dilakukan diatas lahan seluas 16 hektare

KESEHATAN | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS