Bangun Perkoperasian Nasional Lewat Sistem Ekonomi Murakabi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Bangun Perkoperasian Nasional Lewat Sistem Ekonomi Murakabi

Minggu, 12 Juli 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam perkembangan ekonomi politik nasional dan global tidak disadari perlahan kini telah menyingkirkan koperasi. Usaha koperasi terus digerus oleh persaingan liberal usaha dan korporasi, sehingga menempatkan kelompok kapitalis menjadi kekuatan utama ekonomi nasional.

Baca Juga: Dua Paham Ini Dinilai Hambat Kemajuan Koperasi

Ekonom Universitas Surakarta, Agus Trihatmoko, mengatakan, koperasi tinggal menjadi kegiatan usaha di bagian lapisan bawah korporasi besar atau institusional tertentu.

"Masih ada beberapa koperasi besar di Indonesia yang dinilai kuat di bagian tubuh korporasi besar. Misalnya, Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) dan Koperasi Semen Padang. Namun, kemungkinan KSWG sudah mulai terpuruk oleh karena mis-manajemen dan juga terholdingnya perusahaan ke Semen Indonesia,” ujar Agus Trihatmoko, Minggu (12/7/2020).

Agus mengakui, sudah banyak strategi atau upaya dari program-program kerja Kementerian Koperasi dan UKM semenjak dulu hingga sekarang. Sehingga, kuantitas koperasi meningkat. Namun, kualitas koperasi nasional masih jauh dari visinya sebagai soko guru perekonomian. Bahkan, kelembagaan bernama koperasi disalahgunakan oleh oknum pelaku usaha seperti halnya cara kapitalis.

"Pembangunan perkoperasian di Indonesia akan sangat sulit maju dan besar, bahkan semakin menuju keredupannya selagi liberalisasi ekonomi terus mengalir dalam sistem pembangunan ekonomi nasional. Tak dapat dihindari dari arah ekonomi global dan kemajuan teknologi digital semakin memperkuat dominasi kapitalis besar dan menyingkirkan peran koperasi," tegas Agus.

Baca Juga: Hipmi Minta Koperasi Produktif Lebih Digalakkan

Oleh karena itu, kata Agus, perlu keberpihakan dari kebijakan pemerintah untuk menempatkan koperasi-koperasi dalam berbagai sektor bisnis untuk ambil bagian secara signifikan. Jika, memang perekonomian Indonesia dibangun sesuai dengan amanat konstitusinya, yaitu Pasal 33 UUD NKRI 1945.

Lebih lanjut, reposisi koperasi dari lapisan bawah ekonomi kepada lapisan atas sangat memungkinkan yaitu dengan sistem ekonomi murakabi. Koperasi diberikan kesempatan beroperasi tidak berdiri sendiri dalam unit usahanya, tetapi bersinergi dengan usaha korporasi besar.

Berikutnya, suatu mekanisme seperti keanggotaan masyarakat dalam koperasi yaitu kepemilikan saham masyarakat dalam korporasi besar. Inilah teori ekonomi murakabi sebagai solusi di tengah kesulitan berkembangnya perkoperasian. Kekuatan ekonomi nasional akan berdiri kokoh pada saat masyarakat tercakup dalam keanggotaan berbagai unit koperasi, beserta memiliki saham-saham korporasi besar nasional.

Secara teoretikal, lanjut Agus, murakabisme ekonomi menyatakan bahwa pendekatan ini mampu meredam potensi krisis ekonomi, karena tidak mengandalkan perdagangan kapital. Asas kekeluargaan dan gotong royong adalah kekuatan kapital dari partisipan pelaku atau organ ekonomi secara kolektif.

Baca Juga: BUMN Diminta Prioritaskan PKBL untuk Koperasi

"Pada Hari Koperasi ke–73 ini merupakan kesempatan baik bagi saya untuk turut menyumbangkan pemikiran ekonomi murakabi sebagai perkuatan koperasi Indonesia. Dalam kepentingan ini juga, bahwa murakabisme ekonomi tidak hanya penting bagi bangsa Indonesia tetapi juga telah ditawarkan bagi dunia. Kesejahteraan rakyat dan perdamaian dunia menjadi arah dari tatatan ekonomi murakabi. Karena, perang dagang atau ekonomi dan resesi ekonomi saat ini telah memicu ketegangan fisik antar negara adi daya,” ungkap Agus.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Paham Ini Dinilai Hambat Kemajuan Koperasi

Koperasi harus dikembalikan ke konstitusinya, apalagi dalam masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Summarecon Bekasi Kembangkan Ruang Usaha Ekonomis

Penjualan perdana Srimaya Commercial dengan harga mulai dari Rp 375 jutaan.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Hipmi Minta Koperasi Produktif Lebih Digalakkan

Rano Wiharta menilai asas kekeluargaan yang menjadi tujuan dibentuknya koperasi saat ini mulai kehilangan ruh-nya.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Tiga Faktor Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Signifikan

Masyarakat pandang rendah koperasi buat koperasi tak maju.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil

Menurut Faisal, sebaiknya bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada masyarakat

EKONOMI | 12 Juli 2020

Defiyan Cori: Tidak Benar Koperasi di Indonesia Tidak Sejahterakan Anggota

Koperasi selalu sejahterakan anggotanya.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Apindo: Omnibus Law Angin Segar bagi Investor dan Para Pencari Kerja

Apindo minta RUU Cipta Segera disahkan jadi UU.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Teten Masduki: Tahun 2020–2024 , Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi

Lima Tahun ke depan Kemkop dan UKM Lakukan Modernisasi Koperasi.

EKONOMI | 12 Juli 2020

Gempa Bumi dan Covid-19, Ini Suka Duka Usaha di Palu

Asosiasi Tenun Donggala mengeluh karena bank terus saja datang menagih.

NASIONAL | 12 Juli 2020

BMKG Prediksi Mayoritas Jakarta Cerah dan Berawan

Sementara Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur hujan cenderung cerah.

EKONOMI | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS