Jokowi: Tata Kelola Pemerintahan Harus Dibangun Akuntabel dan Bebas Korupsi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Jokowi: Tata Kelola Pemerintahan Harus Dibangun Akuntabel dan Bebas Korupsi

Rabu, 26 Agustus 2020 | 11:10 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/8/2020).

"Kita harus membangun tata kelola pemerintahan yang baik, yang cepat, yang produktif, yang efisien dan di saat yang sama juga harus akuntabel dan bebas dari korupsi," kata Jokowi.

Dijelaskannya dua hal tersebut sama pentingnya dan tidak bisa ditukar oleh apa pun juga. Langkah cepat dan tepat tidak boleh mengabaikan transparansi dan akuntabilitas.

"Keduanya harus dijalankan, berjalan bersamaan dan saling menguatkan," tegas Jokowi.

Dalam sambutannya, Jokowi memberikan penghargaan setingi-tingginya kepada KPK yang memimpin ANPK. Karena upaya pencegahan korupsi, menurut Jokowi harus dilakukan secara besar-besaran untuk mencegah terjadinya korupsi.

"Dengan tetap tentu saja melakukan aksi penindakan yang tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu," ujar Jokowi.

Kepala Negara menambahkan momentum krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini merupakan momentum yang tepat untuk berbenah secara komprehensif.

"Hal ini memang tidak mudah. Selama ini memang tidak mudah. Tetapi ini adalah tantangan yang harus kita pecahkan. Kita harus merumuskan dan melakukan langkah-langkah yang konkrit yang konsisten dari waktu ke waktu," terang Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Meski Unggul di Survei Pilkada Jambi, Parpol Tak Minat Dukung Syarif Fasha

PDIP di saat-saat terakhir penentuan dukungan Agustus ini akhirnya mendukung pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Irwan Hidayat: Tentrem Dibangun Demi Lapangan Kerja dan Pemulihan Ekonomi

Biaya terbesar sebesar 38% adalah untuk gaji karyawan kemudian disusul listrik, perawatan, dan lain-lain.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Jenderal Polri Mengaku Menerima Suap dari Djoko Tjandra

Awi tidak menjelaskan siapa tersangka yang mengaku menerima uang itu, apakah Prasetijo atau Napoleon atau keduanya.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

11 Tahun Kasus Montara Sengaja Ditutupi, Ada Apa?

Tumpahan minyak diperkirakan telah meluas hingga 90.000 kilometer persegi.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Belum Ditahan

Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi masih belum ditahan, sementara Brigjen Prasetijo Utomo sudah ditahan.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Daur Ulang Buka Peluang untuk 3,3 Juta Pekerja Informal Pendukung

Pimpinan daerah untuk bisa mendukung program penanganan sampah plastik

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Ragam Budaya Pengaruhi Pengembangan Arsitektur Nusantara

Bangun Indonesia lebih baik, Kenari Djaja mendukung karya arsitek dan desain interior Indonesia.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Persatuan Insinyur Indonesia: Tantangan Terbesar Inovasi Adalah Komersialisasi

Bahkan ada istilah the valley of death atau lembah kematian yang berarti banyak inovasi yang memberi nilai tambah tetapi tidak bisa bisa dikomersialisasikan.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

Kasus Jaksa Pinangki, Kejagung Periksa Djoko Tjandra

Djoko Tjandra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pinangki Sirna Malasari terkait perkara tindak pidana menerima janji atau hadiah.

NASIONAL | 25 Agustus 2020

KPK Cecar Pejabat Kemhub Soal Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Firdaus Komarno diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Nusantara.

NASIONAL | 25 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS