Mas Menteri Nadiem Cerita "Apa Adanya" soal Pendidikan di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Mas Menteri Nadiem Cerita "Apa Adanya" soal Pendidikan di Indonesia

Senin, 6 Juli 2020 | 06:11 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / Faisal Maliki Baskoro

Jakarta, Beritasatu.com - Selama delapan bulan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim dikenal dengan ide-ide yang menyita perhatian publik. Ia percaya, perubahan tersebut dapat menjadi solusi atas persoalan-persoalan sektor pendidikan di Indonesia.

Merdeka Belajar adalah sebuah jalan yang ia ambil untuk menjadi solusi dunia pendidikan saat ini dan mendatang. Hingga saat ini, Merdeka Belajar telah memiliki empat program yang membahas: Ujian Pendidikan dan Zonasi, Kampus Merdeka, Mekanisme Operasional BOS, program Organisasi Penggerak dan juga Guru Penggerak.

Dalam program dialog bertajuk Apa Adanya yang ditayangkan di kanal media media sosial Beritasatu, Jumat (3/7/2020), ia mengaku bahwa kelemahan sektor pendidikan di Indonesia semakin terlihat nyata dengan adanya musibah pandemi ini.

Persoalan pertama yang paling terekspos adalah delta atau gap antara daerah tertinggal dan perkotaan Indonesia. Itu satu hal yang sangat terlihat, mulai dari akses ke internet, bahkan daya beli listrik, dan juga akses pada guru-guru yang melek teknologi. Gap itu menurutnya menjadi jauh lebih ekstrem di kondisi pandemik Covid-19.

“Demi menutup kesenjangan antara daerah-daerah terluar dengan daerah yang status ekonominya lebih tinggi dan lebih urban itu menjadi suatu mandat kita yang semakin penting lagi sekarang. Banyak dari effort ini bukan cuman lintas kementerian tetapi juga lintas pemerintahan daerah, pusat ataupun swasta.Tidak mungkin itu tercapai hanya satu pihak, butuh gotong royong semua ekosistem,” terangnya.

Masalah selanjutnya, ia mengakui bahwa teknologi di dunia pendidikan untuk mencapai pendidikan yang bermutu itu memiliki batas, terutama untuk anak-anak yang masih berada di usia belia. Persoalan ini semakin menantang untuk diatasi di masa pandemik Covid ini.

Meski sudah banyak daerah-daerah yang adopsi teknologi baik, sulit untuk mensubstitusi interaksi tatap muka. Jadi menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan penggunaan teknologi yang baik, itu pada dasarnya dipengaruhi oleh guru yang baik dan mau belajar kebaruan teknologi, serta kemudian mengadaptasikan pembelajaran yang mereka dapat ke anak-anak muridnya.

Untuk mengaktualisasikan solusi dari persoalan tersebut, ia pun merancang program Guru Penggerak. Program ini berupa pelatihan, identifikasi dan pembibitan calon pemimpin pendidikan di masa depan.

Terkait arah program Guru Penggerak, Nadiem berkata, akan berfokus pada pedagogi atau seni dalam menjadi seorang guru, serta berpusat pada siswa dan pengembangan holistik. Menurutnya, tenaga pendidik dalam Guru Penggerak bukan hanya guru yang baik, tetapi punya kemampuan berinovasi dan mendorong tumbuh kembang murid.

“Dengan demikian, ujung dari pembelajaran saat ini, mau pakai teknologi ataupun tidak adalah kualitas guru, dan bagaimana sistem kita mencetak dan melatih guru-guru, bukan hanya dengan kompetensi, tapi dengan rasa cinta kepada anak yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Dirinya pun melanjutkan, rigiditas dari kurikulum di Indonesia juga memiliki endapan problematika di dalamnya. Ia menjelaskan, kurikulum bukan hanya suatu modul-modul atau pendidikan kita untuk dipelajari anak, lebih jauh kurikulum itu sebenarnya akan menjadi garis panduan dan juga rambu-rambu para pendidik di Indonesia.

“Semakin ketat peraturannya di sini semakin tertahan juga kreativitas dan inovasi para guru. Apalagi di situasi saat ini, dimana guru-guru harus mencari jalan yang lebih kreatif memastikan pembelajaran masih dapat diselenggarakan,” jelasnya.

Demi menjawab tantangan ini, solusi cepat yang bisa diberikan oleh Kemdikbud adalah penyederhanaan kurikulum. Menurutnya ini adalah pilihan terbaik, mengingat mentransformasi kurikulum itu tidak akan mungkin terjadi dalam masa krisis 3-6 bulan ini.

“Membuat kurikulum baru itu perlu pemikiran lebih mendalam, bahkan bisa memakan waktu hingga lima tahun. Hal yang terpenting untuk kita lihat saat ini, adalah kita harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi, tetapi kita tidak mengeluarkan kurikulum baru tanpa pemahaman analisa dan kerja sama stakeholder yang efektif dan mendalam," kata dia.

Pernikahan Massal
Dalam masa pengabdiannya, Nadiem juga bercita agar pendidikan vokasi atau kejuruan langsung terhubung dengan perusahaan atau industri. Hubungan ini disebut Nadiem seperti nikah massal, antara vokasi dan perusahaan.

Menggagas konsep 'pernikahan massal' agar lulusan pendidikan vokasi bisa mudah mendapat kerja setelah lulus. Dia mendorong penyelenggara pendidikan vokasi baik SMK maupun politeknik, menyiapkan para peserta didik agar langsung diserap oleh industri.

Poin pertama dalam pernikahan masal ini adalah perumusan kurikulum. Nadiem berharap sekolah dan perguruan tinggi vokasi bisa memutakhirkan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kalau kurikulumnya bukan dari industri, kalau yang ngajar bukan dari industri, kalau tidak ada kemitraan rekrutmen dengan industri, itu ya namanya bukan vokasi. Jadi saya sudah bilang secara apa adanya, kepada semua semua member kepala kepala sekolah SMK sama rektor-rektor kita,” terangnya.

Selain itu, Nadiem juga mendorong penyelenggaraan pendidikan vokasi untuk menjalin kerja sama perekrutan dengan pelaku industri. Dengan begitu, lulusan mereka langsung bisa terserap ke dunia kerja.

“Vokasi itu hanya terbukti kalau ada industri yang sponsor dan merekrut langsung itu lulusan, baru namanya vokasi. Jadi itu menjadi cap kualitas kita. Saya nggak mau nerima alasan-alasan atau faktor-faktor lain kualitas sederhana. Parameter sederhana tetapi konkrit. Karena dengan pernikahan yang sah, mereka akan melahirkan anak-anak yang kualitas terbaik,” tuturnya.

Namun rintangannya, di masa pandemik ini vokasi juga harus melewati tantangan di tengah pandemi ini. Mengingat, kegiatan praktik siswa di sekolah terhambat selama beberapa bulan ini.

“Kita ingin memfokuskan pada revitalisasi SMK dan Politeknik, agar terlebih dulu memfokuskan untuk upgrade para siswa dibanding sarana prasarananya. Karena, saat SDM kita upgrade, baru dia bisa memilih dan menggunakan prasarana yang canggih. Maka latihan itu yang tadinya kita mau lakukan secara fisik yang sedikit terganggu, sekarang kita tetap melakukan pelatihan secara online,” tuturnya.

Masa Depan Bangsa
Meski Nadiem menyadari bahwa ia tak memiliki latar belakang sektor pendidikan. Namun, ia mengungkapkan alasan, keputusan besarnya untuk menjadi Menteri Pendidikan ini ialah untuk memberikan lentera pada masa depan bangsanya.

Nadiem, yang dikenal sebagai pembangun perusahaan teknologi Go-Jek, dinilai mampu mengantisipasi tantangan masa depan, termasuk yang berkenaan dengan kebutuhan lingkungan pekerjaan pada masa mendatang.

“Ini satu-satunya tugas di pemerintahan yang akan saya pernah terima, saya nggak akan pernah untuk menerima tugas lain di luar pendidikan. Kenapa saya terima? Karena saya pikir kunci dari segala-galanya adalah generasi berikutnya,” terangnya.

Nadiem mengatakan, potensi Indonesia benar-benar itu bertransformasi ada di generasi muda. Itulah mengapa, semua kesulitan dan pengorbanan ini rela ia lakukan untuk membentuk generasi yang unggul.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mendikbud: Pendidikan Terbaik Datang dari Orang Tua

Sesibuk apa pun hari yang dijalani, ia hampir tidak pernah melewati waktu untuk melakukan interaksi dengan buah hatinya.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Pembantu Rumah Tangga Rentan Jadi Korban Perbudakan Modern

PRT masih belum diakui sebagai pekerja dan mengalami pelanggaran hak-haknya baik sebagai manusia, pekerja dan warga negara.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Mandek 16 Tahun, DPR Tetapkan Draf RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Ini seperti angin segar bagi lima juta pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia yang mayoritas adalah kaum perempuan.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Sejumlah Objek Wisata di Bengkulu Ramai Dikunjungi Warga

Penerapan protokol kesehatan juga berlaku di seluruh objek wisata di Bengkulu.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Hari Pertama UTBK, Peserta Patuhi Protokol Kesehatan

Pada masa pandemi telah dilakukan sejumlah perubahan pada pelaksanaan UTBK 2020. Yang paling utama, seluruh peserta harus memenuhi persyaratan kesehatan.

NASIONAL | 5 Juli 2020

KPK 'Tertarik' dengan Data Dugaan Korupsi di BUMN

Hal ini disampaikan Nawawi menanggapi pernyataan Erick Thohir yang menyebut telah menemukan 53 kasus korupsi di BUMN yang berpotensi merugikan negara.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Kabar Gembira, Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah Lagi di Sumut

Tenaga medis juga terus bersemangat melaksanakan tugasnya mengingat jumlah kesembuhan pasien semakin tinggi

NASIONAL | 5 Juli 2020

Bersama Petrokimia, Gobel Lakukan Panen Raya di Gorontalo

Gobel menjelaskan berkat kerja sama yang dilakukan bersama Petrokimia Gresik, produktivitas jagung dalam panen meningkat hingga 2 kali lipat.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Amnesty International Sesalkan Dikeluarkannya RUU PKS dari Prolegnas

Amnesty International menilai kehadiran RUU PKS bisa memberi jaminan kepada korban kekerasan seksual.

NASIONAL | 5 Juli 2020

Puskesos, Garda Depan Pendataan dan Pengaduan Masyarakat

Salah satu yang dilakukan di Puskesos ini adalah pendataan warga yang tidak mampu. Data akan diverifikasi dan divalidasi secara berjenjang.

NASIONAL | 5 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS