INDEX

BISNIS-27 448.028 (0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (1.97)   |   DBX 964.111 (2.04)   |   I-GRADE 139.821 (0.07)   |   IDX30 426.948 (1.13)   |   IDX80 113.317 (0.26)   |   IDXBUMN20 291.67 (2.94)   |   IDXG30 118.931 (0.13)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.71)   |   IDXQ30 124.715 (0.17)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.37)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (1.88)   |   IDXV30 106.644 (0.69)   |   INFOBANK15 836.821 (-2.31)   |   Investor33 373.706 (-0.05)   |   ISSI 150.561 (0.49)   |   JII 547.285 (2.47)   |   JII70 187.054 (0.82)   |   KOMPAS100 1020.57 (0.6)   |   LQ45 786.439 (1.99)   |   MBX 1410.93 (0.2)   |   MNC36 280.006 (0.2)   |   PEFINDO25 280.13 (0.96)   |   SMInfra18 241.99 (0.64)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.59)   |  

Aturan Pembagian Aset Reksa Dana yang Dilikuidasi Dinilai Sudah Jelas

Sabtu, 19 September 2020 | 17:10 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat pasar modal, Hans Kwee menilai, aturan pembagian investasi atas reksa dana yang dilikuidasi sebetulnya sudah jelas. Sehingga, jika ada persoalan maka para pihak terkait sebetulnya tidak perlu menunggu arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membagikan hasil likuidasi dalam bentuk In Kind.

"Ikuti saja UU dan POJK yang ada," kata Hans Kwee, Sabtu (19/9).

Jika para pihak, misalkan bank kustodian, menemui kendala dalam pelaksanaan pembagian hasil likuidasi dalam bentuk In Kind, Hans menyarankan, bank kustodian sebaiknya tidak perlu ragu untuk meminta arahan dari OJK. Permintaan petunjuk dari OJK ini merupakan hal yang wajar di industri pasar modal.

Memang, Hans mengakui, penyelesaian pembagian investasi dalam bentuk efek atau In Kind atas reksa dana yang dilikuidasi memang tidak semudah pembagian hasil likuidasi dalam bentuk dana tunai atau In Cash.

Jika hasil likuidasi reksa dana dibagikan dalam bentuk tunai, manajer investasi hanya perlu menjual saham maupun efek yang menjadi aset reksa dana tersebut. Dana hasil penjualan lalu dibagikan kepada nasabah secara pro rata.

Namun dalam persoalan likuidasi enam reksa dana besutan MPAM, manajer investasi sebelumnya mengalami kesulitan untuk menjual portofolio efek yang menjadi aset reksa dana yang dilikuidasi. Berdasarkan kesepakatan antara MPAM dengan nasabah, sisa hasil investasi dibagikan dalam bentuk tunai (In Cash) dan dalam bentuk efek (In Kind). "Ini solusi paling realistis," ujarnya.

Masalahnya, Hans mengatakan, mekanisme pembagian aset investasi dalam bentuk In Kind tidak gampang. Nasabah, misalnya, harus membuka rekening efek terlebih dahulu. Setelah itu barulah efek yang menjadi aset reksa dana ditransfer ke rekening efek nasabah.

Selain itu, nasabah bisa jadi memperoleh saham hanya sedikit hingga jumlahnya yang tidak genap satu lot alias odd lot. "Ini kesulitan teknis di lapangan," ujarnya.

Agar kasus likuidasi reksa dana seperti yang baru-baru ini terjadi sebagai contoh di MPAM tidak terulang, Hans mengingatkan, investor harus memahami dalam setiap investasi tidak selalu bisa meraup untung, tapi juga memiliki risiko. "Investor harus paham, reksa dana merupakan produk investasi yang mengandung risiko," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPDPP Kempupera Evaluasi Bank Penyalur Dana FLPP

Sebanyak 16 bank pelaksana memiliki penyaluran di bawah 70 persen.

EKONOMI | 19 September 2020

Sektor Jasa Keuangan Berperan Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Sektor jasa keuangan harus dijaga agar stabil dan bisa memberikan layanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 19 September 2020

Sepanjang 2020, Total Emisi Obligasi dan Sukuk di Bursa Capai Rp 62,18 Triliun

Sepanjang 2020, total nilai emisi obligasi dan obligasi syariah (sukuk) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp 62,18 triliun.

EKONOMI | 19 September 2020

Selama Sepekan, Kapitalisasi Bursa Meningat 0,87%

Sepanjang sepekan, kapitalisasi bursa mengalami peningkatan sebesar 0,87% menjadi Rp 5.878,495 triliun dari Rp 5.827,724 triliun pada pekan lalu.

EKONOMI | 19 September 2020

Bank Dunia: Prapandemi, Human Capital Index Indonesia Membaik

Skor HCI 2020 diolah berdasarkan data hingga Maret 2020 atau prapandemi. Nilai HCI Indonesia 2020 sebesar 0,54, naik dari 0,53 pada 2018.

EKONOMI | 19 September 2020

Kemkeu RI dan AS Perkuat Kerja Sama Pembiayaan Infrastruktur

Cakupan MSP ini antara lain mengembangkan pasar keuangan regional untuk investasi infrastruktur dan mengurangi hambatan investasi infrastruktur.

EKONOMI | 19 September 2020

Kempupera Alokasikan Rp 1,33 T untuk Menata Danau Toba

Menpupera Basuki Hadimuljono mengatakan tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur Rp 1,33 T untuk pengembangan KSPN Danau Toba.

EKONOMI | 19 September 2020

Permintaan Gedung Ramah Lingkungan dan Sehat di Asia Meningkat

Krisis Covid-19 akan meningkatkan minat yang lebih besar terhadap gedung-gedung dengan fasilitas kesehatan dan alam.

EKONOMI | 19 September 2020

Siap-siap, Pembangunan Infrastruktur Bakal Mendorong Harga Komoditas Industrial Naik

Tiga katalis yang wajib dipantau investor komoditas adalah: berita vaksin Covid-19, pemulihan ekonomi Tiongkok, dan besaran stimulus AS.

EKONOMI | 19 September 2020

Perkembangan Covid-19 Mengkhawatirkan, Bursa Eropa Melemah

Indeks Stoxx 600 turun 0,66 persen, DAX Jerman turun 0,7 persen, FTSE Inggris turun 0,71 persen, CAC Prancis turun 1,22 persen.

EKONOMI | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS