Kempupera Dorong Inovasi Pembangunan Perumahan
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Kempupera Dorong Inovasi Pembangunan Perumahan

Rabu, 29 Juli 2020 | 08:37 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan menggunakan inovasi teknologi di sektor perumahan. Salah satu inovasi tersebut adalah pembangunan rumah menggunakan teknologi Prima Wall System (PWS).

Baca Juga: Program Bedah Rumah Kempupera Capai Rp 2,46 T

"Sistem PWS merupakah karya anak bangsa yang perlu diapresiasi dan dikembangkan," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kempupera, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Rabu (29/7/2020).

Khalawi mengatakan, sistem PWS merupakan inovasi dalam pembangunan perumahan yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses pengerjaan hunian yang efisien. Apalagi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia masih cukup tinggi dan diperlukan inovasi untuk mensuskseskan Program Sejuta Rumah (PSR).

Menurut Khalawi, Kempupera mengharapkan sistem ini dapat terus dikembangkan dan digunakan bahkan di ekspor, karena ini menyangkut industri turunannya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini pasti akan banyak menyerap banyak tenaga kerja dalam produksinya.

"Inovasi pembangunan perumahan tersebut juga dapat digunakan sebagai alternatif bagi para pengembang dalam membangun rumah bagi masyarakat," tandas Khalawi.

Baca Juga: Kempupera Dorong Pembangunan Perumahan di Kalbar

Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal, Joseph Adian Chandra, menjelaskan, mekanisme pembangunan rumah dengan sistem PWS telah diuji secara 2D dan hasilnya baik, tidak retak, goyang, maupun miring.

"Pembangunan hunian dengan sistem PWS relatif cepat yakni sekitar 20 hari untuk membangun rumah tipe 35. Sedangkan anggarannya membutuhkan biaya Rp 99 juta," jelas Joseph.

Menurut Joseph, biaya pembangunan dengan sistem PWS terbilang cukup bersaing. Sistem PWS ini diyakini bisa menjadi pilihan dan alternatif bagi pengembang untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Saat ini mungkin ada produk serupa dari luar negeri yang menggunakan sistem seperti in. Tapi apabila ada produk bangunan rumah dengan sistem PWS dari dalam negeri ini mengapa kita sendiri tidak menggunakannya. Tentu dampaknya akan positif bagi perekonomian di sektor properti," tegas Joseph.

Baca Juga: Konsumen Minati Konsep Hunian Pintar

Joseph menambahkan, pembangunan rumah dengan menggunakan sistem PWS tidak perlu menggunakan kolom. Pasalnya, sistem ini hanya menggunakan 'sirip' untuk memperkuat bentangan dinding setiap 2,5 meter yang nantinya dapat dimodifikasi untuk dijadikan lemari atau penyekat antar ruangan. Untuk bagian atas hanya dibutuhkan balok untuk mengikat semua bentangan.

"Saat ini, sistem PWS diaplikasikan untuk rumah tapak satu lantai. Namun, tidak menutup kemungkinan kami akan melaksanakan pengembangan lebih lanjut, untuk pembangunan rumah setinggi dua atau tiga lantai, bahkan rumah deret," pungkas Joseph.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Bervariasi Jelang Pengumuman the Fed

Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan Rabu (29/7/2020). Pelaku pasar menantikan hasil rapat Bank Sentral AS.

EKONOMI | 29 Juli 2020

OJK Minta Pelaku Usaha Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

OJK meminta pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC).

EKONOMI | 29 Juli 2020

Bursa Eropa Menguat Didorong Prospek Stimulus AS

Euro Stoxx600 naik 0,42 persen, DAX Jerman turun 0,03 persen, FTSE Inggris naik 0,4 persen, CAC Prancis turun 0,22 persen, FTSE MIB Italia turun 0,59 persen.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Wall Street Melemah, Pasar Nantikan Stimulus AS

Dow Jones Industrial Average turun 0,8 persen ke 26.379,28, S&P 500 turun 0,6 persen ke 3.218,44, dan Nasdaq turun 1,3 persen ke 10.402,09.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Hingga Juli, Restrukturisasi Akulaku Capai Rp 47,3 Miliar

Akulaku Finance Indonesia hingga Juli 2020 telah melakukan restrukturisasi sebanyak 13.876 debitur.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Dow Terkoreksi Saat Debat Dana Pemulihan Covid-19 Berlanjut

Dow Jones Industrial Average turun 100 poin atau 0,4 persen.

EKONOMI | 28 Juli 2020

BNI Tuntaskan Relaksasi Kredit 203.178 Debitur

Segmen debitur yang memanfaatkan program restrukturisasi kredit di BNI mulai segmen bisnis kecil, menengah, korporasi, hingga konsumer.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Urban Jakarta Propertindo Suntik Modal JRC Rp 2 Triliun

JRC merupakan proyek mix-used berkonsep TOD terbesar di Jakarta.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Kredit Topang Laba bersih Bank BJB Capai Rp 808 Miliar

Kredit tumbuh 9,8 persen atau di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

EKONOMI | 28 Juli 2020

Bappenas: Covid-19 Munculkan Pengangguran 3,7 Juta Jiwa

Diupayakan pada 2021, permasalahan kenaikan pengangguran diatasi secara bertahap.

EKONOMI | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS