Menperin Usulkan 755 Industri yang Dapat Nikmati Harga Gas Murah
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Menperin Usulkan 755 Industri yang Dapat Nikmati Harga Gas Murah

Rabu, 18 Maret 2020 | 15:15 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / Faisal Maliki Baskoro

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan sebanyak 755 industri yang dapat menikmati harga gas senilai USD 6/MMBTU.

Dijelaskannya, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi telah ditetapkan dalam sektor industri yang dapat menikmati harga gas senilai USD 6/MMBTU.

Lalu pada tahun 2017, Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah mengusulkan 88 perusahaan yang bisa menikmati kebijakan tersebut. Namun hingga kini, baru delapan perusahaan yang diberikan izin untuk menikmati kebijakan tersebut

Dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar hari ini dan dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Bogor, ia mengusulkan tambahan sekitar 430 perusahaan atau industri yang sektornya sudah diatur dalam Perpres No 40 tahun 2016.

"Di luar itu, kami dari Kemperin juga mengusulkan tambahan perusahaan atau industri sebesar 325 perusahaan atau industri yang sektornya belum masuk dalam perpres tersebut, misalnya sektor kertas, pulp, ban dan sebagainya," kata Agus Gumiwang dalam konferensi persnya yang digelar melalui teleconference, Rabu (18/3/2020).

Pada prinsipnya, tambah Agus Gumiwang, Presiden menyetujui tambahan industri tersebut.

Kemudian Agus Gumiwang mengungkapkan kebutuhan gas pada tahun 2020 sebesar 2.400 MMSCFD. Sementara kebutuhan gas tahun 2021 akan meningkat menjadi 2.600 MMSCFD. Kebutuhan gas pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 3.600 MMSCFD.

"Kami dapat informasi bahwa produksi gas dalam negeri sebesar 7.000 MMSCFD. Jadi kalau kita lihat perbandingannya dari kebutuhan gas industri, sebetulnya pada tahun 2020 ini hanya sepertiga dari produksi gas nasional," ungkap Agus Gumiwang.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

IHSG dan Rupiah Masih Terkoreksi Jelang Penutupan

IHSG terkoreksi 3,39 persen ke kisaran 4.305,48, sementara kurs rupiah berada di level Rp 15.222,5 per dolar AS atau terdepresiasi 50 poin (0,33 persen).

EKONOMI | 18 Maret 2020

Jokowi: Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien

Jokowi menilai ekosistem logistik nasional di Indonesia masih belum efisien. Logistic Performace Index negara Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat 46.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Uang Tunai Berisiko Virus Corona, PermataBank Ajak Masyarakat Beralih ke Transaksi Digital

PermataBank mengajak nasabah untuk lebih aktif dalam memanfaatkan akses aplikasi mobile banking karena uang tunai memiliki risiko penyebaran virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Pelayanan Jasa Perbankan BCA Berjalan Normal

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung imbauan pemerintah dan otoritas terkait pembatasan aktivitas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

EKONOMI | 18 Maret 2020

Wacana Teknologi Satelit Untuk Bayar Tol Perlu Kajian

Pemerintah melibatkan partisipasi publik, seperti layanan konsumen, dan perlindungan konsumen.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Siang Ini, Bursa Asia Dilanda Aksi Jual

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 7,02 poin (0,27 persen) mencapai 2.772.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pelayanan Pelindo II Tetap Berjalan

Pelindo II menjamin operasional dan pelayanan umum kepelabuhanan tetap berjalan, di tengah keprihatinan bersama atas ancaman wabah virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Siang Ini Rupiah Tertekan, Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 15.085-Rp 15.224 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Jeda Siang, IHSG Turun 54 Poin ke 4.402

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 58.865 miliar saham senilai Rp 4,855 triliun.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Operasional BRI Tetap Berjalan Normal

Pekerja yang work from home menjalankan program tersebut secara utuh dengan melakukan self isolation selama 14 hari, dari 17 hingga 31 Maret 2020.

EKONOMI | 18 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS