INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Sukses di Berbagai Negara, Tapera Segera Hadir di Indonesia

Rabu, 22 Juli 2020 | 13:43 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Mempunyai sebuah hunian merupakan idaman bagi seluruh orang dimanapun mereka berada. Untuk mewujudkan hal itu, masyarakat berusaha keras untuk mendapatkannya. Menabung merupakan cara pertama yang harus dilakukan. Hal ini terjadi di berbagai negara.

Baca Juga: Tapera Diharapkan Bisa Atasi Backlog Perumahan

"Program Tabungan Perumahan Rakyat sudah lazim dilaksanakan di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, Perancis dan Jerman. Kalau kita bandingkan dengan negara lain, Indonesia jauh tertinggal. Singapura sudah mempunyai program perumahan ini sejak tahun 1950, dan Tiongkok 1990-an," kata Deputi Komisioner BP Tapera, Eko Ariantoro, dalam keterangan persnya kepada Beritasatu.com, Rabu (21/7/2020).

Singapura melalui program Central Provident Fund (CPF) telah berhasil membantu masyarakat dalam pembiayaan perumahan sejak tahun 1955. CPF merupakan sebuah badan yang mengumpulkan dana kesejahteraan dengan iuran dari penghasilan masyarakat Singapura.

Sebagian dari iuran tersebut, diperuntukkan bagi program perumahan masyarakat sehingga pemerintah memiliki kekuatan dan dukungan dana yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan. Iuran yang harus dibayarkan adalah sebesar 37 persen dari gaji bulanan dengan komposisi tanggungan pekerja 20 persen dan pemberi kerja 17 persen.

Seperti halnya Singapura, Malaysia juga telah memiliki program serupa dengan nama Employees Provident Fund (EPF). Program yang telah diwajibkan sejak tahun 1991 ini, menetapkan iuran sebesar 23 persen dari gaji bulanan dengan komposisi pekerja 11 persen dan pemberi kerja 12 persen.

Baca Juga: Iuran Tapera Adopsi Konsep BPJS Kesehatan

Bukan hanya Singapura dan Malaysia saja, beberapa negara lain seperti Tiongkok (Housing Provident Fund sejak tahun 1991), Perancis (Compte D’epargne Logement dan Plan D’epargne Logement sejak tahun 1965), dan Jerman (Bauspar sejak tahun 1921).

Begitupun di Indonesia, pemerintah memberikan akses kepada masyarakat dalam program pembiayaan perumahan terjangkau, yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyatnya.

"Cakupan akses pembiayaan perumahan di Indonesia saat ini masih belum optimal, diperlihatkan dengan rasio KPR terhadap PDB Indonesia yang masih di bawah 3 persen dan cukup tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah mencapai 38,4 persen," terang Eko Ariantoro.

Selain itu, fasilitasi pembiayaan tersebut belum dapat diakses secara luas, terutama bagi pekerja informal dan masyarakat yang membangun rumah secara swadaya. "Masyarakat membutuhkan pembiayaan perumahan yang berisiko rendah dengan jumlah besar, berkelanjutan, serta disalurkan oleh lembaga penyalur yang beragam," tegasnya.

Baca Juga: Awal 2021, Tapera Siap Beroperasi

Indonesia juga telah melakukan hal yang sama sejak diterbitkannya Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tapera dibentuk untuk mengelola program Tabungan Perumahan Rakyat di Indonesia, dengan berdasarkan asas gotong-royong bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik karyawan ASN (BUMN/BUMD/Bumdes, TNI/Polri, Pekerja Swasta maupun Pekerja Mandiri).

"Pemerintah memberikan dana operasi kepada Tapera untuk mengelolanya, bukan diambil dari dana tabungan peserta. Hal ini menunjukkan betapa pemerintah ingin mewujudkan kebutuhan papan, sehingga tercapai masyarakat Indonesia yang sejahtera," tegas Eko.

Program Tapera ini akan mulai dilaksanakan pada Januari tahun 2021, dimulai dengan aparat sipil negara (ASN) aktif serta peserta eks Bapertarum aktif. Menurut Eko, peserta eks Bapertarum aktif akan secara otomatis menjadi peserta Tapera, dimana seluruh dana tabungannya akan dipindahkan ke Tapera.

Baca Juga: Sektor Perumahan Dorong Pemulihan Ekonomi

"Merekapun juga dapat merasakan berbagai fasilitas Tapera, yaitu memiliki hunian pertama, pembangunan hunian pertama serta biaya renovasi rumah. Dengan dimulainya program Tapera di awal tahun 2021, maka terbukalah kesempatan masyarakat Indonesia untuk mempunyai hunian seperti yang diidamkan bersama," pungkas Eko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pendapatan Penyewa Menara Telekomunikasi Ini Naik Capai Rp 463 Miliar

Pelanggan utama PT Solusi Tunas Pratama terdiri dari empat operator telekomunikasi seluler terbesar.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Rupiah Siang Ini Naik Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.605-Rp 14.670 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Juli 2020

BKPM: Realisasi Investasi Kuartal II Turun ke Rp 191,9 Triliun

Realisasi investasi kuartal II yang turun di luar ekspektasi BKPM.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sillomaritime Optimistis Raih Laba US$ 19,2 Juta

Raihan laba ini 29,51 persen dari target sepanjang tahun ini.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bursa Tokyo dan Singapura Turun, Hang Seng Menguat

Bursa Australia ASX 200 Index melemah 92,23 (1,4 persen) mencapai 6.064.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 14 Poin ke 5.128

Sebanyak 194 saham naik, 199 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%

Aktivitas transaksi yang menurun tajam pada kuartal kedua mencerminkan kurangnya minat pelaku usaha dan ketidakpastian akan pemulihan pasar.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Makin Berkilau, Emas Antam Dekati Rp 1 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 461,320 juta.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bestprofit Futures Bantu Tujuh RS Tangani Covid-19

Sejak pandemi, tim pemasaran dan karyawan telah berkontribusi, mulai penyaluran bantuan 1.000 paket multivitamin dan masker.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Robertus Gunawan: GRC Menunjang Pengembangan Bisnis, Terutama Perbankan

Good Governance, Risk Management, and Compliance sangat menunjang dalam pengembangan bisnis, terlebih di bisnis perbankan.

EKONOMI | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS