BKPM: Investasi Padat Karya Berkurang
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

BKPM: Investasi Padat Karya Berkurang

Selasa, 21 Juli 2020 | 14:31 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja investasi di Indonesia diharapkan bisa ditingkatkan dengan pendekatan inklusif, sehingga bisa menjawab tantangan bonus demografi dan peningkatan angkatan kerja tiap tahunnya. Selama periode 24 April sampai dengan 17 Juli 2020, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menerbitkan rekomendasi untuk 457 perusahaan dengan investasi Rp 859,7 triliun. Dari jumlah tersebut mampu menyerap 237.269 tenaga kerja lokal dan 2.603 tenaga kerja asing ahli.

Di sisi lain, selama masa pandemi Covid-19, Direktur Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Yuliot menyebutkan banyak tenaga ahli dari beberapa perusahaan banyak yang kembali ke negara asalnya sehingga tidak bisa menjalankan operasionalnya. Untuk itu, perlu adanya investasi baru dan existing investasi yang diaktivasi kembali sehingga bisa memberikan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

"Ada persoalan lain, dengan adanya pergeseran investasi yang tadinya padat karya dengan indikator pertumbuhan 1% menciptakan 400.000 tenaga kerja, ini koefisien ada penurunan 1% hanya akan menciptakan 120.000-150.000 tenaga kerja. Ini perlu menjadi perhatian," ujarnya dalam Webinar KTT Seri 1 Indef dengan topik Arsitektur Investasi dalam Mendukung Penciptaan Lapangan Kerja, Selasa (21/7).

Yuliot menambahkan, berdasarkan survei Japan External Trade Organization (Jetro) ada beberapa faktor yang membuat daya saing Indonesia lemah dibandingkan empat negara ASEAN lainnya, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Utamanya, harga tanah yang mahal mencapai Rp 3,17 juta per m2 dinilai menjadi salah satu penyebab investor tidak menanamkan modalnya di Indonesia. Investor lebih memilih Vietnam karena mendapatkan harga tanah yang lebih murah yakni Rp 1,27 per m2. Selain itu, upah minimum per bulan Rp 3,93 juta dan kenaikan upah per tahun 8,7% yang relatif paling tinggi juga menjadi kendala, di samping harga air, harga listrik, dan harga gas.

Padahal keuntungan terbesar dalam iklim investasi di Indonesia masih berupa skala pasar atau potensi pertumbuhan pasar. Sedangkan risikonya, tingkat kepuasan terhadap upah minimum yang tidak berbanding lurus dengan produktivitas pekerja.

Tak hanya itu, negara ASEAN lainnya pun lebih terbuka bagi investasi. Indonesia tercatat memiliki 20 bidang usaha tertutup. Sedangkan, Vietnam enam, Filipina satu, dan Thailand, Singapura, Malaysia, semuanya terbuka. "Namun, ke depannya dengan Undang-Undang Omnibus Law, daftar bidang usaha yang tertutup atau terbuka dengan persyaratan kita lakukan pendekatan. Sehingga, menjadi investor friendly, tak hanya bagi investor domestik namun juga dalam rangka PMA," ucap Yuliot.

Di sisi lain, aliran Foreign Direct Investment (FDI) global atau investasi asing diperkirakan menurun hingga minus 40 persen pada 2020. Hal ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19, sehingga perusahaan merevisi proyeksi pendapatan pada 2020. Adapun industri yang paling terdampak diantaranya energi, penerbangan, serta industri hospitality, dengan penurunan pendapatan sekitar minus 40%-200%. “Hal tersebut dapat berdampak kepada keputusan reinvestasi perusahaan yang akan menyebabkan tertundanya rencana ekspansi investasi ke negara-negara di dunia,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Survei Indikator: Mayoritas Ingin PSBB Dihentikan

Pada survei Juli, 60,6 persen responden ternyata memilih PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi bisa berjalan.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Dianggarkan Rp 28,5 Triliun, Gaji ke-13 untuk PNS Dibayarkan Agustus

Menkeu Sri Mulyani berharap gaji ke-13 ini dapat memberikan stimulus pada perekonomian melengkapi paket stimulus yang telah digulirkan pemerintah.

EKONOMI | 21 Juli 2020

143 Perusahaan Asing Berpotensi Relokasi Investasi ke Indonesia

Rinciannya, 57 perusahaan berasal dari Amerika Serikat (AS), Taiwan 39, Korea Selatan 25, Jepang 21, dan Hong Kong satu.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Pembentukan Nusantara Life Pilihan Tepat Selamatkan Nasabah Jiwasraya

Skema pembentukan Nusantara Life merupakan pilihan paling baik guna menyelamatkan nasabah Jiwasraya.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Core Indonesia: Ancaman Resesi Sudah di Depan Mata

Core Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini akan terkontraksi cukup dalam antara -1,5% hingga -3%.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.730-Rp 14.775 per dolar AS.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Siang Ini, Bursa Asia Diwarnai Aksi Beli Saham

Shanghai SE composite di Tiongkok naik 2,02 poin (0,07 persen) mencapai 3.316.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Didorong Sentimen Positif, IHSG Melonjak ke 5.102 di Sesi I

Sebanyak 222 saham naik, 173 saham melemah dan 149 saham stagnan.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Airlangga Pimpin Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan PEN

Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional harus berjalan beriringan.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Sayuran Produksi Warga Jakarta Tembus Pasar Modern

Menembus pasar modern ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda dan warga lainnya

MEGAPOLITAN | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS