1 dari 3 Anak Merokok, Sekolah dan Orangtua Tingkatkan Pengawasan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

1 dari 3 Anak Merokok, Sekolah dan Orangtua Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 19 Februari 2020 | 10:35 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Senior Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition(Seameo Recfon), Grace Wangge mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2018 terdapat 32,1 persen anak sekolah dengan rentan usia 10-18 tahun di Indonesia pernah mengonsumsi produk tembakau.

Menurut Grace, agar para siswa tidak terpapar produk tembakau, sangat diperlukan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam upaya pengendalian tembakau dan penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah. Salah satunya, harus ada kebijakan yang berdampak pada indikator kinerja dinas pendidikan, guru, kepala sekolah dan selalu dilakukan evaluasi secara periodik seperti yang dilakukan oleh Kemkes pada rumah sakit.

“Menurut kami, masalah tembakau ini bisa dimasukkan dalam indeks kinerjanya kepala sekolah, guru dan juga Pemda. Selama ini kita lihat belum ada yah di sekolah, kalau di rumah sakit sudah ada kayak akreditasi sehingga puntung rokok saja enggak boleh ada karena akreditasinya akan kurang. Ini sebenarnya bisa juga diterapkan di sekolah,” kata Grace pada Konferensi Pers Publikasi Policy Brief bertajuk; Pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul melalui Pengendalian Tembakau dan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah, di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (18/2/2020) petang.

Selanjutnya, secara personal, Grace mengusulkan bagi guru yang tidak mematuhi KTR dapat dikenakan sanksi seperti penundaan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pasalnya KTR yang telah diatur oleh Permendikbud tidak kelihatan dampaknya. Selain itu, Kemdikbud sebaiknya mengintegrasikan materi mengenai bahaya tembakau dan rokok bagi kesehatan gizi dalam kurikulum pendidikan di sekolah sedini mungkin mulai dari tingkat sekolah menengah pertama(SMP).

Grace juga menyebutkan, masalah tembakau pada siswa ini juga perlu ada kebijakan mengenai pendidikan orangtua murid atau parenting mengenai akibat rokok bagi kesehatan dan kesejahteraan anak.

”Salah satunya melalui pertemuan orangtua murid di sekolah untuk memberikan orentasi kepada orangtua mengenai dampak merokok terhadap kesehatan anak,”ujarnya.

Seperti diketahui berdasarkan data dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Univeristas Indonesia (PKJS UI), anak dari keluarga perokok terbukti 5,4 kali lebih rentan mengalami stunting dibandingkan anak dari keluarga tanpa rokok.

Direktur Seameo Recfon, Muchtruddin Mansyur menambahkan kebiasaan orangtua merokok di rumah mendorong anak untuk merokok setiap hari. Pasalnya, perilaku merokok dalam keluarga terbukti mempengaruhi kesehatan dan status gizi anak, tidak haya pada anak usia sekolah.

Sementara itu, Kepala agian Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud, Adi Nuryanto menuturkan, usulan dari Seameo Recfon selaras dengan program Mendikbud Nadiem Makarim dalam asesmen karakter dari empat pilar merdeka belajar.

“Kami meyakini bahwa episode berikutnya detail akan perhatikan tentang bagaimana bangun kawasan sekolah yang lebih sehat untuk mendukung generasi Indonesia yang unggul sehingga generasi yang kreatif dan inovatif dapat tercapai karena memang manusianya juga sehat dan siap untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi,”ujar Adi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tiga Tersangka Sunda Empire Tidak Alami Gangguan Jiwa

Penyidikan terhadap ketiga tersangka Sunda Empire akan terus dilanjutkan karena mereka tidak alami gangguan jiwa dan dalam kondisi kejiwaan yang normal.

NASIONAL | 19 Februari 2020

Akademisi dan Pelaku Usaha Nilai Perlunya Omnibus Law UMKM

Omnibus Law untuk UMKM diperlukan karena banyak peraturan yang memang menghambat, khususnya untuk para pelaku UMKM.

NASIONAL | 19 Februari 2020

Hari Raya Galungan, Warga Bali Diimbau Tak Pasang Penjor Dekat Jaringan Listrik

Momentum perayaan hari raya suci Galungan dan Kuningan menjadi perhatian PLN Unit Induk Distribusi Bali.

NASIONAL | 19 Februari 2020

Kejagung Periksa 15 Pemilik Rekening Saham Kasus Jiwasraya

Penyidik Kejagung juga melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (AJS).

NASIONAL | 19 Februari 2020

Soal RUU Ciptaker, Mahfud MD: Kalau Ada Protes Sampaikan ke DPR

Dikatakan Mahfud MD, protes RUU Ciptaker seperti itu memang seharusnya dilakukan karena masih dalam tahap RUU dan harus disampaikan ke DPR.

NASIONAL | 19 Februari 2020

Rakornis Deputi, Lima Program Prioritas Menpora Jadi Landasan

Apabila tidak sesuai dengan lima program prioritas Menpora Zainudin Amali, rencana kegiatan tersebut akan dicoret.

NASIONAL | 19 Februari 2020

Menpora Tak Ragukan Kesiapan IJBA Gelar Kejuaraan Dunia Jetski

Kaya akan prestasi, kesiapan IJBA dalam menggelar kejuaraan dunia jetski pada Juni mendatang sudah tidak diragukan lagi.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Tempat Favorit, Distrik I Meikarta Dipadati Pengunjung

Distrik I Meikarta menyediakan makanan enak, pusat perbelanjaan, bioskop serta desain interior cukup instagramable.

NASIONAL | 18 Februari 2020

Piala FIBA 2023, Indonesia Harus Berprestasi Sebagai Tuan Rumah

Tak hanya sebagai tuan rumah piala dunia FIBA 2023, Menpora Zainudin Amali menekankan pentingnya prestasi timnas bola basket.

NASIONAL | 18 Februari 2020

BPIP: Pancasila dan Agama Saling Mendukung

Pancasila merangkum dan meramu nilai-nilai agama yang ada di Indonesia.

NASIONAL | 18 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS