Tok Panjang, Makan Bersama Menyambut Imlek di Pasar Semawis
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Tok Panjang, Makan Bersama Menyambut Imlek di Pasar Semawis

Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:00 WIB
Oleh : Stefi Thenu / FMB

Semarang, Beritasatu.com - Enam meja sepanjang hampir dua ratus meter disusun berjajar.

Di atasnya terhidang beragam kuliner lezat, mulai dari sup lobak, kue keranjang, acar, nasi goreng khas Tionghoa sampai yang paling lezat, ikan dori.

Di sudut lain, belasan orang meliuk-liukkan tongkat panjang penyangga Nnaga-nagaan, memeragakan tari Liang Liong.

Rancaknya gerakan mereka sampai-sampai membuat masyarakat yang memadati Pasar Semawis histeris karena seolah-olah hewan mitologi itu benar-benar hidup dan melayang di atas kepala mereka.

Layaknya memberi penghormatan, kepala naga Liang Liong yang diangkat setongkat penuh itu, menukik dan menggeliat di depan dada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang hadir mengenakan pakaian tradisional Tionghoa berwarna merah.

Setelah hentakan musik pengiring membuncah, sang naga berputar arah membukakan jalan bagi Ganjar dan tamu undangan lainnya, menuju salah kursi di deretan meja panjang tersebut.

Kemeriahan itu terjadi di ujung jalan Wotgandul Timur, kawasan Pecinan Semarang, Jumat (17/1/2020) malam, saat menggelar tradisi Tok Panjang.

Tok Panjang merupakan tradisi makan orang Tionghoa di meja panjang yang diikuti oleh banyak orang, yang digelar menyambut datangnya Hari Raya Imlek.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis), Harjanto Halim, menuturkan, di Semarang, tradisi itu dipoles jadi perayaan meriah yang dibuka selebar-lebarnya untuk siapapun.

Karenanya, halal menjadi syarat dan jaminan khusus pada seluruh makanan yang disajikan di Tok Panjang. Berbagai tokoh dari etnis, suku maupun agama berbeda, hadir menikmati beragam hidangan khas Tionghoa tersebut.

Saat Ganjar dan juga Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan para tokoh menempati kursi masing-masing, suara perkusi pengiring Liang Liong segera berganti dengan alunan erhu, guzheng dan dizi yang mengiringi gadis berjilbab menyanyikan lagu Mandarin.

Lagu-lagu tersebut mendendangkan syair-syair kebahagiaan menjelang Tahun Baru Imlek.

"Selain lewat lagu, kebahagiaan itu kami luapkan dengan menggelar Tok Panjang ini," kata Harjanto Halim.

Telah 17 kali Tok Panjang digelar di Kawasan Pecinan Semarang. Selama 17 kali pula acara yang digelar selama tiga hari itu tidak pernah sepi pengunjung.

Gaungnya pun telah didengar bukan hanya warga Jawa Tengah, namun hampir seluruh penjuru Tanah Air dengan memanfaatkan ikatan persaudaraan maupun penyebaran informasi di berbagai media.

Woro Mastuti, misalnya. Dia rela menempuh perjalan sekitar delapan jam dari Depok, Jawa Barat, hanya ingin duduk di jajaran kursi dan menikmati sajian di Tok Panjang Semawis.

"Luar biasa sekali acaranya, apalagi hidangannya ini. Lobak yang asal rasanya hambar bisa jadi enak begini. Harus dilestarikan ini, makanan dan terutama acaranya," kata perempuan paruh baya yang menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI) itu.

Sebenarnya, tradisi makan di meja panjang menjelang Imlek itu bukan hanya dilakukan di Semarang, tapi di juga di tempat lain. Bahkan di Singapura ada beberapa resto yang memiliki tema tradisi makan ini. Bukan hanya itu, di Malaysia bahkan ada museum yang memamerkan tradisi ini.

Ganjar mengaku terlalu sayang memang untuk melewatkan momen itu. Saat memberi sambutan, dia mengatakan sengaja memesan baju khusus ke penjahit untuk menghadiri acara itu.

"Tapi sayang, meski sudah memakai baju khusus ini saya tidak bisa menghabiskan ikan dori yang sangat lezat itu karena dipaksa naik panggung ini. Kamu (MC) harus tanggung jawab. Tapi kok bisa ya masak seenak itu," seloroh Ganjar yang membuat ribuan pengunjung tidak bisa menahan tawa.

Tapi penyesalan Ganjar yang tidak bisa menghabiskan hidangan ikan dori itu, terbayar tuntas ketika dia menikmati kue keranjang. Berbeda dengan kue keranjang pada umumnya, di Tok Panjang, tersaji kue keranjang kukus santen yang menurut Ganjar sensasi rasanya luar biasa legit.

Kebahagiaannya semakin lengkap ketika nonton adegan peperangan di pertunjukan wayang potehi. Saking tertariknya, Ganjar mengeluarkan souvernir wayang potehi yang dia terima di atas panggung, kemudian turut nimbrung dalam adegan peperangan itu.

"Inilah kekayaan kita. Acara yang sangat unik dan ditunggu-tunggu banyak orang. Kulinernya enak-enak. Tidak ada ruginya liburan ke sini," tandasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Museum History of Java Padukan Historis dan Kekinian

Museum era kini harus lebih gaul, dan mengerti psikologis pegunjung.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Bayu Prawira Hie Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

Leaders’ effectiveness akan meningkat jika bank mampu meningkatkan transformasi digital governance.

NASIONAL | 17 Januari 2020

BNN Sebut Ada 195.081 Pengguna Narkoba di Jateng

Untuk memberantas narkoba, perlu menggandeng komunitas.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Kriminalisasi Jaksa Chuck Dikisahkan dalam Novel Berjudul "Titik dalam Kurung"

Banyak orang di lingkaran kejaksaan yang mengatakan bahwa mereka tidak mau seperti yang dialami Chuck.

NASIONAL | 18 Januari 2020

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Hingga 23 Januari 2020

BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi wilayah.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Bali Destinasi Favorit Liburan Warga Luksemburg

Paviliun Indonesia tahun ini juga dimeriahkan dengan pijat gratis, berbagai tarian dan jajanan pasar ala Indonesia.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Menkumham Pacu Ditjen AHU Susun Rencana Program

Dirjen AHU kebut susun program.

NASIONAL | 18 Januari 2020

Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Baru Bersifat Investasi

“Yang kita tawarkan satu, tidak pinjaman. Kedua, tidak ada government guarantee. Ini semua kerja sama,” jelas Presiden Jokowi.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Kapolri dan Panglima TNI Bangga dengan Soliditas TNI - Polri

Panglima TNI dan Kapolri merasa haru dan bangga karena soliditas TNI-Polri betul-betul nyata.

NASIONAL | 17 Januari 2020

5G Ditargetkan Selesai Sebelum Pindah Ibu Kota

Pemerintah menargetkan jaringan komunikasi terbaru 5G sudah dapat diadopsi sebelum ibu kota dipindahkan ke Kalimantan Timur pada 2024.

NASIONAL | 17 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS