Tips Cermat Memilih APD Covid-19
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Tips Cermat Memilih APD Covid-19

Jumat, 17 April 2020 | 13:45 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengimbau seluruh tenaga kesehatan cermat memilih dan menggunakan alat pelindung diri (APD) agar sesuai dengan tingkat risikonya. Karena pemilihan APD yang baik akan melindungi tenaga kesehatan dari tertularnya virus corona (Covid-19).

Seperti diketahui Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan virus corona dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Oleh karena itu diwajibkan untuk tenaga kesehatan, tenaga medis dan para medis untuk menggunakan APD yang tepat dan sesuai standar dalam menanggni pasien Covid-19 untuk mencegah penularan.

Sekretaris Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes Arianti Anaya mengatakan, sudah banyak berita tentang kasus meninggalnya tenaga kesehatan yang tertular pada saat melakukan penanganan pasien Covid-19.

"Salah satu faktor adalah penggunaan APD yang tidak tepat dan tidak memenuhi standar sebagai alat pelindung diri, dimana kita harus melindungi diri dari virus yang sangat infeksius ini," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Arianti menjelaskan, APD adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk menjadi penghalang terhadap penetrasi zat, partikel bebas cair atau udara dan melindungi penggunanya terhadap penyebaran infeksi.

Penggunaan APD yang baik menjadi penghalang infeksi yang dihasilkan oleh virus dan bakteri. Penggunaan APD pada penanganan Covid-19 dapat didasari pada tempat layanan kesehatan, profesi dan aktivitas tenaga kesehatan.

"Banyak orang menyebut APD (coverall), sebenarnya APD untuk penanganan Covid-19 terdiri masker, sarung tangan, coverall, gown, pelindung mata, pelindung muka, pelindung kepala, pelindung kaki dan sepatu boot antiair," ucapnya.

Dalam penggunaan APD lanjutnya, juga ada jenjang atau tingkatannya. Pertama, untuk tenaga kesehatan tingkat 1 yang bekerja di tempat praktik umum, kegiatannya tidak timbulkan risiko tinggi, tidak timbulkan aerosol maka dapat gunakan APD berupa masker bedah, gown dan sarung tangan pemeriksaan.

Kedua, untuk tenaga kesehatan tingkat dia seperti dokter, perawat, petugas laboratorium yang bekerja di ruang perawatan pasien, melakukan pengambilan sampel non pernafasan atau di laboratorium, maka APD yang dibutuhkan berupa penutup kepala, kaca mata pengamanan (goggle), masker bedah, gown dan sarung tangan sekali pakai.

Ketiga, yang paling infeksius atau berisiko tinggi adalah tenaga kesehatan di tingkat 3. Kelompok ini adalah tenaga kesehatan yang bekerja berkontak langsung dengan pasien yang dicurigai atau sudah terkonfirmasi Covid-19 dan melakukan tindakan bedah yang menimbulkan aerosol, maka APD yang digunakan harus lebih lengkap.

Dalam kelompok tersebut APD yang digunakan berupa penutup kepala, pengaman muka, pengaman mata, masker N95, coverall, sarung tangan bedah dan sepatu boot antislip.

"Kalau kita lihat salah satu bagian penting APD adalah masker. Masker harus digunakan oleh tenaga kesehatan. Khususnya masker bedah di mana masker ini harus bisa mencegah kontak terhadap cairan, darah, maupun droplet," ungkap Arianti.

Masker bedah ini tambahnya terdiri dari tiga lapisan yaitu spunbond, meltblown dan spunbond lagi yang mencegah tingkat penularan.

Sedangkan untuk penanganan Covid-19 terhadap tenaga kesehatan yang melakukan tindakan bedah atau nebulasi atau dokter gigi, yang pada saat tindakan memungkinkan memicu keluarnya aerosol maka diharuskan gunakan masker N95.

Masker N95 terdiri dari 4-5 lapisan. Lapisan luar polypropylene, lapisan elektrit dan kemampuan masker ini kuat dibandingkan masker bedah. Selain mampu menahan cairan darah dan droplet juga mampu menahan aerosol.

Bagian lain yang penting dari APD adalah coverallBiasanya spefisikasi APD menutup dari kepala hingga kaki. Penggunaan coverall ini sangat penting disesuaikan dengan tingkat risiko penularan.

Ia menjelaskan, jika tenaga kesehatan bekerja di area infeksi sangat tinggi maka diharuskan gunakan coverall yang mampu menahan cairan, darah, droplet dan aerosol.

Material yang biasa digunakan coverall untuk melindungi tenaga kesehatan di risiko sangat tinggi biasanya dibuat dari nonwoven, serat sintesis dengan pori-pori yang sangat kecil yaitu 0,2-0,54 mikron. Hal ini harus dibuktikan dari pengujian material di lab terakreditasi.

"Sejak mewabahnya Covid-19 maka terjadi lonjakan kebutuhan APD di Indonesia dan seluruh negara terjangkit. Isu kelangkaan APD telah mendorong banyak industri dalam negeri berpartisipasi membuat coverall untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan," paparnya.

Berbagai coverall dijual dan dibuat dengan berbagai bentuk dan harga. Untuk antisipasi maraknya pembuatan coverall di masyarakat Kemkes harus memberi standar.

Kemkes telah menerbitkan dua pedoman sebagai acuan standar bagi penanganan dan manajemen Covid-19 yakni standar APD dalam manajemen standar penanganan Covid-19 dan petunjuk teknis APD untuk menghadapi wabah.

Diharapkan lanjutnya, pedoman ini digunakan tenaga kesehatan dalam memilih APD yang dibutuhkan dan juga industri bisa menggunakan pedoman ini sebagai acuan untuk membuat APD.

"Kemkes sudah terbitkan izin edar kepada beberapa industri yang telah penuhi standar yang ditetapkan dan dibuktikan dengan uji lab terhdap bahan material yang digunakan," imbuhnya.

Kemkes juga tambahnya, melakukan relaksasi memberikan kemudahan perizinan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 termasuk APD. Lalu APD yang sudah memenuhi syarat, mendapatkan izin edar.

Saat ini pemenuhan APD terus meningkat, Kemkes melakukan pendampingan industri dalam negeri untuk membuat coverall dan bahan baku APD.

Menurutnya, untuk APD yang belum sesuai standar dan uji lab yang ada dalam pedoman Kemkes tetap dapat digunakan di area yang mempunyai tingkat risiko rendah seperti untuk tenaga farmasi, gizi, pengendara ambulan bisa menggunakan APD nonmedis. Untuk APD ini tidak memerlukan izin edar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pentingnya Gaya Hidup Sehat di Tengah Pandemi

Visi perusahaan adalah membuat kehidupan masyarakat lebih sehat, dan bahagia.

KESEHATAN | 17 April 2020

YLKI: Semua Dokter dan Tenaga Medis Wajib Dilengkapi APD

YLKI meminta semua dokter dan tenaga medis harus menggunakan APD sesuai standar penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 16 April 2020

Penggantian Biaya Diberikan ke Semua RS yang Layani Pasien Covid-19

RS yang tidak ditunjuk tetapi memberikan layanan pada pasien Covid-19 harus berkirim surat ke dinas kesehatan setempat bahwa RS tersebut melayani.

KESEHATAN | 16 April 2020

Pemerintah Bayar 50% Tagihan Pasien Covid-19 di RS Tanpa Verifikasi

Ini diharapkan bisa mengurangi beban operasional sehingga cash flow rumah sakit tetap lancar.

KESEHATAN | 16 April 2020

WHO: Tiga Vaksin Covid-19 Tengah Diuji Coba, 70 Dikembangkan

WHO) menyatakan bahwa saat ini terdapat tiga vaksin Covid-19 yang telah masuk tahap uji coba klinis dan lebih dari 70 vaksin dalam pengembangan.

KESEHATAN | 16 April 2020

Yukata Donasikan APD ke RS Rujukan Covid-19

Yukata Peduli menyalurkan 100 paket bantuan APD ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur dan RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua.

KESEHATAN | 16 April 2020

Uji Coba Massal Obat Covid-19 Diikuti 900 Pasien dari 90 Negara

Solidarity trial itu juga bertujuan untuk mempercepat penelitian dan pengembangan pengobatan serta uji coba vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 16 April 2020

Adinkes Gelar Edukasi Online Pencegahan Covid-19

Mundipharma Indonesia mendukung Adinkes dalam edukasi pencegahan dan penangangan Covid-19.

KESEHATAN | 16 April 2020

Virus Corona Baru Menular Cepat Lewat Close Contact

Menjaga jarak dengan orang lain sangat penting untuk menghindari penularan virus Corona baru.

KESEHATAN | 16 April 2020

Pertama Kali, Pasien Covid-19 Sembuh Lebih Banyak daripada yang Meninggal

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh tercatat 548 orang, sedangkan yang meninggal 496 orang.

KESEHATAN | 16 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS