Program Perlindungan Sosial Harus Disertai Penguatan Pendampingan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Program Perlindungan Sosial Harus Disertai Penguatan Pendampingan

Kamis, 27 Agustus 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Media W Askar menilai, program perlindungan sosial di Indonesia belum dijalankan secara maksimal, dan juga tidak adanya pendampingan yang dilakukan.

Selain alokasi anggaran perlindungan sosial yang perlu lebih ditingkatkan, Media menegaskan, program-program perlindungan sosial juga harus disertai dengan penguatan pendampingan.

"Pelaksanaan program perlindungan sosial tidak hanya soal perencanaan atau alokasi anggaran, yang juga penting adalah proses pendampingan yang dilakukan. Ini yang menjadi kendala, karena seringkali kita berdebat bagaimana bantuan ini didesain atau disalurkan, tetapi kemudian kita lupa dari segi implementasi. Repotnya lagi, setelah diimplementasikan, juga kadang tidak dilakukan sistem monitoring dan evaluasi yang baik,” kata Media Askar dalam webinar yang digelar Indef, Kamis (27/8/2020).

Berdasarkan hasil kajiannya, Media memberi contoh, program keluarga harapan (PKH) yang tidak meningkatkan alokasi anggaran masyarakat kategori sangat rentan untuk pendidikan dan kesehatan. Sebaliknya, peserta PKH menggunakan bantuan untuk keperluan komunikasi.

"Lemahnya pendampingan dan minimnya evaluasi mengakibatkan alokasi bantuan sosial terbuang percuma dan justru tidak bisa menggerakan ekonomi masyarakat,” kata Media.

Sementara itu dari sisi anggaran, alokasi anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2021 justru lebih rendah, padahal di tahun depan angka kemiskinan dan pengangguran diprediksi akan meningkat sebagai dampak dari pandemik corona.

Anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2021 sebesar Rp 419,3 triliun, lebih rendah 15 persen dibandingkan outlook 2020 yang sebesar Rp 495 triliun. Di sisi lain, anggaran infrastruktur justru mengalami peningkatan 47,3 persen dari Rp 281,1 triliun di 2020 menjadi Rp 414 triliun di RAPBN 2021.

"Peningkatan jumlah penduduk miskin 2021 tidak diimbangi dengan peningkatan dana bantuan perlindungan sosial. Alokasi perlindungan sosial kalah bersaing dengan prioritas lain, khususnya infrastruktur yang justru dampaknya bersifat long term. Rencana anggaran Dana Desa yang diharapkan jadi titik tolak peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan (hanya naik 1,1 persen),” ungkapnya.

Media menyampaikan, coverage dari program perlindungan sosial di Indonesia pada saat Covid-19 juga masih di bawah rata-rata negara lain di dunia. Untuk rata-rata global ada di angka 244 persen, sementara Indonesia 110,60 persen.

"Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, termasuk Malaysia yang sudah mendekati rata-rata (196,04 persen). Bahkan, India, Kenya, bisa mengalokasikan prioritas yang lebih signifikan bagi masyarakat rentan dalam hal covered perlindungan sosial," tandasnya.

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, menambahkan, database menjadi kunci penting agar ketepatan dan perluasan anggaran dapat dilaksanakan dengan baik untuk seluruh program, mulai dari perlindungan sosial hingga dukungan untuk UMKM.

"Untuk program-program baru, kalau tidak ada pembenahan dari sisi data, saya kira akan menjadi masalah yang cukup tinggi, termasuk penyerapannya yang tidak akan nendang,” kata Tauhid Ahmad.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Bervariasi, Pemulihan Industri Tiongkok Semakin Kuat

Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,35 persen, Indeks Komposit Shanghai naik 0,61 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,83 persen, S&P/ASX 200 naik 0,16 persen.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Fokus Tangani Pekerja Migran, BP2MI Jalin Sinergi dengan Lemhannas

Tangani PMI, BP2MI kerja sama Lembhanas.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Level Rp 14.660

Kurs rupiah berada di level Rp 14.660 per dolar AS atau terapresiasi 17,5 poin (0,12 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.677,5.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

IHSG Berbalik Menguat 0,6% pada Penutupan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,58 persen ke kisaran 5.371,47 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (27/8/2020).

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Menpupera: Sektor Perumahan Berperan Dorong Percepatan PEN

Efek berganda yang dihasilkan dari pembangunan infrastruktur perumahan diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan sektor lain.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Percepat Transformasi Digital dan Fokus Pada Profitabilitas Menjadi Strategi Telkom Pertahankan Kinerja Perusahaan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah melewati pertengahan tahun 2020 dengan mencatat pendapatan konsolidasi Perseroan sebesar Rp66,9 triliun

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Di Tengah Pandemi, Pendapatan XL Axiata Naik 7%

Pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Rupiah Melemah di Tengah Bervariasinya Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.605-Rp 14.717 per dolar AS.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Jokowi Pastikan Bantuan Subsidi Cair Hari Ini dan Besok

Penerima manfaat jumlahnya cukup banyak, sehingga membutuhkan waktu untuk transfer dana tersebut.

EKONOMI | 27 Agustus 2020

Pertamina Tingkatkan Layanan SPBU Lewat Inovasi Bright Store

Konsep baru Bright Store sejalan dengan konsumsi BBM masyarakat yang bertumbuh.

EKONOMI | 27 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS