INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Kejar Target RPJMN, Pemerintah Fokus Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial

Selasa, 9 Juni 2020 | 13:47 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan, di tahun 2021 mendatang, fokus dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) adalah pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Fokus tersebut diusung agar dapat mengejar target-target pemerintah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN) 2020-2024.

“RKP di tahun 2021 adalah pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Untuk pemulihan ekonomi, fokus utamanya di sektor industri manufaktur, pariwisata, dan investasi. Kemudian untuk reformasi sosial utamanya adalah reformasi sistem kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem ketahanan bencana,” kata Suharso Monoarfa dalam diskusi virtual “Strategi Besar Pemulihan Nasional Pasca-Pandemi” yang digelar Katadata, Selasa (9/6/2020).

Diakui Suharso, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap target-target RPJMN 2020-2024. Untuk itu dilakukan strategi pemulihan ekonomi dan reformasi sosial agar dampaknya tidak terlalu besar.

“Dengan adanya pandemi Covid-19, tentu RPJMN 2020-2024 dengan sendirinya akan terkoreksi. Tetapi dengan strategi pemulihan ekonomi dan reformasi sosial yang kita lakukan, kita ingin mencoba menahannya dan pada tahun 2021 kita coba lakukan pemulihan agar bisa tetap on the track menuju target RPJMN,” ujarnya.

Suharso menyampaikan, industri manufaktor menjadi fokus dalam kegiatan pemulihan ekonomi lantaran sektor tersebut menyerap banyak tenaga kerja. Sedangkan fokus di investasi juga dalam rangka menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja.

Terkait reformasi sosial, Suharso mengatakan salah satu fokusnya adalah memulihkan sistem kesehatan nasional. Ia memberi contoh ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang rasionya masih 1,3 per 1.000 penduduk, padahal anjuran organisasi kesehatan dunia atau WHO adalah 2,7 per 1.000 penduduk.

“Ke depan, kita ingin itu bisa terpenuhi. Ini juga bisa menjadi bisnis. Rumah sakit swasta bisa tumbuh, rumah sakit daerah bisa ditingkatkan. Kemudian rumah sakit rujukan nasional yang saat ini baru 14 juga akan ditingkatkan menjadi 40. Untuk provinsi yang padat penduduk bisa lebih dari 1 rumah sakit rujukan,” kata Suharso.

Begitu juga terkait dengan jumlah dokter spesialis yang masih kurang dan menurutnya harus terus ditingkatkan. “Adanya pandemi Covid-19 ini seakan-akan menjadi wake up call atau panggilan bahwa sistem kesehatan kita ini agak rendah dan harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Beberapa penyakit juga masih menjadi tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Suharo mencontohkan penyakit malaria, di mana baru sekitar 300 kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat eliminasi malaria. Sementara dalam RPJMN, di harapkan pada 2024 seluruh kabupaten/kota sudah mendapatkan sertifikat eliminasi malaria.

“Untuk kasus TBC, di Indonesia ada sekitar 847.000 kasus, tertinggi ketiga setelah Tiongkok dan India. Ke depan, kita harus bisa tracking supaya terjadi penekanan. Begitu juga dengan penyakit kusta. Padahal kita pernah memproklamirkan bebas kusta pada akhir tahun 1970-an, tetapi sekarang jumlah pengidap kusta di Indonesia masih yang terbanyak ketiga di dunia,” kata Suharso.

Adanya pandemic Covid-19 diakui Suharsu juga bakal meningkatkan persentase penduduk miskin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22%, turun 0,19% poin dibandingkan Maret 2019. Sedangkan jumlah penduduk miskin sebanyak 24,79 juta orang, turun 0,36 juta orang dibandingkan Maret 2019.

“Persentase penduduk miskin pastinya akan naik. Tetapi dengan upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan, kami berharap ini bisa menekan agar tetap di angka satu digit. Harapannya sektor pariwisata, industri manufaktur dan investasi bisa menjadi penggerak dalam pemulihan ekonomi di 2021,” kata Suharso.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhub Terbitkan Aturan Pengendalian Transportasi New Normal

Para penumpang angkutan umum dan kendaraan pribadi wajib melakukan penerapan protokol kesehatan, penerapan pembatasan jumlah penumpang.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Pacu Produktivitas Pertanian, Jaringan Irigasi Diperbaiki

Ketersediaan air adalah faktor yang sangat penting dalam pertanian.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Saat Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Terkoreksi Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 13.901 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Menguat

Bursa Australia ASX 200 Index naik 170,2 (2,8 persen) mencapai 6.169.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Sesi Siang, IHSG Bertambah 11 Poin ke 5.081

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 87.093 miliar saham senilai Rp 6,971 triliun.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Kuartal I, Pembiayaan Baru WOM Finance Naik Tipis

Bisnis pembiayaan multiguna terus memberikan pertumbuhan sehat.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Dapat Rekomendasi, Daikin Layani Pelanggan dengan Protokol Kesehatan

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di rumah maupun kantor, teknisi Daikin menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan APD.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Bank Dunia: Covid-19 Picu Kejatuhan Ekonomi Terluas dalam 150 Tahun

Kedalaman krisis menyebabkan sekitar 70 hingga 100 juta orang ke dalam jurang kemiskinan ekstrem.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Emas Antam Turun Rp 875.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 407,820 juta.

EKONOMI | 9 Juni 2020

Rupiah Cenderung Flat di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 13.885 - Rp 13.897 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS