Moeldoko Pastikan OJK Tetap Berdiri Sendiri
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Moeldoko Pastikan OJK Tetap Berdiri Sendiri

Selasa, 14 Juli 2020 | 18:33 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengatakan, lembaga dan komisi yang akan dirampingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah yang organisasinya bisa diperankan oleh sektor lain seperti kementerian.

Baca Juga: Moeldoko Ungkap Lembaga dan Komisi yang Akan Dirampingkan

"Itu salah satu pertimbangan, adakah sebenarnya organisasi itu bisa diperankan oleh sektor lain yang sangat dekat dengan tupoksi sebuah lembaga kementerian. Kalau itu masih bisa ditangani kira-kira perlu dipertimbangkan (untuk dirampingkan),” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Ketika ditanya apakah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masuk ke dalam 18 lembaga dan komisi yang akan dirampingkan, Moeldoko mengatakan, OJK tetap akan berdiri sendiri. Karena, OJK merupakan lembaga yang ada di bawah Undang-undang (UU).

"OJK itu lembaga yang ada di bawah UU. Itu pasti area bermainnya bukan di pemerintahan. Pada dasarnya mungkin semua akan mengkalkulasi bahwa pernyataan presiden itu ada kaitannya dengan penggabungan OJK dengan BI,” jelas Moeldoko.

Baca Juga: Ekonom Indef Nilai Wacana Peleburan OJK ke BI Terlalu Dini

Menurut Moeldoko, pemerintah berpandangan saat ini seluruh kementerian dan lembaga masing masing fokus pada tugas pokok sesuai yang ada dalam perundang-undangan.

"Kemudian yang paling penting, kita fokus pada penyelesaian Covid-19 dengan membangun kolaborasi, sinergi dan rasa yang sama. Sehingga apapun itu badan, kalau kita berpikir secara kepentingan bangsa itu semua harus menuju ke sana. Tidak ada lagi ego sektoral,” ungkap Moeldoko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bank BJB Bantu BNPB Tangani Covid-19

Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan perusahaan dalam membantu pemerintah memerangi Covid-19.

EKONOMI | 14 Juli 2020

UU Cipta Kerja Untungkan Pelaku Usaha dan Pencari Kerja

UU Cipta Kerja bantu pengusaha.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Kempupera Bedah 100 Rumah di Manokwari Selatan Senilai Rp 2,1 Miliar

Setiap RTLH tersebut mendapat bantuan sebesar Rp 21 juta per unit.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Indef: Resesi Singapura Peringatan bagi Indonesia

Indikasi resesi Singapura menjadi warning bagi Indonesia bahwa kinerja perdagangan akan terkontraksi cukup dalam.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Cathay Life Insurance Siap Ambil Alih Kepemilikan Bank Mayapada

Selain Dato Sri Tahir, pemegang saham pengendali Bank Mayapada adalah JPMCB Na Re-Cathay Life Insurance Co Ltd dengan kepemilikan saham sebesar 37,33 persen.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Garuda Upayakan Kembalikan Pesawat Bombardier dan ATR

Saat ini Garuda Indonesia menguasai 18 pesawat Bombardier CRJ-1000 yang semuanya dalam keadaan grounded atau tak beroperasi.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Tower Bersama Bidik Pertumbuhan Dua Digit

Tower Bersama mengalokasikan belanja modal Rp 2 triliun per tahun untuk membangun 2.000 menara setiap tahun.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Ekonom Indef Nilai Wacana Peleburan OJK ke BI Terlalu Dini

Yang perlu dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan peran dari OJK.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Pasokan Apartemen di Surabaya Bertambah 1.961 Unit

Total pasokan apartemen di Surabaya sampai dengan semester I 2020 mencapai 43.942 unit.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Singapura Resesi, Ekspor Indonesia Bisa Terganggu

Singapura juga merupakan pemberi Utang Luar Negeri (ULN) terbesar ke swasta di Indonesia.

EKONOMI | 14 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS