Harga Bitcoin Kembali Tembus US$ 10.000 Didorong Kebijakan OCC
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Harga Bitcoin Kembali Tembus US$ 10.000 Didorong Kebijakan OCC

Rabu, 29 Juli 2020 | 11:08 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga mata uang digital bitcoin kembali melewati US$ 11.200 atau Rp 162 juta pada Selasa (27/7/2020). Ini merupakan kali kedua bitcoin melewati US$ 10.000 setelah pada April 2020 lalu.

“Bitcoin kembali memuncak Rp162 juta atau melebihi USD11.200. Ini kali kedua harga bitcoin melewati USD 10.000 di tahun ini sebagaimana yang terus kita informasikan sejak beberapa bulan lalu kalau bitcoin siap melesat dan mengalami trend bullish” kata CEO Indodax Oscar Darmawan dalam siaran pers, Rabu (29/7/2020).

Pergerakan harga Bitcoin selama pandemi atau dari awal tahun disebutkannya sudah terlihat. Bitcoin sempat melemah Rp66 jutaan pada Maret lalu. Namun, hanya berlangsung satu malam saja, harga bitcoin kembali ke Rp 130 jutaan. Pada April 2020, harga bitcoin memuncak Rp 150 jutaan. Beberapa minggu bertahan Rp 130-136 jutaan. Kemudian, meningkat di atas Rp 150 juta hingga mencapai Rp 160 jutaan dalam 3 hari terakhir.

Menurut Oscar, kenaikan bitcoin didorong oleh tingginya permintaan dari Amerika Serikat, setelah Kantor Pengawas dan Mata Uang di AS atau Office of the Comptroller of the Currency (OCC) mengeluarkan pernyataan pada 22 Juli lalu. Secara mengejutkan, OCC mengatakan bank-bank di AS diperbolehkan memegang cryptocurrency.

“Kebijakan pemerintah AS mendorong permintaan terhadap bitcoin meningkat di negara tersebut. Karena sebelum kebijakan ini dikeluarkan, harga bitcoin bertahan di Rp 132-140 juta selama beberapa minggu,” jelasnya.

Oscar menambahkan, bitcoin punya peluang untuk kembali menanjak, meski secara bertahap. Salah satu faktornya, Amerika Serikat masih akan mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan stimulus perekonomian, seperti yang akan dikeluarkan The Fed. Kebijakan itu juga akan meningkatkan daya beli di Amerika Serikat. Sehingga, permintaan bitcoin juga akan meningkat di negara “Uncle Sam” itu. “Tidak hanya di Amerika Serikat, beberapa negara maju di seperti di Eropa siap meluncurkan kebijakan yang mempermudah perizinan cryptocurrency," pungkasnya.

Namun, ia menjelaskan, kebijakan pemerintah tersebut tidak berpengaruh secara langsung kepada peningkatan harga bitcoin dan cryptocurrency lain. Kebijakan pemerintah tersebut hanya akan memicu dorongan akan permintaan atau pembelian bitcoin dan crypto. Harga bitcoin dan crypto akan meningkat seiring meningkatnya permintaan tersebut. “Kebijakan pemerintah hanya memicu daya beli atau meningkatkan permintaan. Bitcoin tidak terpengaruh secara langsung dengan kebijakan pemerintah. Hanya permintaan dan supply yang meningkatkan harga bitcoin. Ini juga berlaku bagi crypto lain,” jelas ia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Amartha Catatkan Tingkat Keberhasilan Pengembalian 100% di Wilayah Sumatera

Tingkat Keberhasilan Pengembalian Amartha dengan nilai riil 100% berhasil diraih di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kebijakan Pemda Tak Sejalan dengan Pemerintah Pusat

Selama pandemi Covid-19, beban operasional penyelenggara jaringan dan operator telekomunikasi mengalami peningkatan signifikan.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.400-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.460,5 per dolar AS atau terapresiasi 74,25 poin (0,51 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.535.

EKONOMI | 29 Juli 2020

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,39 persen ke kisaran 5.093,23 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/7/2020).

EKONOMI | 29 Juli 2020

Jababeka Kembangkan Hunian Terjangkau di Koridor Timur Jakarta

Jababeka mengembangkan klaster Rotterdam dengan kisaran harga Rp 370 jutaan sampai dengan Rp 500 jutaan.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kempupera Dorong Inovasi Pembangunan Perumahan

Kempupera menilai teknologi Prima Wall Sistem mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Bursa Asia Bervariasi Jelang Pengumuman the Fed

Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan Rabu (29/7/2020). Pelaku pasar menantikan hasil rapat Bank Sentral AS.

EKONOMI | 29 Juli 2020

OJK Minta Pelaku Usaha Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

OJK meminta pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC).

EKONOMI | 29 Juli 2020

Bursa Eropa Menguat Didorong Prospek Stimulus AS

Euro Stoxx600 naik 0,42 persen, DAX Jerman turun 0,03 persen, FTSE Inggris naik 0,4 persen, CAC Prancis turun 0,22 persen, FTSE MIB Italia turun 0,59 persen.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Wall Street Melemah, Pasar Nantikan Stimulus AS

Dow Jones Industrial Average turun 0,8 persen ke 26.379,28, S&P 500 turun 0,6 persen ke 3.218,44, dan Nasdaq turun 1,3 persen ke 10.402,09.

EKONOMI | 29 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS