Indef: 80% Pelaku UMKM Tak Tersentuh Program PEN
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Indef: 80% Pelaku UMKM Tak Tersentuh Program PEN

Rabu, 10 Juni 2020 | 21:33 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com – Kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Pemerintah juga tidak tinggal diam akan hal tersebut. Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah dirancang dengan biaya Rp 589,65 triliun, di mana salah satu fokusnya adalah membantu sektor UMKM.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Tampung Relokasi Investasi dari Tiongkok

Untuk UMKM, alokasinya Rp 123,46 triliun, antara lain berupa subsidi bunga Rp 35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi Rp 78,78 triliun, belanja imbal jasa penjaminan (IJP) Rp 5 triliun, penjaminan untuk modal kerja Rp 1 triliun, PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP) Rp 2,4 triliun, dan pembiayaan investasi kepada koperasi melalui lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM Rp 1 triliun.

Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menilai, strategi pemerintah dalam program PEN, khususnya untuk UMKM, belum cukup kuat untuk mendorong perekonomian Indonesia. Salah satunya terkait subsidi bunga Rp 35,28 triliun yang ditargetkan untuk 60,66 juta rekening. Padahal dari sekitar 64 juta pelaku UMKM, baru sekitar 12 juta atau 19,74 persen yang mendapatkan akses ke layanan perbankan dan potensial mendapatkan subsidi bunga tersebut.

"Untuk subsidi bunga Rp 35,28 triliun bagi 60,66 juta rekening, pemerintah juga mengakui bahwa dari angka itu banyak sekali terdapat data ganda. Data OJK pun menyebutkan jumlah debitur UMKM hanya 12,67 juta. Artinya banyak debitur atau individu yang memiliki jumlah rekening lebih dari satu. Problemnya adalah, baru 19,74 persen pelaku UMKM yang potensial mendapatkan bantuan. Sebagian besarnya atau 80 persen justru tidak bisa mendapatkan fasilitas subsidi bunga karena memang sebelumnya tidak bisa mengakses layanan perbankan. Padahal mereka ini juga sama-sama terdampak Covid-19,” kata Tauhid Ahmad dalam acara diskusi yang digelar Indef melalui webinar, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga: Sandiaga Sarankan Pemerintah Beri UMKM Dana Tunai

Melihat kondisi tersebut, Tauhid menilai, skenario PEN akan sulit mendongkrak kembali perekonomian Indonesia lantaran banyak pelaku UMKM yang tidak terjangkau program PEN. "Bagaimana ekonomi kita bisa cepat pulih dan bangkit kalau tidak ada instrumen untuk membangkitkan mereka. Yang potensial mendapatkan bantuan hanya 19,74 persen, itu pun realisasinya belum sampai segitu,” ujar Tauhid.

Menurut Tauhid, pemerintah perlu melakukan perbaikan data dan identifikasi ulang sasaran PEN untuk UMKM, mengingat sebagian besar tidak masuk dalam program tersebut. Selain itu, alokasi untuk subsidi bunga, dana restrukturisasi, dana penjaminan, dan LPDB perlu ditambah untuk meningkatkan efektivitas perbaikan UMKM terdampak Covid-19.

"Adapun yang juga penting adalah memberikan kompensasi dari penutupan bisnis akibat kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya bagi UMKM yang omzetnya turun drastis dan parah. Kompensasi ini di luar dari skema PEN,” kata Tauhid.

Baca Juga: UMKM Indonesia Jadi Sasaran Utama Penambang Kripto

Menurut Tauhid, juga perlu ada skema 'dana darurat' yang mudah diakes oleh UMKM dengan prosedur yang tidak berbelit-belit, mengingat sekitar 80 persen pelaku UMKM belum mendapatkan akses layanan perbankan. Selain itu, pentingnya konsultasi dan pembinaan UMKM secara masif untuk proses recovery dengan melibatkan banyak sektor dan dunia usaha.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Link Net Bagi Dividen Rp 178,80 Per Saham

RUPS tahunan PT Link Net Tbk (LINK) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 491,99 miliar atau 55% dari laba bersih tahun buku 2019.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Tunggu Pengumuman The Fed, Wall Street Dibuka Mixed

Dow Jones Industrial Average turun 0,28 persen, indeks S&P 500 naik 0,07 persen, dan Nasdaq naik 0,75 persen.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Tidak Netral soal Hong Kong, HSBC dan Standard Chartered Dikritik Investor

Aviva Investors, salah satu dari 20 pemegang saham terbesar di HSBC dan Standard Chartered, mengkritik kedua bank tersebut karena mendukung Tiongkok.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pandemi Memperkuat Bisnis Berbasis Investasi Hijau

Model bisnis ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperkuat sistem dan daya dukung.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Transaksi Keuangan

Nasabah BRIsyariah dapat memeriksa history transaksi di aplikasi mobile BRIS Online.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Pemerintah Berencana Pindahkan Pengembangan Kawasan Industri Brebes ke Batang

Lahan seluas 4.000 hektare di Batang akan dikonversi menjadi kawasan industri.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Survei: Mayoritas Masyarakat RI Beralih ke Pembayaran Nontunai

Survei ini bertujuan memperoleh gambaran bagaimana perilaku konsumen Indonesia berubah menghadapi tantangan saat ini.

EKONOMI | 10 Juni 2020

Ekonomi RI Belum Rebound

Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, pelaku usaha harus tetap waspada karena perekonomian bisa kembali jatuh.

EKONOMI | 10 Juni 2020


Produk Industri Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Kemperin terus pacu daya saing industri.

EKONOMI | 10 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS