Penggemar Gim Berisiko Alami Mata Kering
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Penggemar Gim Berisiko Alami Mata Kering

Rabu, 29 Januari 2020 | 20:31 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan penggemar gim atau gamers, berisiko mengalami mata kering atau suatu kondisi saat produksi air mata tidak mampu melumasi mata secara memadai. Alhasil, mata tidak dapat membasuh debu atau benda asing yang mengganggu mata.

Kenali Gejala Mata Kering Akibat Gawai

Adapun beberapa faktor penyebab termasuk kebiasaan mengakses gawai dalam waktu lama yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk gamers, dapat memicu permasalahan mata kering.

Data Nielsen Consumer Media View menyebutkan, kebanyakan gamers menghabiskan waktu hingga 7 jam per hari, dan 87 persen diantaranya menggunakan smartphone.

Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, menjelaskan para gamers biasanya fokus menatap layar sehingga suka kurang berkedip. Ini salah satu penyebab gejala mata kering. Untuk itu, pihaknya melalui brand Insto ingin meningkatkan kesadaran atas gejala mata kering, seperti kondisi mata sepet, pegal dan perih.

Hadir di Indonesia, WCKD Bidik Perempuan Modern

"Kami percaya bila para gamers, terutama atlet eSport, sadar akan kondisi ini dan soiusi mengatasi mata kering, bisa membantu mereka bermain lebih sehat dan berprestasi untuk Indonesia,” ungkap Weitarsa Hendarto di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dokter Spesialis Mata JEC, dr Nina Asrini Noor SpM, menjelaskan, gamers membutuhkan konsentrasi penuh pada mata mereka untuk menatap layar komputer atau smartphone. Hal itu sangat memungkinkan mereka mengalami mata kering atau gangguan air mata.

"Proses berkedip atau blinking rate sangat penting untuk menjaga kelembapan mata. Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata kering," tandas Nina.

Kacamata Ion Belum Terbukti Medis

Menurut Nina, hal itu karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga air mata terganggu dan timbul gejala seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata.

"Mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering," tambahnya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Targetkan 2030 Indonesia Bebas Tuberkulosis

Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis tertinggi ketiga di dunia setelah India dan Tiongkok.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

1 Pasien Terinfeksi Korona Pernah Makan Daging Hewan Liar

Sat orang pasien dikonfirmasi mengongsumsi daging hewan liar saat di Wuhan

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Pemerintah Belum Tolak Wisatawan Tiongkok, Kecuali dari Wuhan

Untuk turis dari Tiongkok selain Wuhan, masih berstatus 'lampu kuning'.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Dinkes Sumut Periksa Kesehatan 95 WNA Asal Tiongkok

Ada sebanyak 95 orang WNA yang bekerja di PT Sinohydro PLTU Sumatera Utara II, menjalani pemeriksaan.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Profesi Kekinian Ini Butuh Suplemen Kesehatan Khusus

Tak sembarang suplemen, masing-masing orang membutuhkan suplemen khusus sesuai kondisi tubuh dan profesi atau aktivitas sehari-harinya.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Pemerintah Diminta Tetapkan Siaga Satu Virus Korona

Seluruh kepala daerah harus membantu untuk membuka informasi dan data seputar penyebaran virus korona di wilayah masing-masing.

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Penyebaran Virus Korona Terus Bertambah ke 14 Negara

WHO menyebut sebagian besar pasien yang terjangkit virus korona hanya mengalami gejala penyakit yang ringan

KESEHATAN | 29 Januari 2020

Menkes Terawan Bagikan Tips Cegah Virus Korona

"Jaga imunitas untuk siap-siap melawan virus," kata Terawan.

KESEHATAN | 28 Januari 2020

Hindari Stunting dan Obesitas dengan Gizi Seimbang

Program edukasi kepada Ibu dan remaja untuk menyajikan makanan bergizi seimbang mampu mengurangi risiko obesitas dan stunting.

KESEHATAN | 28 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, Kemkes Siapkan 21 Kapsul Evakuasi

Kapsul evakuasi digunakan untuk membawa pasien terduga Korona ke rumah sakit.

KESEHATAN | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS