INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Kasus Pembobolan BNI, Konfrontasi Maria-Adrian Belum Diperlukan

Minggu, 26 Juli 2020 | 17:40 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / FMB

Jakarta, Beritasatu.com — Penyidik belum merasa perlu mengkonfrontasi keterangan dua tersangka utama pembobol Bank BNI, Maria Pauline Lumowa (MPL), dan Adrian Herling Waworuntu (AHW).

“Kita tidak pernah mempertemukan, (belum perlu),” kata seseorang yang mengetahui kasus ini pada Beritasatu.com, Minggu (26/7/2020).

Adrian dan Maria adalah lakon utama dalam kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai hampir Rp 1,7 triliun dengan kurs sekarang.

Menurut Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jumat (24/7/2020), Adrian —yang divonis seumur hidup— telah diperiksa sebagai saksi Maria pada Kamis 23 Juli 2020.

Pemeriksaan dilakukan di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong oleh penyidik Direktorat Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Adrian dicecar kasus tersebut dengan 30 pertanyaan. Namun Adrian tidak mau diambil sumpah terkait keterangannya, sehingga keterangnanya kelak cukup dibacakan penyidik.

Adrian ingin hadir langsung dalam persidangan kasus Maria untuk melakukan perlawanan. Adrian memang dihukum paling berat dalam kasus ini.

Seperti diberitakan kasus Maria berawal saat pemilik PT Gramarindo Group itu mendapat mendapat pinjaman BNI cabang Kebayoran Baru pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Bank pelat merah ini mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro —atau setara Rp 1,7 triliun dengan kurs saat ini— kepada mereka. Aksi PT Gramarindo Group bisa mulus karena dibantu orang dalam bank.

Pada 2003 BNI pusat mengendus sesuatu yang tidak beres dalam transaksi keuangan PT Gramarindo Group. Mereka menggunakan L/C fiktif untuk mendapatkan kredit.

Kasus L/C fiktif inilah yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri. Rekan Maria bernama Adrian, oknum polisi, dan oknum internal BNI pun ditangkap dan telah divonis, sementara Maria kabur tak lama saat kasus ini disidik.

Maria licin bagai belut termasuk kini jadi warga negara Belanda sebelum akhirnya tertangkap di Serbia. Kini Maria disidik kembali oleh Bareskrim.

WN Belanda itu dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor dengan ancaman pidana seumur hidup dan Pasal 3 Ayat 1 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Pencucian Uang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemecatan Evi Novida Ginting, Istana Sebut Presiden Masih Pelajari Putusan PTUN

Presiden Jokowi masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk memutuskan banding atau tidak terkait keputusan PTUN.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pemkab Lebak Sosialisasi Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru

Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru ini dibuat sebagai upaya menuju masyarakat yang aman, sehat dan produktif.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Bareskrim Akan Punya Lima Jenderal Baru

“Lima direktorat itu akan naik jadi kor dan akan dipimpin bintang dua atau Irjen. Misalnya Dit Narkoba akan jadi Kor Narkoba,” kata seorang sumber.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Gubernur Wahidin Klaim WHO Akui Banten Semakin Baik Tangani Covid-19

Menurut Gubernur Wahidin Halim, WHO menyatakan, dalam tiga pekan terakhir, kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Banten menurun drastis.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pemprov Bengkulu Diminta Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemprov Bengkulu harus tegas kepada warga yang meremehkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Pengunjung Kebun Raya Cibodas Alami Peningkatan

Angka kunjungan ke Kebun Raya Cibodas mengalami peningkatan sehingga diterapkan sistem antrean apabila jumlah pengunjung sudah mencapai 2.500 orang.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Diknas Bengkulu Susun Juknis KBM Tatap Muka Tingkat SMA/SMK

Juknis tersebut, akan menjadi rujukan atau patokan bagi SMA/SMK zona hijau di Bengkulu.

NASIONAL | 26 Juli 2020

RSUD Banten Kembali Terima Pasien Umum

RSUD Banten mulai melayani pasien umum mulai Minggu (26/7/2020).

NASIONAL | 26 Juli 2020

Istana Pastikan Industri Pers Dapatkan Insentif

Pemerintah memastikan industri pers (media) akan menerima sejumlah insentif guna mengatasi ancaman penutupan perusahaan pada masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 26 Juli 2020

Nadiem Akan Evaluasi Program Organisasi Penggerak

Evaluasi lanjutan akan melibatkan sejumlah pakar pendidikan, lembaga negara, serta organisasi kemasyarakatan.

NASIONAL | 26 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS