Bahlil: BKPM Berhasil Eksekusi Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Bahlil: BKPM Berhasil Eksekusi Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun

Senin, 13 Juli 2020 | 16:35 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus melakukan pengawalan investasi di tengah ancaman pandemi Covid-19. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), BKPM ditugaskan agar dapat mengeksekusi adanya investasi mangkrak yang mencapai total Rp 708 triliun.

Baca Juga: Tidak Ramah Investasi, Pelayanan Kesehatan Sumbar Tertinggal

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, sampai dengan awal akhir Juni 2020, BKPM telah berhasil mengeksekusi investasi mangkrak hingga 58 persen atau senilai Rp 410 triliun dari total Rp 708 triliun. Bahlil juga menyebut tiga penyebab investasi tersebut bisa mangkrak, yaitu arogansi sektoral, ada aturan yang tumpeng tindih, dan permasalahan di lapangan terkait dengan lahan.

"Ketika saya masuk ke BKPM, ada Rp 708 trilun investasi yang mangkrak. Dari bulan Oktober 2019 hingga Juni 2020 kemarin, dari Rp 708 triliun investasi yang mangkrak, yang sudah kita eksekusi lebih dari separuhnya atau sekitar Rp 410 triliun,” kata Bahlil Lahadalia dalam peluncuran buku 'Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi' di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Beberapa investasi mangkrak yang berhasil difasilitasi antara lain Hyundai dengan total investasi Rp 21,7 triliun, Rosnef Rp 211,9 triliun, PT Vale Indonesia Tbk Rp 39,2 triliun, Nindya Karya Rp 9,5 triliun, PT Galempa Sejahtera Bersama Rp 2,0 triliun, Tenaga Listrik Bengkulu Rp 5,2 triliun, PT Sumber Mutiara Indah Perdana Rp 1,8 triliun, Lotte Chemical Rp 61,2 triliun, YTL Power Rp 38 triliun, Kobexindo Rp 14 triliun, Minahasa Cahaya Lestari Rp 1,8 triliun, dan beberapa investasi mangkrak lainnya.

Baca Juga: BKPM Gandeng AP II Tawarkan 7 Proyek Bandara

"Hyundai itu tiga tahun tidak selesai-selesai, padahal mintanya hanya tax holiday. Kemudian Lotte Chemical, empat tahun lebih tidak selesai, masalahnya di tanah, urusannya dengan BUMN dan regulasi. Selama dua bulan saya selesaikan masalahnya," papar Bahlil.

Untuk menjaga iklim investasi di masa pandemi, Bahlil menyampaikan, ada empat strategi yang dibuat BKPM, yaitu memfasilitasi perusahaan existing yang sudah beroperasi, memfasilitasi potensi perusahaan existing yang belum tereksekusi, mendatangkan investasi baru, dan memberikan insentif bagi perusahaan existing yang melakukan ekspansi.

Bahlil menegaskan, investasi merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Apalagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini di mana konsumsi masyarakat yang menjadi kontributor utama PDB Indonesia sedang melemah.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Kepala BKPM Permudah Perizinan

Menurut Bahli, 79 persen pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak. Adanya peningkatan investasi akan berdampka positif terhadap peningkatan penerimaan pajak. Sebagai contoh investasi pada sektor manufaktur, di mana hal tersebut membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan ekspor, dan memberikan nilai tambah terhadap barang.

"Investasi dapat mendorong terciptanya lapangan kerja. Bila lapangan kerja semakin banyak, maka akan meningkatkan pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya akan mendorong daya beli (konsumsi) masyarakat,” kata Bahlil.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Indef Ingatkan Ancaman Kontraksi Ekonomi Lebih Dalam

Ekonom Indef mengingatkan adanya potensi kontraksi pertumbuhan ekonomi yang semakin dalam pada triwulan III 2020.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Dorong Penjualan Kyo Society, Tanrise Property Gandeng Arebi Jatim

Tanrise Property mempercayakan Arebi Jatim sebagai wadah para kantor broker properti untuk penjualan apartemen Kyo Society.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Doni Joewono Dipilih Sebagai Deputi Gubernur BI

Doni akan menggantikan posisi Erwin Rijanto, karena masa jabatannya sudah berakhir.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Awal Pekan, IHSG Ditutup di Zona Hijau

IHSG berada pada posisi 5.064,44.

EKONOMI | 13 Juli 2020

BCA Dorong Sektor Riil untuk Cegah Resesi

Debitur per debitor harus diamati kesehatan keuangannya.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Rupiah Tertekan Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.370-Rp 14.472 per dolar AS.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 42,02 poin (1,27 persen) mencapai 3.426.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 12 Poin ke Level 5.043

Sebanyak 224 saham naik, 163 saham melemah dan 162 saham stagnan.

EKONOMI | 13 Juli 2020

CEO Airmas Group Pecahkan Dua Rekor MURI

CEO Airmas Group Basuki Surodjo meraih dua rekor MURI melalui pembagian nasi kotak estafet terlama dan penjualan lelang jaket termahal.

EKONOMI | 13 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Bukan Kesempatan Tidak Bayar Utang

Jangan lari dari tanggung jawab membayar utang dan bersembunyi di balik pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS