INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Jokowi: Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien

Rabu, 18 Maret 2020 | 14:26 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai ekosistem logistik nasional di Indonesia masih belum efisien. Hal ini membawa dampak tertinggalnya peringkat logistik nasional dibandingkan negara-negara tertangga.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Logistic Performace Index negara Indonesia di tahun 2018 berada di peringkat 46.

"Kita masih dibawah Singapura di peringkat tujuh, Tiongkok di peringkat 26, Thailand di peringkat 32, Vietnam diperingkat 39, Malaysia di peringkat 41, India di peringkat 44. Sekali lagi negara kita masih di peringkat 46," kata Jokowi saat memimpin ratas melalui teleconference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3/2020).

Tak hanya itu, peringkat Trading Across Borders yang mempengaruhi Ease of Doing Bussiness (EoDB) atau tingkat kemudahan berbisnis dalam dua terakhir ini masih stagnan di peringkat 116. Sementara, pemerintah menargetkan peringkat EoDB pada level 40.

"Masalahnya di mana? Saya melihat masalahnya ada di ekosistem logistik nasional kita yang belum efisien. Baik dari sisi waktu maupun dari sisi biaya," ujar Jokowi.

Padahal, permasalahan ini sudah dibicarakan sejak tiga hingga empat tahun lalu. Namun belum bisa menyelesaikan masalah yang ada di lapangan.

Diungkapkannya, biaya logistik di Indonesia masih tertinggi dibandingkan lima negara di ASEAN lainnya. Biayanya masih 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan Rp 3.560 triliiun.

"Padahal biaya logistik, biaya transportasi merupakan komponen terbesar dan transportasi yang tidak reliable membuat biaya inventori semakin meningkat," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencatat masih banyak keruwetan dari sisi birokrasi, seperti maish banyak pengulangan atau repetisi, duplikasi dan masih kuatnya ego sektoral kementerian atau lembaga sehingga berjalan sendiri-sendiri. Juga belum ada platfrom logisitik dari hulu sampai hilir. Padahal keberadaan platform ini sangat penting untuk membangun sistem yang terintegrasi dengan penerapan teknologi yang baik.

"Saya melihat karena tata ruang logistik yang tidak efisien. Penempatan terminal pelabuhan depo container yang tidak tepat yang justru memperbesar inefesiensi dan pergerakan barang kita. karena itu sekali lagi ekosistem logistik nasional kita harus kita perbaiki, harus kita tata," tegasnya.

Kerena itu, mantan Wali Kota Solo ini menyatakan sudah saatnya Indonesiai memulai membangun sistem logistik yang terpadu dari hulu sampai hilir. Mulai dari kedatangan kapal sampai masuk ke gudang, baik untuk ekspor maupun impor.

"Ini bolak balik saya sampaikan, pangkas birokrasi berbelit. Hapus repetisi duplikasi, sederhanakan proses dan lakukan standarisasi layanan dan standar teknis lainnya," jelas Jokowi.

Diakuinya untuk melakukan hal tersebuttidak mudah, tetapi pemerintah harus berani merancang platform logistik terintegrasi. Mulai dari single submission, single filling, single payment channel, single risk management, single monitoring, sampai sebuah pengambilan keputusan yang otomatis.

"Dan saya tekankan kolaborasi sistem menjadikan platform logistik tunggal, sistem interface dan saling terhubung tanpa harus menghilangkan sistem-sistem yang sudah ada. Saya yakin dengan kerja yang fokus, dengan peta jalan roadmap, program yang jelas dan terukur maka sistem logistik nasional negara kita menjadi lebih efisien. Biaya logistik yang terbuka transparan dan kompetitif, layanan logistik yang menjadi lebih murah dan lebih cepat. Saya kira target kita itu," paparnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uang Tunai Berisiko Virus Corona, PermataBank Ajak Masyarakat Beralih ke Transaksi Digital

PermataBank mengajak nasabah untuk lebih aktif dalam memanfaatkan akses aplikasi mobile banking karena uang tunai memiliki risiko penyebaran virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Pelayanan Jasa Perbankan BCA Berjalan Normal

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung imbauan pemerintah dan otoritas terkait pembatasan aktivitas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

EKONOMI | 18 Maret 2020

Wacana Teknologi Satelit Untuk Bayar Tol Perlu Kajian

Pemerintah melibatkan partisipasi publik, seperti layanan konsumen, dan perlindungan konsumen.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Siang Ini, Bursa Asia Dilanda Aksi Jual

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 7,02 poin (0,27 persen) mencapai 2.772.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pelayanan Pelindo II Tetap Berjalan

Pelindo II menjamin operasional dan pelayanan umum kepelabuhanan tetap berjalan, di tengah keprihatinan bersama atas ancaman wabah virus corona.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Siang Ini Rupiah Tertekan, Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 15.085-Rp 15.224 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Jeda Siang, IHSG Turun 54 Poin ke 4.402

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 58.865 miliar saham senilai Rp 4,855 triliun.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Operasional BRI Tetap Berjalan Normal

Pekerja yang work from home menjalankan program tersebut secara utuh dengan melakukan self isolation selama 14 hari, dari 17 hingga 31 Maret 2020.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Minyak Dunia Anjlok, Jokowi Kaji Penurunan Harga BBM

Saat ini harga minyak dunia turun higga ke level US$ 30 per barel.

EKONOMI | 18 Maret 2020

Jokowi Minta Industri yang Nikmati Penurunan Harga Gas Diverifikasi

Industri yang diberikan insentif betul-betul diverifikasi dan dievaluasi.

EKONOMI | 18 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS