Ketua Komisi X Usulkan Dana Darurat Pendidikan untuk Sekolah Daring

Ketua Komisi X Usulkan Dana Darurat Pendidikan untuk Sekolah Daring

Selasa, 4 Agustus 2020 | 19:55 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi X DPR mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengajukan dana darurat pendidikan menyusul kompleksitas masalah pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Dana darurat pendidikan dinilai menjadi salah satu solusi percepatan penyerapan anggaran Covid-19 yang dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, salah satu persoalan mendasar dari penyelenggaraan pendidikan selama pandemi ini adalah keterbatasan anggaran.

"Sudah saatnya Kemdikbud mengajukan dana darurat pendidikan sehingga bisa mempercepat penyelesaian masalah yang ada seperti minimnya kuota internet bagi siswa sekaligus juga menjadi jawaban atas keluhan Presiden terkait rendahnya penyerapan dana Covid-19,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Untuk diketahui Presiden Jokowi dalam Ratas Kabinet, Senin (3/8/2020) mengeluhkan kinerja sejumlah kementerian/Lembaga negara terkait kelambanan mereka dalam mempercepat penanggulangan Covid-19. Hal itu salah satunya ditandai dari minimnya serapan anggaran Covid-19. Dari Rp695 triliun anggaran yang disediakan, hingga saat ini baru terserap 20% atau sekitar Rp141 triliun. Jokowi menilai sejumlah kementerian masih terjebak pada rutinas kegiatan dan tidak tahu prioritas.

Huda menjelaskan, pihaknya menemukan banyak sekali permasalahan yang muncul dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menjadi tulang punggung pendidikan selama masa pandemi. Misalnya, banyak siswa yang belum punya smartphone, keterbatasan dana untuk membeli kuota data, hingga tidak meratanya akses internet di sejumlah daerah.

Kondisi ini memaksa para siswa untuk melakukan berbagai upaya agar bisa tetap belajar. Sebagian siswa nongkrong di warung kopi untuk dapat wifi gratis, ada yang patungan dan berkumpul bersama untuk beli modem data, hingga naik ke lokasi tinggi untuk dapat sinyal. Bahkan ada siswa yang nekat berangkat sekolah sendirian karena tidak punya smartphone.

Dia mengatakan berbagai persoalan teknis PJJ ini harusnya segera direspons cepat oleh jajaran Kemendikbud dan Dinas Pendidikan. Hanya saja mereka juga terbentur persoalan keterbatasan anggaran.

“Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah yang bisa digunakan untuk subsidi pembelian kuota internet juga terbatas sehingga tidak bisa menjangkau kebutuhan peserta didik,” katanya.

Dia mengatakan pemerintah harusnya secara khusus menyediakan dana darurat pendidikan untuk memastikan para peserta didik mendapatkan hak-hak mereka selama masa pandemi Covid-19.

Sementara saat ini anggaran Covid-19 hanya menyentuh tiga bidang utama. Yakni penanganan kesehatan, penanggulangan dampak sosial, dan pemulihan ekonomi. Sedangkan pendidikan belum tersentuh.

"Dana darurat pendidikan bisa digunakan untuk subsidi kuota data, pembelian smartphone untuk siswa, hingga menambah honorarium bagi para guru yang juga harus bekerja ekstra keras selama pembelajaran jarak jauh karena mereka harus melayani pertanyaan siswa di luar jam-jam kerja,” pungkasnya



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PPP: Presiden Marah Lagi Soal Penanganan Covid-19 Layaknya SP-2

Kemarahan Presiden hingga dua kali ini menunjukkan ada persoalan yang harus diselesaikan di tubuh kabinetnya.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Masih di Atas Global

Angka kematian Covid-19 di Indonesia lebih tinggi dari angka kematian global sebesar 3,79 persen.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Mengaku Sibuk, Pengacara Djoko Tjandra Tak Datang ke Mabes Polri

Pengacara Djoko Soegianto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, tak muncul dalam panggilan pertamanya sebagai tersangka di Mabes Polri, Selasa (4/8/2020).

NASIONAL | 4 Agustus 2020

PKB Usung Cabup Kopli Ansori di Pilbup Lebong

Saat ini ada 4 kandidat cabup Lebong hampir dipastikan akan bertarung di pilbup melalui Pilkada Serentak 9 Desember mendatang.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Tegaskan RT di Bawah 1 Bukan Berarti Sudah Aman

RT baru bisa digunakan apabila hasil pemeriksaan laboratorium dapat dilaporkan idealnya selama 1x24 jam.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah 68 Orang

Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah 68 orang. Dengan demikian total kasus positif Covid-19 sebanyak 4.261 orang.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Kalbar dan Sulteng Catat Tingkat Kesembuhan Tertinggi

Angka rata-rata tingkat kesembuhan Covid-19 nasional mencapai 61,79 persen

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Belum Dapat Pastikan Kapan Pandemi Corona Akan Berakhir

Dari sejarah pandemi global tercatat bahwa lama waktu wabah berlangsung cukup bervariasi, tergantung dengan jenis sumber wabah.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Jatim Nomor Satu Kasus Tertinggi Covid-19, NTT Paling Rendah

DKI Jakarta menempati posisi kedua kasus tertinggi Covid-19 setelah Jatim.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Sumut Ambil Alih Penanganan Corona di Mebidang

Upaya pengambil-alihan penanganan Covid-19 ini tetap melibatkan pemerintah kota maupun kabupaten.

NASIONAL | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS