Minimalisasi Dampak Virus Corona, Pemerintah Siapkan Stimulus Kesehatan dan Bantuan Sosial
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Minimalisasi Dampak Virus Corona, Pemerintah Siapkan Stimulus Kesehatan dan Bantuan Sosial

Rabu, 18 Maret 2020 | 17:08 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam upaya meminimalisasi dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19, Pemerintah tengah menyusun rencana paket stimulus fiskal jilid III. Sebelumnya, paket stimulus I telah diluncurkan pada 25 Februari 2020 senilai Rp 10,3 triliun, disusul dengan stimulus II pada 13 Maret 2020 lalu senilai 22,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, salah satu fokus dari paket stimulus ketiga yang tengah disusun pemerintah ini adalah sektor kesehatan.

"Untuk stimulus ketiga, pertama adalah kesehatan. Kita akan lihat segala kebutuhan di bidang kesehatan, kita akan flush (guyur) di situ. Berapa jumlahnya masih belum (dihitung). Kita akan memberikan surat edaran dan sekarang BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sedang menghitung, Kemkes (Kementerian Kesehatan) juga menghitung, sehingga kami nanti akan melihat berapa yang dibutuhkan untuk peningkatan kapasitas rumah sakit, kebutuhan alat pelindung diri, dan sebagainya, termasuk upgrading rumah sakit kalau memang masih keburu untuk dilakukan,” kata Sri Mulyani dalam video conference realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 edisi Maret 2020, Rabu (18/3/2020).

Sri Mulyani berharap stimulus ketiga ini bisa memberikan efek yang positif tidak hanya dalam upaya penanganan kesehatan, tetapi juga bagi industri-industri alat kesehatan.

“Itu nanti dalam bentuk baik untuk penanganan kesehatan, sekaligus sebagai stimulus. Karena nanti yang kita harapkan seperti industri-industri yang menghasilkan alat kesehatan, mustinya akan pick-up, maupun daerah-daerah dari sisi membangun atau upgrade rumah sakit. Kita harapkan ini memberi efek positif,” kata Menkeu.

Fokus kedua dalam stimulus terbaru ini adalah social safety net atau bantuan sosial. Sri Mulyani mengatakan pemerintah saat ini masih merumuskan kebijakan yang paling tepat untuk membantu seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau kita ingin melakukan social safety net, memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, ini banyak sekali opsinya. Bisa menggunakan PKH (Program Keluarga Harapan), kartu sembako, dan lain-lain. Kalau kita ingin coverage-nya dinaikkan, kan sekarang yang terkena ini bukan hanya 40 persen penduduk miskin, tapi juga misalnya pedagang kaki lima dan lainnya. Jadi kita akan lihat di mana data base yang paling solid mencakup sektor-sektor informal dan cara membantu mereka harus seperti apa,” kata Sri Mulyani.

Ditambahkan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, fokus ketiga dalam paket stimulus terbaru ini adalah membantu dunia usaha agar bisa tetap bertahan di tengah ketidakpastian akibat wabah virus korona.

“Kita akan terus memperhatikan perkembangan perekonomian yang terjadi dan merumuskan stimulus ketiga sesuai koridor tersebut,” tegas Suahasil Nazara.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Darurat Virus Corona, OJK Longgarkan Batas Waktu Laporan Keuangan dan RUPS

OJK melonggarkan batas waktu penyampaian laporan keuangan dan pelaksanaan RUPS bagi pelaku industri pasar modal karena kondisi darurat virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri Mulai 1 April

Pemerintah akan menurunkan harga gas untuk beberapa sektor industri mulai 1 April 2020.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 15.200-an

Kurs rupiah berada di level Rp 15.222,5 dolar AS atau terdepresiasi 50 poin (0,33 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 15.172,5.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Grup Lion Setop Sementara Penerbangan ke Malaysia

Penundaan sementara penerbangan dari dan ke Malaysia ini dilakukan berdasarkan rekomendasi perusahaan dalam upaya menangkal penyebaran virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

IHSG Kembali Ditutup Melemah 2,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,93 persen ke kisaran 4.330,67 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (18/3/2020).

EKONOMI | 18 Maret 2020

Bursa Eropa Dibuka di Zona Merah

Bursa Eropa dibuka melemah pada perdagangan Rabu (18/3/2020). Indeks Stoxx 600 Eropa kandas 2,32 persen, FTSE 100 Inggris turun 3,43 persen.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Masih Didominasi Sentimen Corona, Bursa Asia Ditutup Melemah

Bursa Asia ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (18/3/2020). Nikkei 225 Jepang turun 1,68 persen, Kospi Korea Selatan turun 4,86 persen.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Menperin Usulkan 755 Industri yang Dapat Nikmati Harga Gas Murah

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan sebanyak 755 industri yang dapat menikmati harga gas senilai USD 6/MMBTU.

EKONOMI | 18 Maret 2020

IHSG dan Rupiah Masih Terkoreksi Jelang Penutupan

IHSG terkoreksi 3,39 persen ke kisaran 4.305,48, sementara kurs rupiah berada di level Rp 15.222,5 per dolar AS atau terdepresiasi 50 poin (0,33 persen).

EKONOMI | 18 Maret 2020

Jokowi: Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien

Jokowi menilai ekosistem logistik nasional di Indonesia masih belum efisien. Logistic Performace Index negara Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat 46.

EKONOMI | 18 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS