Indef Nilai Stimulus Pemerintah Tidak Akan Efektif
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Indef Nilai Stimulus Pemerintah Tidak Akan Efektif

Minggu, 15 Maret 2020 | 23:39 WIB
Oleh : Herman / Feri Awan Hidayat

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ariyo D P Irhamna, menyampaikan, berdasarkan tren penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia, stimulus yang diumumkan pemerintah dinilai tidak akan efektif.

Pasalnya, dalam paket insentif tersebut pemerintah hanya mencoba untuk mengurangi dampak ekonomi dari covid-19. Padahal, insentif harus diarahkan untuk mengatasi inti masalah, yakni penyebaran covid-19.

"Jika pemerintah hanya memprioritaskan dampak ekonomi, bukan mengatasi penyebaran covid-19, hal tersebut akan sia-sia. Sebab, covid-19 dapat menjangkit siapa saja, tanpa mengenal kondisi kesehatan, status, dan lainnya,” kata Ariyo dalam diskusi online yang digelar Indef di Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Ariyo memaparkan, covid-19 kini sudah menjangkit beberapa olahragawan profesional dunia dan pejabat di berbagai negara, salah satunya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Artinya, siapapun bisa terjangkit covid-19.

Oleh karena itu, menurut Ariyo, kebijakan stimulus atau insentif yang dikeluarkan harus mendorong pengurangan penyebaran covid-19, serta peningkatan imunitas. "Misalnya, pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, atau pemberian hand sanitizer kepada masyarakat secara gratis," paparnya.

Dalam kebijakan investasi, lanjut Ariyo, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) misalnya dapat mewajibkan investor existing untuk melakukan disinfektan pabrik, kantor atau lokasi investasi setiap hari, pengecekan kesehatan (temperature check) berkala kepada karyawan dan staf, menyediakan hand sanitizer di semua pintu masuk gedung dan ruangan kantor, dan rotasi penugasan karyawan yang bekerja di kantor, serta menunda kegiatan aktivitas keramaian seperti outing, serta social distancing.

"BKPM dan Kementrian Ketenagakerjaan juga perlu menyusun pola komunikasi digital dari existing investor kepada pemerintah terkait karyawan yang positif atau suspected covid-19. Untuk promosi investasi, BKPM harus memprioritaskan investasi sektor farmasi dan alat-alat kesehatan, serta menggunakan video conference dalam melakukan business meeting, sehingga penyebaran covid-19 dapat dikendalikan dan aktivitas ekonomi segera pulih kembali," papar Ariyo.

Peneliti Indef lainnya, Ahmad Heri Firdaus menilai, stimulus yang diberikan pemerintah dalam merespon penyebaran covid-19 masih kurang lengkap. Sebab, hanya terkesan meringankan beban (pajak) dan upaya non fiskal seperti kemudahan prosedur dan administrasi ekspor-impor, namun tidak mendorong bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ada.

"Sebenarnya di tengah penurunan ekspor dan kinerja industri yang sulit, potensi peluang terbesar adalah di pasar dalam negeri. Bagaimana pemerintah harusnya dapat memberikan kesempatan kepada industri untuk meningkatkan market share-nya di pasar dalam negeri karena potensi dalam negeri kita sangat besar," jelasnya.

"Ini momentum yang tepat untuk memperkuat struktur industri, membangun industri bahan baku, memperbaiki supply chain di dalam negeri dan mengamankan pasar dalam negeri dari serbuan impor barang konsumsi," kata Heri.

 



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Atasi Korona, Kadin Tolak Lockdown

Kebijakan lockdown akan memukul banyak sektor usaha di Indonesia.

EKONOMI | 15 Maret 2020

PPRO Gandeng Mamikos dan Travelio untuk Sewa Apartemen

PPRO memiliki Divisi Rental and Service untuk menunjang kebutuhan para konsumen.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Penumpang Bersuhu Badan 38 Derajat Dilarang Naik KA Bandara

Railink juga menyediakan hand sanitizer di sarana KA bandara, vending machine, dan area meja informasi masing-masing stasiun.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Sekjen PPP: Suharso Periksa Kesehatan atas Permintaan Sendiri

Suharso yang sedang ada kegiatan Bappenas di Bali pada Minggu ini, meminta pemeriksaan kepada tim dokter Kemkes setempat.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Kepala Bappenas dalam Kondisi Sehat

Sebelumnya telah beredar foto di media sosial bahwa Menteri Suharso Monoarfa dikabarkan tengah mengisolasi diri dan melakukan perawatan karena terkena corona.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Sejak Awal 2020, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 14,17 Triliun

Smentara Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 2.829,34 triliun dan US$ 400 juta.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Blueantdenim Perluas Pemasaran Lewat Digital

Pasar pakaian jadi berbahan jeans memiliki pasar bagus di kalangan anak muda di kota-kota besar di Indonesia.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Sepekan, IHSG Turun 10,75% Menjadi 4.907 Poin

Selama sepekan, rata-rata nilai transaksi harian naik 11,70 persen menjadi Rp 7.821 triliun dari Rp 7.002 triliun.

EKONOMI | 15 Maret 2020

Waralaba Lokal Didorong Agar Berdaya Saing Global

Merek yang menjadi market leader memiliki keunggulan nilai bisnis dalam menjalankan bisnis franchise.

EKONOMI | 14 Maret 2020

JP Morgan Perkirakan Ekonomi RI Melambat 0,2% karena Virus Corona dan Harga Minyak

Ekonomi diperkirakan melambat 0,2 persen menjadi 4,8 persen di kuartal empat tahun ini dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

EKONOMI | 14 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS