Cak Imin Klaim Tak Ada Aliran Dana Suap Proyek Kempupera ke Elite PKB
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Cak Imin Klaim Tak Ada Aliran Dana Suap Proyek Kempupera ke Elite PKB

Rabu, 29 Januari 2020 | 20:36 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (29/1/2020) sore. Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Arta John Alfred.

Pemeriksaan terhadap Cak Imin diduga berkaitan dengan permohonan justice collaborator yang dilayangkan mantan politikus PKB Musa Zainuddin pada Juli 2019. Dalam suratnya Musa mengklaim bukanlah pelaku utama suap ini dan hanya menjalankan perintah partai. Musa juga mengungkap adanya dugaan aliran duit ke petinggi PKB yang tak pernah terungkap di persidangan.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Cak Imin membantah pernyataan Musa. Wakil Ketua DPR itu mengklaim tidak ada aliran dana terkait kasus suap proyek Kempupera yang mengalir ke PKB.

"Tidak benar," kata Cak Imin usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Penyidik diketahui pernah menjadwalkan memeriksa Cak Imin pada 19 November lalu. Namun, mantan Menakertrans itu mangkir dari pemeriksaan KPK.

Cak Imin mengaku pemeriksaan terhadapnya dijadwalkan pada Kamis (30/1/2020) besok. Namun, lantaran adanya kegiatan, mantan Wakil Ketua MPR itu meminta penyidik memeriksanya hari ini.

"Saya datang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi dari Hong Artha. Mestinya diagendakan besok tapi karena besok saya ada acara, saya minta maju dan alhamdullilah selesai semuanya sudah. Sudah saya berikan penjelasan ya selesai," katanya.

KPK belakangan gencar memeriksa sejumlah politikus PKB. Sebelum Cak Imin, KPK telah memeriksa sejumlah politikus PKB lainnya, seperti Jazilul Fawaid, Fathan, Mohammad Toha, dan Helmy Faishal Zaini. Pada Selasa (28/1/2020) kemarin, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Ghofur. Namun, Abdul Ghofur mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa alasan apapun.

Diketahui, KPK menetapkan Komisaris dan Direktur PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Kempupera. Hong Arta diduga bersama-sama sejumlah pengusaha lain menyuap sejumlah penyelenggara negara untuk memuluskan usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara milik Kempupera.

Tim penyidik menemukan fakta yang didukung bukti-bukti berupa keterangan saksi, dokumen dan barang bukti elektronik bahwa Hong Arta dan rekan-rekannya menyuap sejumlah pihak. Beberapa diantaranya Amran Hi Mustary selaku Ketua Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp 8 miliar pada Juli 2015 dan Rp 2,6 miliar pada Agustus 2015. Selain itu, Hong Arta juga memberikan suap sebesar Rp 1 miliar kepada Damayanti Wisnu Putranti selaku anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP periode 2009-2014 pada November 2015.

Hong Arta merupakan tersangka ke-12 yang dijerat KPK terkait kasus ini. Sebelumnya, KPK telah menjerat lima anggota DPR, seorang Kepala Balai, seorang bupati, dan empat orang pih ak swasta. Mereka yang dijerat KPK, yakni, anggota DPR dari Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti, dua rekannya, Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin; Dirut PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary; Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng, dan empat Anggota DPR RI lainnya yakni, Budi Supriyanto; Andi Taufan Tiro; Musa Zainuddin; serta Yudi Widiana Adia serta Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kunjungan Turis Tiongkok ke Jatim Justru Meningkat

Selama sepekan terakhir, kunjungan wisman dari Tiongkok justru meningkat 29 persen.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Mahasiswa RI di Tiongkok Minta Segera Dievakuasi

Menurut Fadil, saat ini ada 102 mahasiswa Indonesia yang terisolasi di Wuhan dan berharap segera dievakuasi.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Virus Korona Ancam Industri Pariwisata DIY

Dampak virus korona sudah terjadi pembatalan kunjungan yang signifikan dari wisatawan Tiongkok.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Soal Kebijakan Pemeriksaan Saksi, Pimpinan KPK Tetap Berbasis Legitimasi Hukum

Pimpinan KPK tetap memiliki legitimasi hukum sebagai pengendali dan penanggung jawab tertinggi atas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Cegah Karhutla, BRG Prioritaskan Pembasahan Gambut

Untuk mencegah potensi karhutla, maka lahan gambut yang kering wajib dibasahi.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Pekan Depan Diumumkan Nama Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Lebak

Dadang tidak merincikan identitas kedua calon tersangka dimaksud dengan alasan demi kepentingan penyidikan.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Cabai Petani Bantul Diserang Hama Picu Harga Melambung

Hampir semua tanaman cabai di pesisir pantai Bantul, terserang penyakit patek atau antraknosa.

NASIONAL | 29 Januari 2020

5.000 Alumni dari 15 Negara Hadiri Reuni Akbar 90 Tahun Karangturi

Dari pelacakan panitia, angkatan tertua tercatat bernama Lauw Ling Tjhoen (J Adi Ladjuba), alumni 1938 yang kini tinggal di Bandung.

NASIONAL | 29 Januari 2020

PBNU Digitalisasi Pembayaran Zakat, dan Infak Lewat NUcash

NUcash merupakan aplikasi komplit karena di dalamnya ada sejumlah fitur transaksi untuk kebutuhan spesifik.

NASIONAL | 29 Januari 2020

Bupati Klungkung Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Virus Korona

Pihaknya juga telah menyiapkan ruang isolasi untuk wisatawan yang diduga mengidap virus korona.

NASIONAL | 29 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS