Sahroni Apresiasi Vonis Kasus Pelajar Bunuh Begal
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Sahroni Apresiasi Vonis Kasus Pelajar Bunuh Begal

Jumat, 24 Januari 2020 | 16:40 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mengapresiasi vonis Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Malang yang menjatuhkan sanksi kepada pelajar kelas XII SMA, terdakwa pembunuh begal, dalam bentuk pembinaan satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam, Wajak, Kabupaten Malang.

Sahroni menilai sudah selayaknya kasus pidana yang melibatkan seorang anak, proses hukumnya mengedepankan pembinaan. Terlebih jika tersangka atau terdakwa berada pada posisi membela diri atas perbuatan pidana yang dilakukan oleh pihak lain.

Menurut Sahroni, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pembegal yang terjadi di Malang dilatarbelakangi oleh sikap terdakwa membela kekasihnya yang menjadi korban pembegalan. Dalam posisi tersebut Sahroni menilai hakim telah berlaku bijaksana lewat keputusannya memvonis terdakwa dengan sanksi pembinaan.

"Dalam KUHP disebutkan bahwa penghilangan nyawa seseorang dapat dikenai sanksi pidana. Namun kearifan penegak hukum dituntut untuk sangat bijak dalam menilai duduk persoalan yang sesungguhnya. Saya memandang hakim telah menjalankan diskresi atas kewenangannya dengan tepat," kata Sahroni, di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sahroni menyebutkan, vonis tersebut bisa menjadi yurisprudensi dalam proses penegakan hukum ke depan. Sehingga dalam perkara-perkara sejenis, dapat lebih mengedepankan rehabilitasi atau pembinaan dibanding hukuman kurung badan sebagai disebutkan dalam KUHP.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dimana hakim melakukan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Seperti diketahui, Ketua Hakim, Nuny Defiary yang memimpin persidangan kasus pembunuhan begal menjatuhkan sanksi berupa satu tahun pembinaan di LKSA Darul Aitam Wajak terhadap ZA, terdakwa dalam kasus tersebut.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hujan Berkepanjangan, Bandung Selatan Terendam Banjir

Intensitas hujan tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Suplai air lebih dominan dari Sungai Citarum dan Cikapundung.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Sedimen Merapi

Sabo Dam Kali Woro merupakan bendungan yang dimanfaatkan untuk menampung aliran sedimen Gunung Merapi.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Dengan Terpaksa, ZA Terima Vonis Hakim

Keluarga ZA menerima vonis itu agar kasus yang membelit ZA segera berakhir.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Dompet Dhuafa Launching Aplikasi Barzah Pertama di Indonesia

Dompet Dhuafa meluaskan sebaran manfaatnya dengan menggandeng kemitraan dan menghadirkan aplikasi BARZAH di platform ponsel pintar

NASIONAL | 24 Januari 2020

Tiga Bendungan di Jatim Siap Difungsikan

Pembangunan ketiga bendungan tersebut bertujuan untuk mencapai misi ketahanan pangan dan ketahanan air.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Kasus Investasi Bodong, Pengamat Nilai Tepat Polisi Usut Keterlibatan Keluarga Cendana

Agus mengatakan, penanganan kasus ini secara perlahan mulai menunjukkan titik terang.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Berkas Tersangka Kasus Novel Diteliti Jaksa

Seperti diketahui dua pelaku penyerang Novel bernama Robby dan Rahmat telah diamankan polisi.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Perkuat Toleransi Beragama dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan masyarakat.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Pemerintah Diminta Segera Sesuaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

Tarif angkutan penyeberangan hingga kini tak kunjung ditetapkan meskipun sudah dibahas selama 1,5 tahun lebih.

NASIONAL | 24 Januari 2020

Diperiksa KPK, Komisioner KPU Mengaku Ditanya Penetapan Caleg PDIP

Hasyim Asy'ari juga mengaku diminta keterangannya terkait penetapan Caleg politisi PDIP Harun Masiku dan komunikasi dengan Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 24 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS