Prof Cornelis Lay, Menjadi Guru Besar Berkat Celengan Recehan
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Prof Cornelis Lay, Menjadi Guru Besar Berkat Celengan Recehan

Rabu, 5 Agustus 2020 | 19:46 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FMB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Prof Dr Cornelis Lay, MA, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 61 tahun, Rabu (5/8/2020) pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, akibat sakit jantung yang dideritanya selama lima tahunan.

Jenazahnya akan dimakamkan Kamis (6/8/2020) pukul 14.00 WIB di kompleks pemakaman UGM, Sawitsari, Sleman.

Prof Cornelis Lay yang akrab disapa Conny, meninggalkan istri, Jeanne Cynthia Lay Lokollo, dan dua orang anak: Dhiera Anarchy Rihi Lay serta Dhivana Anarsya Ria Lay.

Dekan Fisipol UGM, Prof Dr Erwan Agus Purwanto membenarkan kalau Conny, memang sakit jantung dan sudah menahun.

“Beliau sakit jantung sudah cukup lama, sekitar 5 tahun dan sudah dipasangi alat khusus untuk membantu jantung beliau dan juga harus check up rutin,” ujar Erwan.

Conny masuk rumah sakit Selasa malam, dan wafat Rabu dini hari.

“Cornelis Lay masih aktif di berbagai kegiatan akademik dan menjabat sebagai Ketua Pusat Kajian Politik dan Pemerintahan atau Research Centre for Politics and Government (PolGov) Fisipol UGM,” terang Erwan.

Dalam 5 tahun terakhir, beliau fokus pada riset dan terus mendorong rekan-rekan mudanya untuk menulis di jurnal internasional dan akrab dengan mahasiswa.

“Beliau sosok yang sangat dedicated, artinya kalau mengajar serius, tetapi dekat dengan mahasiswa,” tutur Erwan.

Erwan mengakui bahwa sosok Conny sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Fisipol UGM dan dalam situasi yang kurang begitu sehat pun, Conny masih bersedia membantu teman-temannya yang sedang menulis untuk menjadi reviewer.

“Teman diskusi yang baik, kami kehilangan orang yang baik seperti Mas Conny,” ucap Erwan.

Dukungan Ibu
Disarikan dari laman Kagama, sosok Conny muda, memilik tekad sekuat baja untuk mengubah nasib. Lahir dari orang biasa, sejak kecil hingga SMA, anak keempat dari enam bersaudara itu hidup bersama keluarganya dari pasar ke pasar. Conny membantu orang tuanya jualan, bahkan menjadi buruh demi ingin mengubah nasib.

Keadaan susah memang harus diterima, tetapi Conny menyimpan tekad besar untuk mengubah nasib.

Conny muda bertetad untuk keluar dari kampungnya, dan kuliah di kota. Waktu itu, bersama sobat karibnya George Eman, nekat tanpa bekal pengetahuan apapun untuk menyeberang ke pulau Jawa, dan rupanya, niat itu didukung sepenuhnya oleh sang ibu, dengan membuka celengan yang selama ini sudah disiapkan untuk Conny.

Recehan antara Rp 50 dan Rp 100, terkumpul hingga Rp 268.000. Maka uang receh itulah yang menjadi bekal bagi Conny untuk melebarkan langkahnya menuju kampus Biru di Yogyakarta.

Tiket pesawat Kupang-Surabaya waktu itu dibeli dengan harga Rp 68.000, dan sisanya, untuk biaya naik bus menuju Yogya, hingga bertahan hidup di awal-awal kuliah.

Conny pun menjadi banyak belajar kepada masyarakat, saat mulai mengenyam pendidikan di UGM. Kalau di kampungnya, masyarakat cenderung homogen. Sedang di Yogya, lebih heterogen. Berbagai bahasa daerah didengarnya saat itu, memang bahasa Jawa lantas menyatukan mereka. Ada yang tiba-tiba berucap dengan bahasa Batak, Sunda, Bali dan banyak lagi. Bagi Conny, kenyataan yang heterogen itulah yang menjadi basis penting baginya dalam memutuskan pilihan karier.

Conny mulai kuliah di Jurusan Ilmu Pemerintahan (sekarang Departemen Politik Pemerintahan) pada 1980. Untuk bisa bertahan dan menghidupi diri sendiri, Conny menulis untuk media massa yang akhirnya justru mengasah kemampuan akademiknya, sebab untuk bisa menulis, harus punya banyak referensi dan wajib membaca berbagai macam buku.

Dalam sebuah pernyataanya, Conny menyebut, Negeri ini, betul-betul negeri yang majemuk dan unik.

Conny lulus dari Ilmu Pemerintahan pada 1987 lalu menjadi dosen, melanjutkan pendidikan S2 di St. Mary’s University, Halifax, Kanada (1992), dan meraih gelar Doktor Ilmu Politik UGM (2007).

Berkat celengan uang receh dari sang ibu, Conny dipercaya untuk menyusun teks pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo saat dilantik pada Oktober 2014.

Pengukuhan sebagai Guru Besar Fisipol UGM pada 2019 lalu pun menjadi puncak karier bagi Conny yang dilalui penuh perjuangan.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Presiden Keluarkan Inpres Atur Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Tjahjo Kumolo Kenang Cornelis Lay: Konsisten dalam Dunia Intelektual

Meski memiliki kedekatan dengan partai politik (parpol), Cornelis Lay dinilai Tjahjo Kumolo tetap memilih berdiri pada jalan intelektual.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Ledakan di Lebanon, DPR Minta WNI Lapor ke KBRI Jika Butuh Bantuan

WNI yang ada di Lebanon diminta tetap tenang dan tidak panik, apabila keadaan mengkhawatirkan dan memerlukan sesuatu, jangan segan-segan melapor ke KBRI.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Pasien Covid-19 Bunuh Diri di Rumah Sakit Royal Prima Medan

Pasien yang melakukan bunuh diri itu merupakan seorang wanita berusia sekitar 30 tahun. Korban diduga bunuh diri karena stres atas penyakitnya.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Dua Buron WNI Dipertukarkan Buron WNA

Dua buron WNI akan dipertukarkan dengan Markus Bim yang berhasil ditangkap di Bali, Kamis (23/7/2020) lalu.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Ini Komentar Mahfud Terkait Pasukan Elite TNI Tangani Terorisme

Menurut Mahfud MD, negara dirugikan apabila pasukan elite TNI tidak membantu penanganan terorisme.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Dua Kadis Pemkot Medan Juga Terpapar Covid-19

Keduanya adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Husni dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan, Hannalore Simanjuntak, yang ikut terpapar Covid-19.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Seminggu Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berstatus Saksi

Kendati sudah seminggu ditangkap, Djoko Tjandra hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Gubernur Sumut Doakan Akhyar Nasution Sembuh dari Covid-19

Menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Akhyar Nasution termasuk ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 5 Agustus 2020

KPK Didorong Proaktif Usut Skandal Pelarian Djoko Tjandra

KPK seharusnya tidak hanya menunggu pelimpahan dari aparat penegak hukum lain dalam menangani kasus tersebut.

NASIONAL | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS