Skenario Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Skenario Pemulihan Ekonomi Berlanjut hingga 2021

Selasa, 4 Agustus 2020 | 15:04 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga 2021. Karenanya, skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut hingga tahun depan.

“Di tahun 2021, kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi,” tutur Airlangga Hartarto dalam pidato kuncinya secara virtual pada acara Rapat Kerja Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Selasa (4/8/2020).

Airlangga menyampaikan, Pemerintah akan mendorong kebijakan kesehatan dengan prioritas tinggi di tahun 2020 dan 2021. Bantuan sosial juga akan didorong hingga 2021, dan secara bertahap akan mulai dikurangi pada tahun 2022. Selain itu, usaha dan industri padat karya akan terus didorong hingga tahun 2022.

Dalam paparan, Airlangga juga menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran Covid-19 masih tinggi, maka ekonomi akan semakin dalam. “Jika pada saat masalah kesehatan ini tertangani, maka ekonomi akan kembali. Maka masyarakat diharapkan mampu melakukan penyesuaian perilaku terhadap Covid-19,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, Pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, penempatan dana dan penjaminan juga terus dilakukan agar sektor riil dapat bergerak.

“Kami juga akan terus lakukan relaksasi regulasi. Salah satunya adalah dengan transformasi regulasi melalui RUU Cipta Kerja,” ujar Airlangga.

Upaya mendorong UMKM juga telah dilakukan Pemerintah dengan penempatan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Bahkan menurut Airlangga, Pemerintah telah melakukan perluasan ke sektor korporasi yaitu kredit di atas Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun. Saat ini dana yang ditempatkan di Himbara berjumlah Rp 30 triliun. Sementara dana yang sudah disalurkan senilai Rp 43,17 triliun kepada penerima sebanyak 519.797 debitur.

“Penempatan dana di BPD sendiri totalnya ada 11,5 triliun rupiah. Diharapkan ini dapat memutar perekonomian di level masyarakat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Airlangga juga menjelaskan program yang dilakukan untuk menghadapi pandemi Covid-19, yakni menjaga kehidupan dan menjaga mata pencaharian kehidupan. Menurutnya hal ini adalah tugas dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menjaga kehidupan dilakukan dengan mengatasi/menekan virus, memperluas testing, karantina dan kapasitas perawatan, mencari obat/riset, meningkatkan kapasitas sektor kesehatan, serta produksi dan distribusi vaksin.

Sementara, menjaga mata pencaharian kehidupan dilakukan dengan mendukung masyarakat dan bisnis yang terdampak, menyiapkan kembali masyarakat agar dapat bekerja secara produktif dan aman, serta menyiapkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tren NPL Terus Meningkat,Tembus 3,11% di Juni

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Juni 2020, NPL 3,11%, meningkat cukup signifikan dibandingkan Desember 2019 sebesar 2,53%.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Ekonomi Perlahan Pulih, Indeks Manufaktur Indonesia Membaik

Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia pada bulan Juli 2020 berada di level 46,9, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 39,1.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Sierad Produce Berganti Nama Menjadi Sreeya Sewu Indonesia

Kata sreeya berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki beberapa arti, antara lain menguntungkan, kesejahteraan, serta kesuburan.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Pegadaian Implementasikan Budaya Akhlak

Pegadaian merupakan salah satu BUMN yang proaktif dan berkomitmen menerapkan nilai Akhlak.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Siang Ini, Rupiah Tergerus Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.565-Rp 14.672 per dolar AS

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 271,0 (1,67 persen) mencapai 22.566 poin.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Pemerintah Miliki Banyak Amunisi Pencegah Resesi

Percepatan eksekusi belanja negara dan stimulus ekonomi serta pengendalian Covid-19 secara disiplin menjadi kunci agar Indonesia terhindar dari resesi.

EKONOMI | 3 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Bertambah 56 Poin ke Level 5.062

Sebanyak 243 saham naik, 148 saham melemah dan 151 saham stagnan.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Emas Antam Naik ke Rp 1,029 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 484,820 juta.

EKONOMI | 4 Agustus 2020

Awal Perdagangan, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.565-Rp 14.570 per dolar AS.

EKONOMI | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS