Pekan Ini, IHSG Masih Berpotensi Melemah
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Pekan Ini, IHSG Masih Berpotensi Melemah

Senin, 6 April 2020 | 09:00 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / Faisal Maliki Baskoro

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku pasar tetap fokus pada permasalahan besar virus corona (Covid-19) yang terus mengancam jiwa manusia dan belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Dampak dari Covid-19 menjadi ancaman bagi perekonomian dunia yang menjadi ganjalan bagi pasar. Diperkirakan tekanan bagi IHSG berpotensi bisa terjadi di pekan ini seiring ketidakpastian dari wabah Covid-19. Demikian menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia, hari ini, Senin (6/4/2020)

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Di akhir Maret lalu, pemerintah telah mengumumkan stimulus untuk menambah alokasi belanja dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp 405 triliun. Dari total stimulus Rp 405 triliun, sebesar Rp 110 triliun untuk program perlindungan sosial dan Rp 75 triliun untuk kesehatan. Sementara Rp 150 triliun dialokasikan bagi pemulihan ekonomi dan Rp 70,1 triliun insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat (KUR). Konsekuensinya, dana extraordinary ini memicu peningkatan defisit anggaran hingga 5,07%. Sebenarnya, angka tersebut melewati ambang defisit dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dalam penjelasan Pasal 12, defisit anggaran dibatasi maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB). Sebagai payung hukumnya, pemerintah mengeluarkan Perpu sebagai relaksasi kebijakan defisit APBN di atas 3%, paling tidak selama tiga tahun. Pemerintah mengeluarkan anggaran untuk meredam dampak Covid-19 untuk mampu menahan kejatuhan bagi perekonomian nasional.

Selain itu, Perppu No.1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, (KSSK) menyebutkan bahwa pemerintah akan mengatur langkah-langkah extraordinary terkait kebijakan di sektor keuangan melalui perluasan kewenangan KSSK terutama untuk Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Salah satunya, mengatur BI dapat membeli SUN atau SBSN jangka panjang di pasar perdana membeli Repo surat berharga milik LPS apabila terjadi persoalan solvabilitas bank sistemik maupun bank non sistemik, memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pembiayaan jangka pendek syariah kepada bank sistemik maupun non sistemik. Langkah ini pun diharapkan dapat menahan dampak tekanan bagi perekonomian nasional akibat dari Covid-19.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Wabah Covid-19 yang menjadi fokus pelaku pasar global, hingga memunculkan konflik terkait adanya pernyataan antara Presiden AS Donald Trump dengan pemerintah Tiongkok. Setelah Trump mengatakan telah menerima laporan intelijen dan menyatakan keraguan tentang angka yang dilaporkan Tiongkok. Di pihak lain Tiongkok membantah pernyataan komunitas intelijen AS yang menuduh Tiongkok menyembunyikan data mengenai jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Dibuka Positif di Tengah-tengah Turunnya Harga Minyak

Bursa Asia bergerak positif pada awal perdagangan hari ini. Harga minyak mentah kembali anjlok, tetapi indeks berjangka Dow Jones mengindikasikan menguat.

EKONOMI | 6 April 2020

Update Dampak Corona, Jumlah PHK di Jakarta Mencapai 30.137 Orang

Sebanyak 30.137 pekerja dari 3.348 perusahaan terkena PHK. Sementara 132.279 pekerja dari 14.697 perusahaan telah dirumahkan.

EKONOMI | 6 April 2020

Pertemuan OPEC Ditunda, Harga Minyak Kembali Anjlok

Harga minyak mentah dunia anjlok setelah organisasi eksportir minyak OPEC+ menunda pertemuan membahas produksi minyak yang seharusnya dilakukan hari ini.

EKONOMI | 6 April 2020

UMKM Didorong Produksi Masker untuk Masyarakat

Perlengkapan pembuatan masker seperti mesin jahit dan lainnya perlu disiapkan secara gotong royong.

EKONOMI | 5 April 2020

OJK: 10.620 Debitur Telah Ajukan Keringanan Pembayaran

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sudah ada 10.620 debitur yang telah mengajukan keringanan pembayaran cicilan (restrukturisasi kredit).

EKONOMI | 5 April 2020

OJK Sebut Kondisi Sektor Keuangan Masih Terjaga

Rasio permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) bank di Tanah Air masih tercatat baik di kisaran 22,42 persen.

EKONOMI | 5 April 2020

Erick Petakan Langkah Strategis BUMN Jaga Perekonomian

Kementerian BUMN telah melakukan pemetaan perusaahan negara berdasarkan portofolio bisnis.

EKONOMI | 5 April 2020

Insight Inisiasi Gerakan Kepedulian Bagi Pekerja Informal

Insight dan YIIM membagi gerakan sosial tersebut menjadi dua tahap.

EKONOMI | 5 April 2020

OJK: Indeks Saham Mulai Rebound

Seberapa cepat indeks rebound tergantung seberapa cepat masing-masing negara memberikan stimulus .

EKONOMI | 5 April 2020

Sido Muncul Sumbang Rp 15 M untuk Perangi Virus Corona

Dana bantuan sosial senilai Rp 15 M akan digunakan untuk penyaluran APD lengkap, produk kesehatan berupa jamu, paket sembako, serta cairan pembersih tangan.

EKONOMI | 5 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS