Usut Korupsi di Asabri, KPK Tunggu BPK
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Usut Korupsi di Asabri, KPK Tunggu BPK

Minggu, 19 Januari 2020 | 17:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengusut kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Hal ini merupakan kesepakatan Pimpinan KPK dan Pimpinan BPK saat bertemu pada Rabu (15/1/2020).

"Kami sudah melakukan kesepakatan, apabila ada kerugian negara yang dihasilkan dan dihitung oleh BPK, tentu kita akan tangani," kata Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Firli menegaskan, KPK tak ragu untuk mengusut kasus korupsi, apalagi ditemukan adanya dugaan kerugian keuangan negara. Namun, kata Firli, pihak yang berwenang menentukan kerugian keuangan negara adalah BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Yakinlah setiap ada dugaan korupsi apalagi merugikan keuangan negara tentu kita kerjasama dengan BPK dan BPKB, karena memang mereka yang punya kewenangan. Contoh misalnya ketika ada seorang meninggal dunia, kita tahu dia luka, tapi saya tidak bisa bilang dia meninggal dunia karena luka. Siapa yang tentukan, dokter forensik. Begitu juga dengan kasus korupsi terkait dengan kerugian negara," katanya.

Dalam kesempatan ini, Firli menyatakan, KPK saat ini menitikberatkan menangani perkara korupsi yang dibangun dari proses penyelidikan atau case building. Terdapat sekitar 20 dugaan korupsi yang saat ini diselidiki Lembaga Antikorupsi.

"Untuk case building. Masih ada yang harus kita kerjakan, kurang lebih 18-20 (dugaan korupsi)," katanya.

Dalam mengusut dugaan korupsi ini, KPK membentuk satgas gabungan yang terdiri dari penyelidik, penyidik, penuntut hingga accounting forensic atau akuntansi forensik. Meski demikian, Firli masih enggan mengungkap kasus dugaan korupsi yang saat ini sedang diselidiki KPK. Firli memastikan, KPK akan meningkatkan suatu perkara ke tahap penyidikan sepanjang telah memenuhi unsur.

"Saya tidak ingin masuk ke situ (dugaan korupsi yang sedang ditangani). Saya kerjakan kalau sudah dapat saksinya ada, barang buktinya ada. Jangan sampai sudah kita umumkan ternyata tidak pernah mampu menghitung kerugian negara," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK Yakin Mampu Bekuk Caleg PDIP Tersangka Suap Komisioner KPU

"Pelaku korupsi itu beda dengan pelaku pembunuhan yang siap tidur di hutan. Dan juga pelaku teror," ungkap Firli.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Perambahan Hutan Tak Terkendali, Orang Rimba di Jambi Kian Tersingkir

Kerusakan hutan di Jambi hingga kini sudah mencapai 1,2 juta hektare (ha) atau 57 persen dari luas total kawasan hutan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, BPPT Tambah Operasi TMC

Tim TMC BPPT akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Adian Bantah Terjadi Keributan di PDIP Saat Penggeledahan KPK

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat tidak ada keributan seperti yang ramai diberitakan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Sopir Bus Maut Subang Diduga Mengebut hingga Hilang Kendali

Bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan oleh pengemudi Dede Purnama ini melaju lebih kencang dari sebelumnya.

NASIONAL | 19 Januari 2020

KPK Kaji Jerat Pihak Lain Terkait Kasus Korupsi Pelabuhan Teluk Segintung

Dari laporan tersebut pimpinan KPK akan memutuskan langkah berikutnya terkait penanganan kasus ini.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Pemkot Bengkulu Subsidi Iuran JKN-KIS bagi 4.146 Warga Miskin

Warga miskin tersebut, mendapat subsidi iuran PBI JKN-KIS dari Pemkot Bengkulu, untuk fasilitas perawatan kelas III sebesar Rp 42.000/orang/bulan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Hadiri Natal TMP, Hasto: Ara Sirait Gembala Politik yang Baik

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memuji Ara sebagai gembala politik yang baik, karena di bawah kepemimpinannya berhasil melakukan regenerasi dan kaderisasi.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Bank Sumsel Babel Targetkan Peningkatan DPK

Bank Sumsel Babel telah menyiapkan strategi berburu dana murah.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Pasutri Edarkan Sabu di Kompleks Lokalisasi Dibekuk Polisi

sabu yang dibeli dari bandar Rejang Lebong tersebut, belum sempat dijual karena istri DE bernama SA, yang membawa barang haram itu tertangkap polisi

NASIONAL | 19 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS