Insurtech Dorong Penetrasi Asuransi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Insurtech Dorong Penetrasi Asuransi

Kamis, 30 Juli 2020 | 18:11 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan teknologi digital di asuransi lebih jauh diharapkan dapat mendorong penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif rendah. Melalui produk-produk asuransi yang lebih sederhana dan klaim yang bisa dilakukan secara digital, diharapkan dapat menepis kesan bahwa asuransi rumit dan sulit diklaim.

Baca Juga: Restrukturisasi Akulaku Capai Rp 47,3 Miliar

Deputy Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), M Ihsanuddin mengatakan, literasi asuransi pertumbuhannya masih lambat, sejalan dengan penetrasinya yang juga masih rendah. Namun, hal itu berbeda dengan Pegadaian dan financial technology (Fintech) yang kini bertumbuh cukup pesat.

"Untuk itu, melalui digitalisasi di industri asuransi melalui kehadiran insurtech (insurance technology) yang bisa menawarkan produk dan layanan asuransi melalui platform digital, diharapkan bisa mendorong penetrasi asuransi di kalangan milenial," ujar Ihsanuddin, dalam acara webinar 'Peluang dan Tantangan Asuransi di Era Digital', Kamis (30/7/2020).

Apalagi, kata Ihsanuddin, keberadaan insurtech dapat meminimalkan biaya, sehingga lebih efisien dan efektif dalam proses bisnis asuransi. 

"Selama ekonomi belum membaik atau income masyarakat belum pulih, dan industri asurasi belum sehat, tidak mudah memasarkan asuransi. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang saat ini mengalami kontraksi ditambah dengan model bukan face to face," tegasnya.

Baca Juga: Tugu Insurance Terus Kembangkan Platform Digital

Director and Chief of Partnership Distribution Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo, mengakui, digitalisasi dapat membantu asuransi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Pesatnya perkembangan sistem pembayaran akan diikuti pula oleh industri asuransi. Dengan demikian, jika mau berkembang lebih cepat, maka asuransi harus memasukkan ekosistem digital.

"Di asuransi umum sudah berjalan, menempelkan asuransi perjalanan ke platform perjalanan. Allianz juga sudah memulai menerapkan ini dengan bekerja sama dengan bukalapak misalnya, untuk menawarkan asuransi kesehatan dan jiwa," kata Bianto Surodjo.

Sementara itu, chairman Infobank Institute, Eko B Supriyanto mengatakan, insurtech untuk saat ini baru sebatas potensi, namun memiliki potensi yang sangat besar. "Asuransi akan baik kalau ekonominya baik, namun ekonomi sendiri saat ini masih terkontraksi," kata Eko.

Baca Juga: Bijak Atur Kondisi Keuangan di Masa Pandemi



Menurut Eko, asuransi saat ini masih dibayangi risiko reputasi akibat gagal bayar yang terjadi di beberapa asuransi. Karena itu, penting bagi OJK untuk dapat mengatur lebih hat-hati industri ini dengan pendekatan resiko.

"Saya berharap, OJK sudah mulai membuat beberapa aturan, bukan mengetatkan tetapi memang asuransi harus diatur lebih ketat dan lebih jelas. Karena asuransi juga menjaring dana masyarakat," tandas Eko.

Sebagai negara dengan pengguna internet yang besar dan sangat aktif terutama oleh para kaum milenial, insurtech dikatakannya menjadi solusi dalam mendorong penetrasi dan pertumbuhan asuransi di Indonesia. Berdasarkan data OJK, jumlah aset asuransi sampai dengan Mei 2020 mencapai Rp 1.313 triliun, tumbuh 1,43 persen secara year on year (yoy). Adapun pangsanya mencapai 53,02 persen dari total aset IKNB yang mencapai Rp 2.476 triliun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

UMKM Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19

UMKM memang merupakan sektor yang paling terpukul oleh dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 Juli 2020

AP II Canangkan Safe Travel Campaign di 19 Bandara

Protokol kesehatan di bandara AP II fokus pada 5 inisiatif.

EKONOMI | 30 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Bisa Jadi Jalan Tengah bagi Semua Pihak

Semua pihak harus mengedepankan negosiasi agar tujuan utama dari RUU Cipta Kerja bisa terwujud.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Paruh Tahun, Pendapatan Indosat Naik 9,4% Tembus Rp 13,5 Triliun

EBITDA mencapai Rp 4,4 triliun atau meningkat 22,5 persen.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Covid-19 Bisa Jadi Momentum Pertumbuhan Jasa Laundry

Kekhawatiran akan infeksi virus corona atau Covid-19 membuat banyak orang kini lebih telaten memperhatikan kebersihan.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Daftar Saham Teraktif Hari Ini

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan frekuensi 39.495 kali.

EKONOMI | 30 Juli 2020

BTN Lelang Aset Properti Senilai Rp 6,06 Triliun

Bank BTN mematok target penjualan aset sebesar Rp 1 triliun

EKONOMI | 30 Juli 2020

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.600

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.455- Rp 14.632 per dolar AS.

EKONOMI | 30 Juli 2020

Modernland Realty Raih 2 Penghargaan Top CSR Awards 2020

Modernland Realty meraih penghargaan Top CSR Awards 2020 di kategori #Star 3.

EKONOMI | 30 Juli 2020

IHSG Ditutup Bertambah 38 Poin ke 5.149

Indeks LQ-45 naik 7,6 poin (0,96 persen) ke level 803,1.

EKONOMI | 30 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS