Maybank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Maybank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun

Senin, 26 Oktober 2020 | 19:38 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) tetap sama yaitu sebesar Rp 1,1 triliun per 30 September 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pengelolaan biaya secara disiplin, disertai dengan pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah dan peningkatan pendapatan non bunga membantu mengurangi dampak volatilitas, disrupsi pasar dan total kredit yang lebih rendah sebagai akibat wabah Covid-19.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia dan Group President & CEO Maybank, Datuk Abdul Farid Alia, mengatakan, Maybank Indonesia berhasil menjaga kinerjanya secara stabil dan menunjukkan ketangguhan menghadapi dampak pandemi. Meskipun outlook ke depan masih dibayangi ketidakpastian, perseroan yakin modal dan likuiditas yang kuat yang telah dibangun akan membantu mengatasi tantangan di kuartal mendatang.

"Pengalaman kami sejauh ini juga telah memberi kesempatan untuk membentuk kembali bisnis. Sementara, penekanan kami dalam membangun kemampuan digital telah memberi kami platform untuk melayani nasabah dengan lebih baik dalam keadaan new normal, dan diharapkan memberi kami sumber pendapatan tambahan di masa depan,” kata Datuk Abdul Farid Alias dalam siaran pers, Senin (26/10/2020).

Sebagaimana dialami industri perbankan, bank mencatat penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 8,4 persen menjadi Rp 5,6 triliun yang terutama disebabkan oleh total outstanding pinjaman dan imbal hasil yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan suku bunga, serta dampak dari proses restrukturisasi pinjaman yang sedang berlangsung untuk nasabah yang terdampak pandemi. Marjin bunga bersih sebesar 4,69 persen per September 2020 dibandingkan 4,97 persen pada September 2019.

Adapun, pendapatan non bunga bank turun sebesar 7,1 persen menjadi Rp 1,7 triliun per September 2020. Tahun lalu, Bank menyertakan pendapatan one-off dari penyelesaian arbitrase domestik sebesar Rp 101,0 miliar dan pendapatan terkait pajak sebesar Rp 68,7 miliar. Sejalan dengan itu, pendapatan non bunga rutin untuk sembilan bulan meningkat sebesar 2,2 persen terutama berasal dari fee terkait pasar global, bancasurrance, investasi dan transaksi e-channel.

Sementara, profil pendanaan bank terus menguat dengan rasio CASA meningkat dari 36,4 persen pada September 2019 menjadi 39,7 persen pada September 2020, didukung kenaikan rekening giro 13,4 persen dan rekening tabungan 5,9 persen. Rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit/LDR) berada pada tingkat yang sehat sebesar 80,7 persen, lalu rasio (liquidity coverage ratio/LCR) tercatat sebesar 178,6 persen jauh di atas ketentuan minimum sebesar 100 persen.

Sedangkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,5 persen dan total modal Rp 26,7 triliun pada September 2020. Di mana, tingkat non-performing loan (NPL) bank berada pada 4,3 persen (gross) dan 2,8 persen (net).

President Director of Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, wabah yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mempengaruhi kinerja industri perbankan. Pencapaian kinerja Maybank mencerminkan kondisi menantang yang dialami di mana beberapa langkah yang diperlukan telah dan terus akan ditempuh untuk mencegah dampak lebih lanjut dari situasi sekarang.

"Kami akan terus mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio kami dari gangguan pandemi sementara pada saat yang sama meraih peluang bisnis melalui layanan digital banking kami yang kini mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami akan tetap waspada atas kualitas aset kami melalui sikap yang prudent dan pendekatan manajemen risiko yang ketat dengan mencari cara untuk melibatkan nasabah kami dalam memberikan dukungan yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis mereka,” ungkap Taswin.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekonomi Keberlanjutan Dinilai Butuh Intervensi Pemerintah

Menurut Chatib Basri, tidak bisa lagi ekonomi hanya diarahkan untuk pertumbuhan tanpa memikirkan pengembangan keberlanjutan.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Teten Sebut UMKM yang Terhubung Ekosistem Digital Lampaui Target

Menurut Tetan, UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan terhubung ke ekosistem digital.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Pandemi Covid-19 Momen Percepatan Transformasi Digital UMKM

Stafsus Menkominfo Niken Widiastuti menjelaskan, sektor UMKM diupayakan kembali bergeliat melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Permintaan Sarung Tangan Tinggi, MARK Bangun Pabrik Kedua

Seiring tingginya permintaan sarung tangan medis di masa pandemi, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk akan membangun pabrik baru baru di Deli Serdang, Sumatera Utara

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Rasio Kolokasi TBIG Capai 1,96 di Kuartal III 2020

Kinerja operasional Tower Bersama Infrastructure (TBIG) pada periode sembilan bulan telah melampaui target tahunan.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Triwulan III 2020, Laba Bersih BCA Turun 4,2%

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak mencatat perolehan laba bersih selama kuartal III sebesar Rp 20,0 triliun, turun 4,2%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Ini Strategi Kemtan Antisipasi Badai La Nina

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan terdapat tujuh stimulus kebijakan yang diambil untuk mengantisipasi dan memitigasi badai La Nina.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Rekening Bermasalah, 153.220 Pekerja Belum Bisa Terima Bantuan Subsidi Upah

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan masih ada 153.220 rekening yang bermasalah, sehingga Subsidi Bantuan Upah (SBU) belum bisa disalurkan.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Astra Property Terus Berkarya dan Berinovasi di Masa Pandemi

Inovasi dan kontribusi positif tersebut tercermin dari proyek pembangunan Arumaya Residences dan rest area dengan sky bridge pertama di Tol Trans Jawa.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Ditopang Sektor Perbankan, IHSG Menguat 0,62%

Ditopang kinerja sektor perbankan yang positif di triwulan III 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 31,861 poin atau 0,62% ke level 5.144,05.

EKONOMI | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS