Jokowi: "Beruntung" Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II "Hanya" Minus 4,3%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jokowi: "Beruntung" Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II "Hanya" Minus 4,3%

Rabu, 15 Juli 2020 | 22:50 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2020 akan minus 4,3 persen. Kondisi seperti ini merupakan dampak dari merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Padahal laju ekonomi nasional pada kuartal I/2020 masih bertumbuh positif, sebesar 2,97 persen.

“Beruntung sekali, kita sekarang ini, kondisi ekonomi kita, meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, minus ke 4,3 (persen). Di kuartal pertama kita masih positif 2,97 persen," kata Jokowi di hadapan para gubernur se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7/2020), dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Meski pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II/2020 mengalami minus, Jokowi menilai kondisi tersebut masih lebih baik dibandingkan bila pemerintah mengambil kebijakan lockdown. Bila kebijakan itu diambil, ia memastikan pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih terpuruk, bahkan bisa mencapai minus 17 persen.

“Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdownmungkin bisa minus 17 persen,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI ini menegaskan selalu mengikuti perkembangan pertumbuhan ekonomi dunia dan negara-negara yang mengalami pandemi Covid-19. Dia mendapatkan informasi dari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan terjun ke angka minus 2,5 persen.

Kemudian, lanjut Jokowi, Presiden Bank Dunia David Malpass justru memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan bertengger di angka minus 5 persen. Terakhir, OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) memprediksikan pertumbuhan ekonomi global bisa minus 7,6 persen.

“Di tahun 2020, perkiraan-perkiraan itu sudah berubah total. Terakhir yang saya terima dari OECD, Perancis di angka minus 17,2 persen, Inggris minus 15,4 persen, Jerman minus 11,2 persen, Amerika Serikat minus 9,7 persen. Minus semuanya. Enggak ada yang plus semuanya. Padahal di awal, IMF itu memperkirakan masih plus, yang plus itu Tiongkok, India, Indonesia,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada para Gubernur agar "rem" dan "gasnya" ini diatur betul. Jangan sampai tidak terkendali. Pemerintah tidak bisa hanya memberikan "gas" pada sektor ekonomi saja, tetapi tidak pada pengendalian Covid-19 karena akan membuat pertumbuhan kasus positif Covid-19 semakin naik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Krusial, Triwulan III Menentukan Pemulihan Ekonomi Nasional

“Kalau kita enggak bisa mengungkit di kuartal ketiga, jangan berharap kuartal keempat akan bisa, sudah. Harapan kita hanya ada di kuartal ketiga," kata Jokowi.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Bursa Asia Melemah Jelang Rilis PDB Tiongkok

Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (16/7/2020). Pelaku pasar menantikan data pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Bursa Eropa Menguat Berkat Sentimen Vaksin Covid-19

Indeks Stoxx600 naik 1,76 persen, DAX Jerman naik 1,84 persen, FTSE Inggris naik 1,83 persen, CAC Prancis naik 2,03 persen, FTSE MIB Italia naik 2,02 persen.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Wall Street Menghijau Berkat Moderna

Menguatnya Wall Street ditopang oleh perkembangan vaksin yang dibuat perusahaan bioteknologi Moderna.

EKONOMI | 16 Juli 2020

BRI: Tak Selalu Uang, UMKM Lebih Butuh Edukasi dan Pendampingan

Untuk memudahkan UMKM, BRI saat ini memiliki website pasar untuk pasar tradisional dengan cara digital serta memperkenalkan belanja online.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Resmi Kantongi Izin OJK, Esta Kapital Siap Jadi Solusi Pembiayaan UMKM

Esta Kapital berusaha menjadi solusi bagi masyarakat urbankable dan UMKM dalam segi pembiayaan dan fasilitator jasa keuangan.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Bank Mandiri Segera Tuntaskan Restrukturisasi Kredit

Pada Agustus, Bank Mandiri memulai ekspansi kredit secara terbatas.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Dow Dibuka Naik Didorong Vaksin Moderna dan Kinerja Goldman

Dow Jones Industrial Average naik 293 poin atau 1,1 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Dusdusan.com Perkuat Keahlian Reseller di Bidang Digital

Berbagai kelas pembelajaran diselenggarakan melalui dunia maya, sebagai upaya peningkatan kapasitas para reseller terkait usaha yang dijalankannya.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Indofood Bagi Dividen Rp 278 Per Saham

Dividen itu setara dengan sebesar 49,73 persen dari laba bersih tahun 2019.

EKONOMI | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS