Rencana Merger Perbankan Syariah Banjir Dukungan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Rencana Merger Perbankan Syariah Banjir Dukungan

Senin, 6 Juli 2020 | 16:55 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendukung rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatukan perbankan syariah milik pemerintah.

Baca Juga: Merger Bank Syariah Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Tokoh muda NU yang juga pengurus Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, menilai tepat rencana pemerintah untuk menggabungkan bank syariah milik BUMN, karena akan memperkuat dan membesarkan perekonomian syariah di Indonesia.

"Saya setuju atas rencana merger bank syariah. Bersatunya perbankan syariah BUMN akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi syariah. Ekonomi syariah akan menjadi semakin kuat dan besar,” kata KH Maman di Jakarta, pada Senin (6/7/2020).

Ia menambahkan, bersatunya perbankan syariah, selain akan menambah nilai aset dalam jumlah besar, juga melahirkan bank syariah terbesar di Indonesia. Bahkan, posisi perbankan syariah dari sisi aset akan sejajar dengan bank-bank konvensional dalam daftar Top 10 bank terbesar di Indonesia.

"Jika dilakukan merger BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri, maka akan memiliki aset sekitar Rp207 triliun sehingga kita akan memiliki bank syariah terbesar di Indonesia, sejajar dengan bank-bank konvensional,” tambahnya.

Baca Juga: Indef Setuju Rencana Bank BUMN Syariah Dimerger

Sebagaimana diketahui, saat ini perbankan syariah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan perbankan konvensional dengan market share berkisar 8 persen hingga 9 persen, padahal Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Secara terpisah, tokoh muda Muhammadiyah, Sunanto menyatakan, dukungannya bagi rencana pemerintah untuk melakukan konsolidasi perbankan syariah BUMN. Menurutnya, ini bisa jadi bank syariah besar kebanggaan umat muslim Indonesia.

"Bersatunya bank syariah ini tentu akan meningkatkan nilai aset, yang mana hal itu akan melahirkan bank ini menjadi bank syariah terbesar yang dimiliki Indonesia. Saya rasa umat muslim akan bangga bisa memiliki bank syariah yang besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sunanto menyampaikan, secara umum belum ada keluhan signifikan dari umat terkait kinerja bank-bank syariah tersebut. Namun, rencana merger tetap harus dilakukan secara matang dan seksama serta tidak perlu terburu-buru, mengingat tenggat waktu yang dicanangkan Kementerian BUMN, yakni Februari 2021.

Baca Juga: BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

"Saya melihat kinerja bank syariah masih bagus dan belum ada keluhan dari umat. Jadi kalau mau merger perlu dicatat bagaimana persiapannya, siapa target pasarnya karena ada 3 target pasar akan menjadi satu, jadi perlu dikaji apakah rencana ini bisa dilaksanakan tahun depan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar keuangan syariah terhadap sistem keuangan di Indonesia per April 2020 mencapai 9,03 persen dengan total aset keuangan syariah Indonesia, tidak termasuk saham syariah, mencapai Rp 1.496,05 triliun.

Posisi ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang sebesar 8 persen per April 2020. Pemerintah menargetkan market share keuangan syariah mampu mencapai 20 persen pada rentang waktu 2023-2024.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan sedang mematangkan rencana merger perbankan syariah milik BUMN yaitu, BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah, dan Mandiri Syariah. "Insyaallah, pada bulan Februari tahun 2021 akan menjadi satu bank syariah," kata Erick Thohir.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

BRIsyariah optimistis dapat menyalurkan KUR hingga Rp 4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kempupera Tetapkan 19 Balai Pelaksana Penyedia Perumahan

Keberadaan balai tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

IHSG Ditutup Naik 15 Poin ke 4.988

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.009 dan terendah 4.973. Transaksi perdagangan senilai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 6 Juli 2020

PTPP Bantu Modal Usaha Pelaku UMKM di Indonesia

PTPP aktif memberikan bantuan modal usaha dan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui program kemitraan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kilang RDMP dan GRR Pertamina Dukung Kemandirian Energi Nasional

Pekerjaan pembangunan kilang baik itu RDMP maupun GRR tidak mudah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kepala BPKH Sampaikan Tiga Usulan Kebijakan Nilai Manfaat Usai Pembatalan Haji 2020

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menyatakan pihaknya mengusulkan tiga kebijakan nilai manfaat usai pembatalan pemberangkatan haji.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Sempurnakan Layanan E-Procurement, AP I Luncurkan APPro

Hadirnya APPro ini adalah upaya kami mendigitalisasi proses bisnis serta mendorong transparansi proses pengadaan barang dan jasa.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Ketum Asosiasi E-Commerce: Tokopedia Hanya Korban

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), Ignatius Untung, menekankan bahwa posisi Tokopedia dalam masalah ini juga sebagai korban.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kurs Rupiah Relatif Datar di Rp 14.500-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.527,5 per dolar AS atau terdepresiasi 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.522,5.

EKONOMI | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS