INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Cegah Covid-19, Pemprov DKI Dorong Perkantoran Tingkatkan Pengawasan Internal

Rabu, 29 Juli 2020 | 09:15 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong pimpinan atau penanggung jawab tempat kerja di perkantoran untuk meningkatkan pengawasan internal dalam penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di perkantoran. Pengawasan internal dinilai lebih efektif untuk mengendalikan Covid-19 di perkantoran.

“Jadi, kita minta kerja samanya untuk perkantoran agar segera mengefektifkan gugus tugas internal untuk bisa melakukan pengawasan secara ketat terhadap protokol kesehatan. Kalau tidak, akan sulit mencegah penuluran Covid-19 di perkantoran,” ujar Kapala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Keberadaan Gugus Tugas internal ini sudah diamanatkan oleh Peraturan Gubernur DKI Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif. Dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a Pergub 51 tersebut dinyatakan bahwa pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat kerja yang menyelenggarakan aktivitas wajib membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja.

Ketentuan ini diperkuat dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Nomor 1477 Tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif. Pada butir pertama SK Disnaker tersebut, menyatakan pimpinan perusahaan membentuk Tim Gugus Tugas Covid-19 internal perusahaan yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3, dan petugas kesehatan.

Menurut Andri, jumlah yang terpapar Covid-19 di perkantoran banyak karena lemahnya fungsi gugus tugas ini. Padahal, kata dia, protokol kesehatan sudah ada dan disiapkan. Namun, protokol kesehatan tersebut hanya menjadi formalitas karena tidak adanya pengawasan.

“Sering sekali saya menemukan protokol Covid-19 sudah disiapkan tapi terkadang tidak dijalankan. Kenapa? Itu dia, gugus tugasnya tidak berfungsi dengan baik sehingga akibatnya kluster di perkantoran terjadi,” tandas dia.

Selain minta kerja sama perkantoran untuk mengefektifkan gugus tugas internal, lanjut Andri, pihaknya tetap akan meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan ketentuan PSBB transisi. Penerapan sanksi, kata dia, tetap dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang bandel mulai dari sanksi teguran hingga penutupan sementara.

Bahkan dalam Pergub 51, disebutkan sanksi denda sebesar Rp 25 juta jika kantor tidak membentuk gugus tugas dan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita tetap beri peringatan pertama, kedua lalu penutupan sementara. Misalnya melanggar ketentuan 50 persen kapasitas atau tidak menerapkan sistem shift kerja,”tegas dia.

Lebih lanjut, Andri meminta perkantoran tidak perlu takut melaporkan jika ada karyawan atau stafnya terpapar Covid-19. Laporan tersebut, kata dia, agar bisa segera ditindaklanjuti demi menyelamatkan perusahaan, karyawan dan keluarga karyawan dari Covid-19.

“Kepada pekerjanya yang terpapar, dia harus dirumahkan selama 14 hari atau dirawat di rumah sakit yang ditunjuk perusahaan atau ke Wisma Atlet. Nah terhadap rekan-rekan yang berinteraksi juga demikian. Isolasi mandiri selama 14 hari. Selama 3 hari kita lakukan setop operasi, perusahaan tersebut harus rapid test terhadap seluruh pekerja yang ada supaya memastikan pekerja yang aktif kembali bekerja betul-betul dalam keadaan sehat,” pungkas Andri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Positivity Rate Belum Ideal, PSBB Transisi DKI Kemungkinan Diperpanjang

“Kalau masih seperti ini kemungkinan kita akan memperpanjang masa transisi,” kata Wagub DKI Ahmad Riza Patria.

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2020

Sapi Kurban Jokowi Diberi Perawatan Khusus

Tahun ini, sapi berbobot 1,06 ton seharga Rp 60 juta dibeli Jokowi di lapak milik Matroji yang menjadi langganan Jokowi.

MEGAPOLITAN | 29 Juli 2020

Agen Beras yang Digerebek BNN Baru Beroperasi 3 Hari

Warga menyatakan bahwa orang-orang yang berada di ruko agen beras yang gerebek BNN selasa sore itu memang agak tertutup dengan lingkungan sekitar.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Zona Merah, Lima Wilayah Kota Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19

Lima kota administratif di DKI Jakarta berada pada zona risiko tinggi penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Gerebek Agen Beras di Tangerang, BNN Dapati 50 Paket Sabu

BNN mendapti 50 paket narkotika jenis sabu yang tersimpan dalam karung jagung yang dibawa dari Medan, Sumatera Utara oleh sebuah truk fuso di gudang beras.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Gara-gara Knalpot Modifikasi, 6 Pemuda Tega Bacok Buruh

Enam pemuda tega melakukan penganiayaan terhadap seorang buruh yang sedang melintas di Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

305 Orang Terjaring Tak Gunakan Masker di Depok

Sebanyak 305 orang di Kota Depok terjaring saat hari pertama perpanjangan Gerakan Depok Bermasker, Selasa (28/7/2020).

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Pemprov DKI: Usia Produktif Paling Banyak Terpapar Covid-19

Orang yang paling banyak terjangkit Covid-19 adalah usia 20 tahun hingga 49 tahun.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Pasar dan Perkantoran Masuk 5 Besar

Klaster penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta didominasi rumah sakit, komunitas, pekerja migran, pasar serta perkantoran.

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020

Kurangi Pengangguran di Jakarta, TAN Grup Lakukan Ekspansi di Tengah Pandemi

Optimisme adalah kunci agar Indonesia bisa bangkit dari imbas virus Covid-19

MEGAPOLITAN | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS