BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Berkisar 0,9 - 1,9%
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Berkisar 0,9 - 1,9%

Kamis, 18 Juni 2020 | 16:49 WIB
Oleh : Herman / Feri Awan Hidayat

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun ini masih bisa tumbuh positif, di tengah hantaman pandemi virus corona atau Covid-19 yang memengaruhi banyak sektor. Prediksi ini berbeda dengan versi pemerintah, di mana ekonomi Indonesia pada skenario berat akan tumbuh 2,3 persen, sedangkan pada skenario sangat berat bisa minus 0,4 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diperkirakan turun pada kisaran 0,9 persen hingga 1,9 persen, namun akan kembali meningkat pada kisaran 5,0 persen hingga 6,0 persen pada 2021 yang didorong dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan pemerintah.

"Kami mencermati berbagai perkembangan yang ada, baik dari sisi global maupun domestik. Kami juga mencermati turunnya penjualan ritel, demikian juga penurunan pendapatan masyarakat. Sebagaimana polanya, kuartal II ada kecenderungan paling rendah, sebelum kemudian meningkat di triwulan III maupun IV. Sehingga kami memperkirakan untuk keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia kisarannya 0,9 persen hingga 1,9 persen,” kata Perry Warjiyo dalam live streaming hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (18/6/2020).

Ke depan, lanjut Perry, BI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh dapat semakin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi selama dan setelah pandemi Covid-19.

"Untuk proses pemulihannya, ke depan tentu saja akan sangat tergantung pada bagaimana pola nanti mengarah pada new normal. Yang saya pahami dari garis kebijakan Presiden, new normal itu bukan berarti kembali pada kebiasaan lama, tetapi bagaimana secara bertahap 9 sektor sudah diputuskan oleh pemerintah untuk dibuka secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol Covid-19 yang produktif dan aman. Tentu saja secara bertahap ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan dunia usaha. Faktor kedua adalah seberapa cepat stimulus fiskal bisa diadopsi kepada masyarakat,” kata Perry.

Ketahanan Eksternal

Sementara itu, lanjut Perry, ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia kuartal II 2020 tetap baik. Defisit transaksi berjalan diprakirakan rendah didukung prospek perbaikan neraca perdagangan akibat penurunan impor sejalan permintaan domestik yang lemah dan berkurangnya kebutuhan input produksi untuk kegiatan ekspor.

Data Mei 2020 menunjukkan neraca perdagangan mencatat surplus US$ 2,09 miliar, membaik dari kondisi bulan April yang mengalami defisit US$ 372,1 juta. Selain itu, aliran masuk modal asing juga kembali berlanjut dipengaruhi meredanya ketidakpastian pasar keuangan global serta tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia.

"Aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan II 2020 hingga 15 Juni 2020 tercatat net inflows sebesar US$ 7,3 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2020 meningkat menjadi US$ 130,5 miliar, setara pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” papar Perry.

Ke depan, lanjut Perry, terdapat kecenderungan defisit transaksi berjalan akan lebih rendah, dan terdapat kemungkinan akan berada di sekitar 1,5 persen PDB pada 2020, jauh di bawah prakiraan semula 2,5 persen hingga 3,0 persen PDB. Demikian pula defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan akan berada di bawah 2,5 persen hingga 3,0 persen PDB.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.077

Pemangkasan suku bunga acuan BI memberikan sentimen positif untuk rupiah

EKONOMI | 18 Juni 2020

Petani Sawit Bersertifikat RSPO Lebih Bertahan di Tengah Pandemi

Petani bersertifikat RSPO memiliki lembaga dan jaringan yang kuat.

EKONOMI | 18 Juni 2020

BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian

EKONOMI | 18 Juni 2020

Laju Penguatan Terhenti, IHSG Turun 1,25 Persen

Dari 10 sektor saham, hampir semuanya mengalami penurunan.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Pasar Logistik Indonesia Diprediksi Mencapai Rp 3.360 Triliun di 2021

Shipper memperoleh pendanaan Seri A dari beberapa investor yang dipimpin oleh Prosus Ventures.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Platform Online Talesofbasic Terapkan Inovasi di Tengah Pandemi

Saat ini talesofbasic.com telah menjadi partner dengan pemain logistik, Paxel.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Kisaran Rp 14.100

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Kamis (18/6/2020), melemah ke kisaran Rp 14.100.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Sesi I, IHSG Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,13 persen ke kisaran 4.981,5 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2020).

EKONOMI | 18 Juni 2020

Sukuk Global RI Oversubsribed hingga 6,7X

Sukuk Global RI oversubscribed hampir 6,7 kali di atas target pemerintah sebesar US$ 2,5 miliar.

EKONOMI | 18 Juni 2020

Pertamina Luruskan Isu Akan Hapus Premium

“Saat ini, sesuai ketentuan yang ada, Pertamina masih menyalurkan premium di SPBU,” kata juru bicara Pertamina Fajriyah Usman.

EKONOMI | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS