Amerika dan Tiongkok Berniat Seret Indonesia dalam Konflik Geopolitik
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Amerika dan Tiongkok Berniat Seret Indonesia dalam Konflik Geopolitik

Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:34 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia hingga saat ini terjepit dalam kepentingan dua negara besar yang terus melakukan tekanan dan determinasi. Kedua negara tersebut adalah Amerika dan Tiongkok yang hingga saat ini terus berseteru hingga ke persoalan Laut Cina Selatan.

"Ada dua negara yang punya kepentingan, kemampuan dan niat mengganggu national interest Indonesia. Dua negara itu adalah global leaders, determinasi global leaders. Satu geopolitik Amerika yang menggunakan security approach militer, yang kedua Tiongkok menggunakan security approach determinity," kata Tenaga Profesional Bidang Strategi dan Hubungan Internasional Lemhannas, Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan, dalam seminar nasional Lemhannas "Lanskap Geopolitik di Era Covid-19 : Memikirkan Ulang Konsep Ketahanan Nasional", di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Dirinya mengingatkan, kedua negara tersebut memiliki kekuatan nyata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menarik Indonesia masuk dalam kepentingannya. Jika tidak hati-hati maka Indonesia bisa saja terseret dalam kepentingan dua negara tersebut.

"Pihak sana punya kekuatan nyata, bisa digunakan seefektif mungkin. Indonesia diserang berbagai masalah, mulai dari masalah lingkungan, buruh, dan lain-lain," ujarnya.

Menurutnya, kedua negara tersebut, terutama Tiongkok jauh-jauh hari juga sudah mempersiapkan legal warfare dalam menyeret Indonesia masuk dalam konflik Laut Cina Selatan. Legal warfare tersebut bisa saja menyebabkan Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa manakala muncul klaim di Laut Cina Selatan.

"Negara besar (Amerika dan Tiongkok) sudah lama menyiapkan legal warfare (panggung hukum). Geopolitik dua negara itu menggunakan kekuatan nyata yang sudah dipersiapkan. Kekuatan nyata Tiongkok adalah psychocultural dan dijadikan senjata dalam geopolitik," ujarnya.

Menurutnya, Tiongkok menyiapkan diri untuk legal warfare seperti di Laut Cina Selatan dan kawasan-kawasan yang masih berkonflik lainnya. Mengklaim Laut Cina Selatan bisa jalan terus karena memang negara tersebut sudah mempersiapkan itu.

"Kita jangan tersita masalah pandemi, karena kita tidak bisa lupa saat ini tengah berlangsung trade war, tapi juga perang control global supply chain, currency war. Kita khawatir nusantara ini menjadi battle chance kepentingan Amerika dan Tiongkok," ujarnya.

Karena kondisi itu, jangan sampai Indonesia justru masuk ke dalam skenario kedua negara tersebut. Geopolitik Indonesia harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat di tengah jepitan geopolitik Amerika dan Tiongkok agar tidak terjadi gejolak sehingga memudahkan menyeret Indonesia masuk dalam konflik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dijadikan Alat Kampanye, Lantamal Belawan Protes Akhyar Nasution

Lantamal I Belawan menyampaikan keberatan atas video kampanye yang menampilkan video visual prajurit Angkatan Laut menggendong Akhyar saat di Medan Utara.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Gubernur Lemhannas: Pandemi Covid-19 Ancam Ketahanan Nasional

Upaya pemulihan sosial ekonomi sangat dibutuhkan agar Indonesia dapat segera keluar dari permasalahan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Wapres: Pesantren Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Pesantren memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

UNESCO Puji Kemendikbud Dorong Kepemimpinan Guru

UNESCO mengapresiasi peran aktif Kemendikbud dalam mendorong kepemimpinan guru di Indonesia.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Konsistensi Laksanakan Protokoler Kesehatan di Jambi Perlu Ditingkatkan

Menurut Sudirman, sepanjang tahun 2020 semua aktivitas ekonomi, sosial dan kemasyarakatan relatif terganggu akibat pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Survei Charta Politika: Joune Ganda Pemimpin Paling Perhatian kepada Rakyat

Joune JE Ganda dinilai kandidat yang paling memiliki perhatian kepada rakyat.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Sempat Tak Penuhi Kuota, 308.539 KPPS di Jateng Siap Bertugas

Taufik menuturkan, setelah ditetapkan, petugas KPPS itu diwajibkan rapid tes sebagai standar protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Arisan Online Menjebak Warga Medan, Pemilik Manfaatkan Polisi dan Wartawan jadi Debt Collector

Satu kloter ada Rp 1 juta per 5 hari, Rp 3 juta per 5 hari, Rp 5 juta per 7 hari dan ada juga Rp 6 juta per 7 hari.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Pilkada Medan, Bobby-Aulia Janjikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Menurut Aulia, pembangunan satu data ini dibutuhkan karena pemerintah kota, selama ini tidak memiliki keakuratan data untuk membantu keluarga miskin.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

KPK Dalami Aliran Dana Proyek Fiktif ke Rekening Eks Dirut Waskita Beton

Saat kasus korupsi itu bergulir, Jarot merupakan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS