INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

OJK: Sempat Anjlok, Pertumbuhan Kredit Perbankan Mulai Pulih Bulan Juli

Selasa, 4 Agustus 2020 | 14:03 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, pertumbuhan kredit perbankan per Juni 2020 anjlok menjadi hanya sekitar 1,49%, jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 9,92%. Kredit di bulan Juli sudah meningkat, di mana per 23 Juli sudah mencapai Rp 5.576 triliun atau tumbuh 2,27% YoY.

Di bulan Juni, penurunan kredit paling dalam terjadi pada bank umum kegiatan usaha (BUKU) 3 dengan penurunan kredit hingga minus 2,27%, sedangkan BUKU 1 tumbuh 3,94%, BUKU 2 tumbuh 4,81%, dan BUKU 4 masih tumbuh 2,88%.

Dari sisi segmennya, kredit juga tertekan pada kredit modal kerja yang masih terkontraksi hingga minus 1,3%. Namun, untuk kredit investasi, masih tumbuh 5,6% dan untuk kredit konstruksi masih tumbuh 2,3%. Secara sektoral, perlambatan didorong sektor perdagangan dan industri pengolahan sejalan dengan penurunan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Namun, kata Wimboh, kredit di bulan Juli sudah meningkat, di mana per 23 Juli sudah mencapai Rp 5.576 triliun atau tumbuh 2,27% YoY. Hal itu sejalan dengan stimulus yang diberikan pemerintah, seperti penempatan dana dengan biaya murah pada Bank Himbara sebesar Rp 30 triliun dan Rp 11,5 triliun ke BPD, dan penjaminan kredit modal kerja bagi segmen UMKM, serta penjaminan kredit modal kerja bagi segmen korporasi padat karya dan adanya rencana pemerintah menambah penempatan dana pada perbankan diperkirakan akan semakin mendorong pertumbuhan kredit sampai akhir tahun.

"Juli kredit sudah meningkat dibandingkan Juni yang diperkirakan bottom-nya," katanya dalam konferensi pers virtual "Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan", Selasa (4/8/2020).

OJK pun memproyeksikan pertumbuhan kredit 3%-4% di akhir 2020. "Proyeksi kredit akhir tahun rata-rata sesuai pembicaraan dengan business plan revisi range-nya 3%, memang ada yang dibawah 3% dan di atas 3%. Tapi, itu dilakukan sebelum adanya berbagai stimulus terutama penjaminan korporasi dan penempatan dana pemerintah di berbagai bank dengan bunga yang murah. Dengan adanya leverage 3 kali lipat dari bank BUMN, ini berikan iyang luar biasa dan kami perkirakan bisa 3%-4%, meski angka itu lebih rendah dari pertumbuhan kredit tahun sebelumnya yang 6%. Tapi, di 2021 kami yakin pertumbuhannya bisa lebih tinggi lagi," ungkap Wimboh.

Untuk informasi, Bank Himbara mendapatkan penempatan dana pemerintah sejak 25 Juni 2020. Hingga 27 Juli, bank BUMN tersebut sudah menyalurkan kredit Rp 49,65 triliun atau berhasil meleverage dana pemerintah tersebut sebesar 165,5%. Dengan melihat realisasi itu, OJK yakin Bank Himbara bisa mencapai target penyaluran kredit dari dana pemerintah hingga tiga kali lipat sebelum September. Apalagi, tren restrukturisasi kredit yang terdampak Covid-19 juga semakin melandai.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemesanan Tiket Domestik AirAsia Indonesia Melonjak Selama Periode New Normal

AirAsia Indonesia mencatat peningkatan pemesanan tiket penerbangan domestik sekitar 60-90% setiap minggunya sepanjang Juli 2020.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Skenario Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga 2021.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Tren NPL Terus Meningkat,Tembus 3,11% di Juni

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Juni 2020, NPL 3,11%, meningkat cukup signifikan dibandingkan Desember 2019 sebesar 2,53%.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Ekonomi Perlahan Pulih, Indeks Manufaktur Indonesia Membaik

Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia pada bulan Juli 2020 berada di level 46,9, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 39,1.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Sierad Produce Berganti Nama Menjadi Sreeya Sewu Indonesia

Kata sreeya berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki beberapa arti, antara lain menguntungkan, kesejahteraan, serta kesuburan.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Pegadaian Implementasikan Budaya Akhlak

Pegadaian merupakan salah satu BUMN yang proaktif dan berkomitmen menerapkan nilai Akhlak.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Siang Ini, Rupiah Tergerus Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.565-Rp 14.672 per dolar AS

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 271,0 (1,67 persen) mencapai 22.566 poin.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Pemerintah Miliki Banyak Amunisi Pencegah Resesi

Percepatan eksekusi belanja negara dan stimulus ekonomi serta pengendalian Covid-19 secara disiplin menjadi kunci agar Indonesia terhindar dari resesi.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Bertambah 56 Poin ke Level 5.062

Sebanyak 243 saham naik, 148 saham melemah dan 151 saham stagnan.

EKONOMI | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS