Jokowi: Indonesia Bisa Lewati Middle Income Trap
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Jokowi: Indonesia Bisa Lewati Middle Income Trap

Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:04 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / Faisal Maliki Baskoro

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia berpeluang besar melewati middle income trap atau terjebak menjadi negara kelas menengah untuk periode yang lama. Apalagi saat ini, Indonesia telah masuk menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas.

Jokowi memaparkan, pada 1 Juli 2020, Bank Dunia mengumumkan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita Indonesia naik dari posisi sebelumnya 3.840 dolar Amerika menjadi 4.050 dolar Amerika. Dengan demikian, Indonesia kini dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country) dari sebelumnya negara berpenghasilan menengah bawah (lower middle income country).

Saat menyampaikan sambutannya pada peresmian pembukaan konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) tahun 2020 yang digelar secara virtual, Presiden Jokowi menyampaikan capaian kenaikan status Indonesia tersebut patut disyukuri oleh seluruh bangsa.

"Capaian ini patut kita syukuri bahwa kita berjalan ke arah yang benar, bahwa kita harus terus melangkah maju menuju ke negara berpenghasilan tinggi, dengan mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2020).

Meski demikian, lanjut Jokowi, untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi bukan hal yang mudah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya negara-negara dunia ketiga yang sudah puluhan tahun bahkan mendekati satu abad hanya berhenti sebagai negara berpenghasilan menengah, atau terjebak pada middle income trap.

"Itulah yang tidak kita inginkan. Pertanyaannya, apakah kita mempunyai peluang untuk keluar dari middle income trap? Saya jawab tegas, kita punya potensi besar. Kita punya peluang besar untuk melewati middle income trap. Kita punya peluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi," ujar Jokowi.

Kepala Negara mengungkapkan, untuk mencapai hal tersebut tentu dibutuhkan prasyarat. Beberapa di antaranya yaitu infrastruktur yang efisien yang mulai dibangun oleh pemerintah, dan cara kerja cepat yang kompetitif dan berorientasi pada hasil. Untuk itu, perlu diupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan kompetitif.

"Di sinilah posisi strategisnya pendidikan tinggi, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mencetak generasi muda yang produktif dan kompetitif yang selalu berjuang untuk kemanusiaan dan untuk kemajuan Indonesia," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta menjelaskan tugas mulia pendidikan tinggi tersebut tentu tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja. Menurutnga, sudah sepatutnya dunia pendidikan tinggi mengembangkan cara dan strategi baru yang smart-short-cut dan out of the box. Sehingga tidak hanya disibukkan dengan urusan administrasi semata.

Jokowi menyadari permasalahan pendidikan tinggi sangat kompleks. Ribuan anggota Forum Rektor Indonesia (FRI) juga memiliki kemampuan yang bervariasi, dari yang sudah berkompetisi di tingkat dunia, hingga yang masih berjuang dengan masalah kekurangan dosen, perpustakaan tidak layak, dan kelas yang tidak memadai. Justru karena itulah, cara-cara yang luar biasa harus terus dikembangkan.

"Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bagi kita. Krisis telah memaksa kita untuk mengembangkan cara-cara baru. Membangun norma-norma baru membangun standar kebaikan dan kepantasan yang baru," jelas Jokowi.

"Kuliah daring yang selama ini sangat lamban dijalankan sekarang sangat berkembang. Kuliah daring telah menjadi new normal bahkan menjadi next normal. Saya yakin akan tumbuh normalitas-normalitas baru yang lebih inovatif dan lebih produktif," tambah Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perbanas: Digitalisasi Tak Membuat Perbankan Kurangi Karyawan

Semakin banyak produk digital yang diluncurkan justru akan semakin banyak karyawan yang dibutuhkan.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Hadiah HUT ke-73 Koperasi, Kemkop dan UKM Keluarkan Peraturan tentang Penyaluran Pinjaman

Hadiah HUT Koperasi ke-17, Kemkop dan UKM keluarkan Permen Penyaluran Kredit.

EKONOMI | 4 Juli 2020


Penghambat Investasi Diadukan ke Polda Jatim

PT SER laporkan penghambat investasi ke Polda Jatim.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kepercayaan Industri Naik, Menperin: Kebijakan Sudah On the Track

Kepercayaan pelaku industri manufaktur kepada pemerintah meningkat.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Senin, Jasa Marga Lakukan Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek

Pekerjaan ini akan dilakukan selama enam hari mulai Senin (6/7/2020) pukul 10.00 WIB hingga Sabtu (11/7/2020) pukul 24.00 WIB.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Harga Emas Flat Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19

Harga emas di pasar spot sebagian besar tidak berubah pada US$ 1.775,06 per ounce.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Julo Financial Restrukturisasi Pinjaman Ribuan Nasabah

Proses restrukturisasi melalui tahap verifikasi yang ketat dan persetujuan pihak pemberi pinjaman di platform Julo.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Kelola Keuangan di Masa Pandemi, Investasi Properti Bisa Jadi Pilihan

Masa pandemi menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya cenderung stagnan menyusul perlambatan ekonomi.

EKONOMI | 4 Juli 2020

Quality Management Pertamina EP Berbuah Hasil di APQ Awards

Pelaksanaan APQA dan forum CIP merupakan wujud nyata dukungan dan appresiasi manajemen untuk membangun budaya inovasi dan perbaikan yang berkelanjutan.

EKONOMI | 4 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS