Menko Airlangga: Ekonomi RI Sudah Memasuki Masa Recovery
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Menko Airlangga: Ekonomi RI Sudah Memasuki Masa Recovery

Rabu, 5 Agustus 2020 | 16:21 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah meyakini titik terendah perekonomian akibat Covid-19 sudah dilalui pada triwulan II 2020 dengan perekonomian RI yang terkontraksi -5,32%. Hal itu terindikasi antara lain dengan adanya sentimen positif pada akhir Juni dengan mulai menggeliatnya industri otomotif, angka penjualan ritel, dan membaiknya survei kegiatan dunia usaha, termasuk ekspor impor. Serta, kenaikan laba beberapa perusahaan tercatat (emiten) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level psikologisnya 5.000.

"Ada keyakinan pemerintah recovery-nya dalam bentuk pembalikan, jadi triwulan kedua menjadi bottom dari perekonomian Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Rilis PDB Kuartal II 2020, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Pada kuartal III, pemerintah sambungnya akan mempercepat penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang per 3 Agustus kemarin baru terserap 20% dari total Rp 695 triliun. Setidaknya, sebut Airlangga untuk meningkatkan ekonomi per kuartalnya dibutuhkan dana minimal Rp 800 triliun untuk dibelanjakan di berbagai sektor.

"Dengan adanya belanja dalam bentuk bansos maupun cash, daya beli bisa terungkit dan bisa mempersempit gap negatif, agar signal yang naik ke atas itu bisa terus dikejar oleh pemerintah," ucapnya.

Baca juga: Dampak Covid-19 Terasa di Hampir Semua Sektor, dari Otomotif hingga Pariwisata

Lebih lanjut, Airlangga meyakini penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) pada akhir Desember 2020 bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi. Di mana, akan ada Rp 30 triliun dana yang beredar saat penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut yang berasal dari dana pemerintah, maupun dana para calon bupati, wali kota, dan gubernur.

"Dana yang beredar untuk Pemilukada sekitar untuk penyelenggaraan Rp 24 triliun. Nungkin dana dikeluarkan para calon bupati, wali kota, gubernur itu bisa minimal Rp 10 triliun sendiri, sehingga saat pilkada kemungkinan Rp 34-35 triliun. Dana beredar tentu akan meningkatkan konsumsi terutama untuk alat-alat atau alat peraga bagi calon, termasuk di antaranya masker, hand sanitizer, dan alat kesehatan lain. Sehingga Pemilukada itu sendiri akan juga menjadi faktor pengungkit," jelasnya.

Sementara terkait hasil pertumbuhan ekonomi RI yang -5,32%, Airlangga menilai itu masih lebih baik ketimbang anjloknya ekonomi negara lain.

"Kalau kita bandingkan dengan negara lain misalnya, Indonesia di kuartal I masih positif 2,97% dan di kuartal II -5,325. Amerika sendiri di kuartal II ini -9,5%, negara ASEAN lain seperti Singapura bahkan sudah -12%. Eropa bakan turun lebih dalam dari -3% menjadi -15% di kuartal II. Lalu Meksiko -18,9% dan Prancis -19%. Artinya, di antara peer country (negara-negara berkembang, Red), ini Indonesia masih relatif tidak sedalam yang lain. Hal ini karena memang pandemi Covid-19 ini sesuai dengan apa yang terjadi di berbagai negara, itu dampaknya luas di 213 negara, tidak terkecuali Indonesia," ungkap ia.

Menurut Airlangga, anjloknya perekonomian Indonesia di periode tersebut akibat pembatasan aktivitas sosial yang dilakukan pemerintah untuk menahan laju penyebaran covid-19, dengan puncaknya terjadi pada Maret dan April.

Meski begitu, ia berharap adanya efek perbaikan dari perekonomian global kepada Indonesia melalui negara-negara yang sudah lebih dahulu mengalami pemulihan, seperti misalnya Tiongkok.

Sementara itu, Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian sekaligus Sekretaris Eksekutif I Komite Kebijakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede juga menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia meski -5,32%, namun masih lebih baik dibandingkan negara lain. Apalagi, dalam kondisi yang dipenuhi faktor ketidakpastian, yang semuanya tergantung dengan kapan vaksin Covid-19 berhasil diterapkan ke manusia sebagai pencegahan penyebaran virus ini.

"Kita bukan outlier (acuan), bahkan dengan negara lainnya yang sudah mengeluarkan data kuartal II kita boleh dikatakan masih sejalan bahkan mungkin not bad dibandingkan mereka," pungkasnya.

Untuk itu, sebagai langkah pencegahan krisis, pemerintah mengejar setidaknya bisa mencapai pertumbuhan positif minimal 0% pada kuartal III dan IV. Bila itu dicapai itu sudah sangat bagus sekali.

Adapun, pertumbuhan ekonomi di sisa dua kuartal ini, sambungnya amat tergantung pada dua hal. Pertama, penyerapan stimulus dana PEN. Kedua, cara penanganan virus Covid-19 apakah bisa lebih baik dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dampak Covid-19 Terasa di Hampir Semua Sektor, dari Otomotif hingga Pariwisata

Hampir semua sektor usaha mengalami koreksi akibat pembatasan aktivitas yang dilakukan pemerintah dan melemahnya permintaan

EKONOMI | 5 Agustus 2020

14 Lapangan Usaha Terkontraksi, PDB Triwulan II 2020 Minus 4,19%

Sebanyak 14 sektor usaha memberi kontribusi negatif yang menekan PDB di triwulan II 2020.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Bursa Asia Ditutup Mixed, Investor Masih Pantau Stimulus AS

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8/2020) karena ketidakpastian stimulus virus corona di Amerika Serikat (AS).

EKONOMI | 5 Agustus 2020

IHSG Lanjutkan Tren Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,03 persen ke kisaran 5.127.05 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (4/8/2020).

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Realisasi Penyaluran Subsidi FLPP Capai Rp 7,9 Triliun

Total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai Rp52,30 triliun.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Tidak Perlu ke Kantor Pajak, UMKM Bisa Buat NPWP di Bank Himbara

Pemerintah memastikan bahwa mulai 17 Agustus 2020, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat secara langsung membuat NPWP di bank Himbara.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

BNI Kuasai 12,51% Layanan Kredit Sindikasi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menempati peringkat teratas dalam jajaran lembaga keuangan penyedia sindikasi di Indonesia versi Bloomberg.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.523-Rp 14.581 per dolar AS.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Indomaret Jadi Toko Ritel Pertama di RI Hadirkan Drive Thru

Ke depan layanan drive thru akan dikembangkan secara selektif di kota-kota yang tingkat kesibukannya tinggi di antaranya Gresik, Jakarta, Sentul Bogor.

EKONOMI | 5 Agustus 2020

Triwulan II, Hanya Tujuh Sektor Usaha yang Positif

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2020 dibandingkan semester I-2019 terkontraksi 1,26 persen.

EKONOMI | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS