Survei Parpol Y-Publica: Elektabilitas Gerindra Melorot, PDIP dan PSI Naik
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Survei Parpol Y-Publica: Elektabilitas Gerindra Melorot, PDIP dan PSI Naik

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:31 WIB
Oleh : Hotman Siregar / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Temuan survei Y-Publica menunjukkan dalam tiga bulan terakhir elektabilitas partai politik cenderung stagnan, setelah sebelumnya mengalami kenaikan atau penurunan sejak bulan Maret 2020. Gerindra terus menurun, sedangkan PDIP dan PSI mengalami kenaikan elektabilitas.

PDIP tetap unggul, di mana elektabilitas pada bulan Maret sebesar 30,3%, turun menjadi 29,1%, kemudian naik lagi menjadi 31,2%. Sedangkan PSI terus mengalami kenaikan dari hanya 2,7% menjadi 4,6%, dan kini 4,7%.

Menyusul di belakang PDIP adalah Gerindra, tetapi elektabilitasnya bergerak turun dari 15,2% menjadi 14,5% dan kembali turun menjadi 13,8%. Parpol-parpol besar dan menengah lainnya hanya turun 0,1%-0,2% atau relatif mengalami stagnasi sejak bulan Juli.

“Elektabilitas partai-partai politik stagnan, hanya Gerindra yang melorot, sedangkan dua parpol yaitu PDIP dan PSI naik elektabilitasnya,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam press release di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Menurut Rudi, setelah bergabung ke dalam pemerintahan periode kedua Jokowi, Gerindra berubah sikap dari sebelumnya oposisi menjadi pendukung pemerintah.

Meskipun sejumlah figur Gerindra mencoba bersikap kritis terhadap pemerintah, tetapi sulit untuk mempertahankan elektabilitas partai.

Contohnya, ketika parpol-parpol oposisi mendukung aksi-aksi demonstrasi menolak pengesahan RUU Cipta Kerja (omnibus law), Prabowo dan Gerindra secara tegas membela sikap koalisi partai-partai pemerintah.

Pada urutan berikutnya setelah Gerindra adalah Golkar yang turun dari 10,3% pada bulan Maret menjadi 8,5% pada Juli dan turun lagi menjadi 8,3%. Lalu ada PKB (5,6%-6,1%-5,9%), PKS (6,4%-5,6%-5,4%).

Kemudian Nasdem (2,9%-4,0%-3,9%), Demokrat (3,5%-3,6%-3,4%), PPP (3,3%-2,6%-2,4%), dan PAN (1,4%-1,5%-1,2%). Sisanya adalah parpol-parpol papan bawah yang elektabilitasnya di bawah 1%.

Yaitu Hanura (0,9%-0,7%-0,8%), Perindo (0,7%-0,5%-0,6%), dan Berkarya (0,4%-0,3%-0,3%). Tiga parpol yaitu PBB, PKPI, dan Garuda kehilangan potensi pemilih karena hanya mendapat 0%.

“Pemilu 2024 juga bakal diramaikan parpol-parpol baru, di antaranya yang bermunculan adalah Gelora dan Ummat,” pungkas Rudi. Gelora berhasil mendapat 0,1%, sedangkan Ummat masih 0%. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (16,0%-18,3%-18,0%).

Survei Y-Publica dilakukan pada 11-20 Oktober 2020 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89%, tingkat kepercayaan 95%.

Survei elektabilitas parpol Y-Publica.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Survei Y-Publica: Ganjar Tempel Ketat Elektabilitas Prabowo

Elektabilitas Prabowo 16,5%, Ganjar 16,1%, Ridwan Kamil 11,8%,dan Anies 8,6%.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Y-Publica: Wacana Jabatan Presiden Hanya 1 Periode 7-8 Tahun Mengemuka

Sebanyak 80,2 persen responden mengaku belum mengetahui wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi 7-8 tahun dan dibatasi hanya 1 periode.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Pengamat: Prabowo-Puan Ditandemkan, Ganjar Bakal Direkrut Nasdem

Jika ingin maju sebagai calon presiden, Ganjar harus membuka komunikasi politik dengan partai lain, seperti Nasdem.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Demokrat Dorong Nelayan Produktif saat Pandemi Covid-19

Ibas mengajak para nelayan untuk tetap produktif walau di tengah-tengah kendala pandemi Covid-19

POLITIK | 28 Oktober 2020

Bawaslu: Sebulan Kampanye, Metode Daring Bukan Naik, Malah Turun

Kurangnya minat kampanye metode baru ini diduga karena ketidaksiapan tim kampanye dan pasangan calon.

POLITIK | 28 Oktober 2020

Kampanye Pilkada 2020 Harus Sentuh Aspek Keagamaan

Calon kepala daerah sebaiknya mengusung program yang menyentuh aspek keagamaan dalam kampanye.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Mahfud: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dapat Cegah Korupsi

Mahfud meresmikan Aplikasi Umum SPBE Bidang Kearsipan Dinamis dan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.

POLITIK | 27 Oktober 2020

KPU: DPT Pilkada 2020 Capai 100.359.152 Jiwa

KPU mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2020 sebanyak 100.359.152 jiwa.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Barisan Muda PAN Dukung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan

Bobby Nasution menyampaikan apresiasi dan berterima kasih atas dukungan Barisan Muda PAN.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Airlangga: Golkar Institute untuk Lahirkan Politisi Tangguh

Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pendirian Golkar Institute untuk melahirkan pemimpin yang menjadi politisi tangguh.

POLITIK | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS