BI Proyeksikan Seluruh Merchant Gunakan QRIS di 2022
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

BI Proyeksikan Seluruh Merchant Gunakan QRIS di 2022

Kamis, 23 Juli 2020 | 17:21 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan Quick Response Indonesia Standar (QRIS) atau dibaca KRIS sebagai satu alat pembayaran di seluruh merchant diprediksi bisa tergenapi pada dua tahun kedepan.

Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Kredit 2020 Hanya 2,5%

Sederhananya, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta menuturkan, BI sudah implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. Adapun QRIS merupakan produk bank sentral yang dihasilkan melalui beragam diskusi dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan pelaku usaha.

"Tren digitalisasi berupa QRIS, bisa menjadi solusi yang memfasilitasi masyarakat di era pandemi Covid-19," kata Filianingsih, dalam acara Zooming With Primus "Sistem Pembayaran Digital di Indonesia" yang disiarkan secara langsung di BeritaSatu TV, Kamis (23/7/2020).

Selain cepat, mudah, murah, aman dan handal (cemumuah), kata Filianingsih, teknologi ini diyakini bisa membawa banyak manfaat bagi pengguna maupun merchant. "Misalnya bagi pengguna, maka tidak perlu repot lagi membawa uang tunai, tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang, dan terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh BI," jelasnya.

Baca Juga: Digitalisasi Keuangan Dorong Pemulihan Ekonomi

Bagi merchant, yakni penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun, mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu, transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat, terpisahnya uang untuk usaha dan personal, memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai, serta membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit ke depan.

"Namun sayangnya, karena masih rendahnya tingkat literasi maka sosialisasi penggunaannya menjadi terkendala. Kendalanya bukan di sisi teknologi atau sistem, tapi karena masih rendahnya literasi. Dengan adanya Covid, ini blessing in disguise. Apalagi bantuan sosial diberikan lewat elektronifikasi, artinya digitalisasi bukan hanya untuk segmen menengah atas, tapi masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi, bagaimana orang-orang menggunakan digital payment akan bisa dapat akses pembiayaan formal, ini ujungnya kesana," kata Filianingsih.

Hingga tujuh bulan pelaksanaan QRIS, Filianingsih menyebutkan, baru 4,1 juta merchant yang menyediakan, di mana 86 persen diantaranya merupakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sedangkan dari segi penyelenggara sudah ada 42 perusahaan baik dari bank dan non bank, BPD maupun bank syariah yang menyediakannya.

Sementara itu, penggunaan QRIS pada UMKM dinilai Chief Executive Officer (CEO) Dana, Vincent Iswara, dan Chief Financial Officer (CFO) LinkAja Ikhsan Ramdan, membawa banyak dampak positif.

Baca Juga: Platform Pembayaran Xendit Kenalkan Fitur QRIS

Vincent mengatakan, pandemi Covid-19 membawa peningkatan transaksi digital yang signifikan hingga 50 persen. Di mana, shifting terbesar masih di pengguna sedangkan merchant tumbuh tak secepat itu. "UMKM ada 62 juta sedangkan QRIS 4 juta, tapi secara keseluruhan baru 9 juta. Jadi, potensinya masih besar. UMKM jangan dilupakan, ini penting mereka tombak ekonomi Indonesia," ungkap Vincent.

Apalagi, menurut Vincent, semua merchant dapat langsung mengadopsi QRIS dengan mudah secara langsung, bahkan tanpa dikenakan biaya alias gratis. "Dengan pembayaran digital, penerimaan bisa dilacak secara realtime, pencatatan bisa langsung. Ini perlu diedukasi. Kalau cash kan rentan rusak atau palsu, distribution cost-nya juga tinggi. Jadi, manfaatnya lebih banyak," imbuhnya.

Ikhsan Ramdan juga menegaskan, penggunaan QRIS perlu terus diedukasi karena ini merupakan yang paling efisien. "Dengan kolaborasi semua pihak, kita setuju QRIS paling efisien. Kita harapkan 2-3 tahun lagi, 100 persen penggunaannya untuk semua merchant," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Aviliani: Korsel Resesi, Indonesia Bisa Diuntungkan

Indonesia dinilai bisa mengambil keuntungan dari adanya resesi di Korsel.

EKONOMI | 23 Juli 2020

OJK Prediksi Pertumbuhan Kredit 2020 Maksimal 4%

Kondisi ekonomi pada triwulan II-2020, khususnya di bulan Juni 2020 masih sangat berat.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Kontribusi BUMN di Tengah Pandemi Covid-19 Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian BUMN berkontribusi positif dalam memperkuat ekonomi nasional, diantaranya dengan menyetorkan dana kepada pemerintah sebesar Rp 55,51 triliun.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Penyaluran KPR BNI Tumbuh 5,6% di Kuartal II-2020

BNI turut serta untuk memenuhi kebutuhan KPR dengan menyelenggarakan BNI Griya Expo online.

EKONOMI | 23 Juli 2020

57% UKM Alami Peningkatan Jumlah Pelanggan Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Survei Paxel Buy & Send Insight II mencatat 39,99 persen UKM mengurangi stok barang jualan dan 16,1 persen mengurangi karyawan karena toko offline yang ditutup.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Didimax Berjangka Siapkan Modal Kerja Rp 105 Miliar

Didimax berencana membuka tujuh cabang baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

EKONOMI | 23 Juli 2020

PPI Buka Kantor Perwakilan di Singapura

Dalam rangka perluasan penetrasi pasar ekspor dan ekspansi bisnis, PT PPI mendirikan "Representative Office" (RO) atau Kantor Perwakilan PPI di Singapura.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Dongkrak Pasar Ekspor Sawit dengan Peningkatan Promosi

Pemerintah akan terus memberikan dukungan dan fasilitas untuk pembukaan pasar baru dalam rangka meningkatkan ekspor sawit.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Redam Mafia Migas, BUMN Energi Didorong Go Global

BUMN Energi didorong untuk merambah bisnis ke negara lain atau go global. Namun demikian, hal ini tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa.

EKONOMI | 23 Juli 2020

Bedah 13.902 Rumah di Jabar, Kempupera Alokasikan Rp 243,28 Miliar

Program BSPS dilakukan dengan metode padat karya tunai (PKT).

EKONOMI | 23 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS