Imbas Corona, Hipmi Minta UMKM Diberikan Insentif
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Imbas Corona, Hipmi Minta UMKM Diberikan Insentif

Selasa, 17 Maret 2020 | 21:39 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah mengeluarkan beberapa arahan dalam menghadapi situasi saat ini sehubungan dengan pandemi virus corona atau covid-19. Kebijakan tersebut antara lain, imbauan tentang social distance dan bekerja serta belajar dari rumah. Bahkan, melalui kebijakan terbaru, pemerintah telah menetapkan masa darurat covid-19 sampai dengan 29 Mei 2020.

Kondisi ini membuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pelaku usaha food and beverage (F&B) seperti restoran, kedai kopi dan lain-lain, akan langsung merasakan dampaknya. Pasalnya, dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat menghindari tempat-tempat keramaian khususnya mal, restoran ataupun kedai kopi.

Baca: BNPB Sebut Pandemi Corona Bencana Skala Nasional

Ketua BPP Hipmi bidang industri perdagangan dan ESDM, Rama Datau mengatakan, menurut catatan Hipmi, pelaku usaha restoran, kedai kopi dan sebagainya, sudah mengalami penurunan angka penjualan atau sales sebesar kurang lebih 30 persen sejak adanya informasi masuknya virus corona di Indonesia.

"Sementara, pelaku UMKM di sektor ini sifatnya cash basis, yang artinya kebanyakan teman-teman itu untuk bisa menutupi operasional bulanannya itu benar-benar berdasarkan pendapatan mereka di bulan berjalan," ujar Rama kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Rama menambahkan, apabila pendapatan mereka turun di bulan ini, maka di akhir bulan akan langsung terasa dampak terhadap bisnisnya. "Belum lagi, di bulan depan kita akan masuk ke bulan puasa dan lebaran. Tentu di setiap bulan puasa sudah pasti sales akan turun dan di lebaran harus menyiapkan dana untuk tunjangan hari raya atau THR," jelasnya.

Baca: Langkah OJK Restrukturisasi Kredit UMKM Diapresiasi

"Bisa dibayangkan, kalau trend sales terus seperti ini dan apalagi kalau semakin terjadi penurunan, maka akan banyak pengusaha UMKM di sektor food and beverage akan gulung tikar alias tutup," tegas Rama.

Oleh karena itu, lanjut Rama, Hipmi sangat berharap pemerintah dapat juga memberikan perhatian cepat kepada para pelaku usaha ini dengan cara memberikan beberapa insentif yang bisa segera di jalankan misalnya menghilangkan pajak PB-1 dan juga PPH 21 untuk gaji karyawan.

"Hal itu mengingat para pelaku usaha di sektor ini adalah para pengusaha muda dan pengusaha pemula yang memang juga mempunyai modal atau cashflow sangat terbatas," tandasnya.

Baca: Hipmi Dukung APNI Perjuangkan Harga Nikel

Menurut Rama, dengan adanya insentif tersebut minimal bisa membatu untuk bisa memperpanjang nafas untuk membayar gaji pegawai. Pasalnya, kalangan pengusaha setuju dengan anjuran Presiden Jokowi untuk tidak melakukan PHK kepada para karyawan.

"Selain itu, mungkin juga bisa diubah khusus untuk PPH 25 untuk UMKM tahun ini dihilangkan dulu. Tujuannya adalah agar tidak terjadi pemutusan kerja dan gulung tikar, karena kalau itu terjadi maka akan timbul lagi masalah baru," pungkas Rama.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Cegah Corona, Asuransi Aspan Siapkan Rencana Strategis bagi Mitra dan Karyawan

Asuransi Aspan akan membuat kebijakan dengan mengimplementasikan peraturan alternatif dalam bekerja untuk membantu mengurangi penyebaran virus corona.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Lebarkan Sayap, Waralaba Gorengan Ini Hadir di 7 Provinsi

Sekitar 65 persen-70 persen mitra Tapisi sudah punya lokasi untuk berdagang.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Keberpihakan Pemerintah Terhadap Rumah MBR Masih Rendah

Pengembang menilai, banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah justru menghambat kelangsungan program sejuta rumah.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Phapros Optimalkan Penggunaan Teknologi Komunikasi untuk Cegah Covid-19

Kegiatan operasional Phapros masih berjalan normal dan saat ini skema work from home (WFH) akan diberlakukan untuk karyawan dengan kriteria tertentu.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Indonesia Peringkat 4 Negara dengan Pemimpin Wanita Terbanyak di Dunia Usaha

Menurut laporan Women In Business 2020 Indonesia dan Meksiko menduduki urutan ke-4 dengan persentase wanita di posisi manajemen senior paling banyak.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Imbas Corona, Kadin Usulkan Insentif Usaha Transportasi

Pandemi corona telah memukul dunia usaha dan investasi di sektor transportasi.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Kembali Loyo, Kurs Rupiah Ditutup di Rp 15.172/US$

Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2018.

EKONOMI | 17 Maret 2020

BEI Diminta Kaji Pembebasan Biaya Transaksi Perdagangan

Untuk menjaga agar indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak jatuh terlalu dalam,

EKONOMI | 17 Maret 2020

BRI Cabang Pancoran Perkuat Kerja Sama dengan Pengembang

BRI Cabang Pancoran telah banyak bekerja sama dengan proyek properti yang dikembangkan sejumlah developer.

EKONOMI | 17 Maret 2020

Amblas 4,99%,Corona Makin Dalam Hantam IHSG

IHSG sempat terkena pembekuan perdagangan sementara

EKONOMI | 17 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS