BKPM Tidak Revisi Target Investasi

Rabu, 22 Juli 2020 | 13:59 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, realisasi investasi di Indonesia pada semester I-2020 masih menunjukkan tren positif. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak merevisi target investasi tahun ini yang tetap Rp 817,2 triliun.

BKPM melaporkan, pada semester pertama 2020, realisasi investasi mencapai 402,6 triliun, naik 1,8% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Bila dirinci, nilai investasi selama semester I-2020 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 207 triliun (51,4%), dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 195,6 triliun (48,6%). Selama periode ini, tenaga kerja yang terserap sebanyak 566.194 orang dari 57.815 proyek investasi.

“Nilai realisasi investasi hingga semester I-2020 ini sudah mencapai 49,3% dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers realisasi investasi, Rabu (22/7/2020).

BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah Jawa Barat Rp 57,9 triliun (14,4%), Jawa Timur Rp 51 triliun (12,7%) DKI Jakarta Rp 50,2 triliun (12,5%), Jawa Tengah Rp 27,8 triliun (6,9%), dan Riau Rp 22,8 triliun (5,6%). Berdasarkan wilayah, realisasi PMDN dan PMA tertinggi selama semester I-2020 ada di wilayah Jawa sebesar 51,9%, tetapi proporsi luar Jawa meningkat 9,1%.

Untuk realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp 55,3 triliun; Konsumsi Rp 25,9 triliun; Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan Rp 19,01 triliun; Industri Makanan Rp 18 triliun; serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp 16,7 triliun.

Sedangkan lima besar negara asal PMA adalah Singapura US$ 4,7 miliar (34,4%); Tiongkok US$ 2,4 miliar (17,9%), Hongkong, RRT US$ 1,8 miliar (13,2%), Jepang US$ 1,2 miliar (8,9%), dan Malaysia US$ 0,8 miliar (5,9%).

Triwulan II Tertekan
Khusus untuk triwulan II-2020, realisasi investasi di Indonesia mengalami tekanan yang cukup berat. Jumlahnya mencapai Rp 191,9 triliun atau turun 4,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Bahkan bila dibandingkan dengan triwulan I-2020, penurunannya mencapai 8,9%.

Tetapi Bahlil meyakini minat investasi di semester II-2020 akan lebih baik dari semester I-2020, meskipun ada penurunan minat investasi pada triwulan II-2020.

“Semester I-2020, khususnya di triwulan II adalah yang terberat. Tetapi atas dasar kajian dan pengalaman yang kami dapatkan di semester I, khususnya triwulan II, ini menjadi cambukan dan pembelajaran untuk bangkit di semester II. Kalau ditanya, apakah optimis atau pesimis untuk semester II? Saya katakan Inshaallah akan jauh lebih baik dari semester I, makanya saya tidak melakukan revisi target investasi yang tetap Rp 817,2 triliun,” kata Bahlil.

Kepastian Hukum
Sementara itu menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran Ina Primiana, untuk mendorong agar iklim investasi di Indonesia semakin kondusif, sehingga bisa meningkatkan minat para investor, perlu adanya kepastian hukum bagi para investor dalam menjalankan usahanya.

“Penting sekali adanya kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi di Indonesia, terutama tentang kepastian hukum dan perlindungan industri yang sudah berinvestasi,” kata Ina Primiana.

Sedangkan menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, saat ini masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, utamanya terkait kemudahan perizinan dan berinvestasi. Karenanya, keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja yang saat ini masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi sangat penting.

“RUU Cipta Kerja menjadi sangat penting karena ada banyak unsur-unsur di dalamnya yang sebelum pandemi Covid-19 pun sudah dibutuhkan. Sebab kalau dilihat dari tingkat daya saing maupun Competitive Index, kita sangat di bawah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya,” kata Shinta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPI Internalisasi AKHLAK Wujudkan Trusted Trading Company

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) kini dalam proses internalisasi dan implementasi "core values" BUMN, yakni AKHLAK.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Namanya Dicatut, Kepala BP2MI Laporkan Penipu ke Polda Metro Jaya

Kepala BP2MI tekad terus berantas kejahatan yang merugikan TKI.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sukses di Berbagai Negara, Tapera Segera Hadir di Indonesia

Tapera membuka kesempatan masyarakat Indonesia untuk mempunyai hunian idaman.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Pendapatan Penyewa Menara Telekomunikasi Ini Naik Capai Rp 463 Miliar

Pelanggan utama PT Solusi Tunas Pratama terdiri dari empat operator telekomunikasi seluler terbesar.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Rupiah Siang Ini Naik Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.605-Rp 14.670 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Juli 2020

BKPM: Realisasi Investasi Kuartal II Turun ke Rp 191,9 Triliun

Realisasi investasi kuartal II yang turun di luar ekspektasi BKPM.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sillomaritime Optimistis Raih Laba US$ 19,2 Juta

Raihan laba ini 29,51 persen dari target sepanjang tahun ini.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bursa Tokyo dan Singapura Turun, Hang Seng Menguat

Bursa Australia ASX 200 Index melemah 92,23 (1,4 persen) mencapai 6.064.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 14 Poin ke 5.128

Sebanyak 194 saham naik, 199 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%

Aktivitas transaksi yang menurun tajam pada kuartal kedua mencerminkan kurangnya minat pelaku usaha dan ketidakpastian akan pemulihan pasar.

EKONOMI | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS