Presiden Ajak Warga Bijak Gunakan Uang Bantuan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Presiden Ajak Warga Bijak Gunakan Uang Bantuan

Rabu, 29 Januari 2020 | 22:35 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Cimahi, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I Tahun 2020 di Lapangan Rajawali, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020).

Dalam sambutannya, Presiden mengajak para keluarga penerima untuk menggunakan uang bantuan tersebut dengan bijak, terutama untuk membantu meningkatkan taraf hidup dan kesehatan keluarga dan anak-anak.

"Uang PKH boleh untuk membayar sekolah, beli buku, beli tas sekolah serta beli sepatu sekolah. Tidak boleh untuk beli pulsa, hati-hati. Bisa digunakan untuk membeli lauk pauk seperti daging, sayur maupun buah. Itu sudah jadi gizi baik bagi anak-anak kita," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, gizi bagi anak sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasannya, apalagi di era persaingan seperti saat ini. Jika anak-anak sehat, lanjutnya, maka akan lebih mudah untuk meningkatkan kecerdasannya.

"Kalau anak-anak kita gizinya baik, dia pasti akan sehat. Kalau dia sehat, sekolahnya juga pintar. Kalau kena stunting, sulit kita meningkatkan pendidikan pada anak-anak kita,” ujar Jokowi.

Selain untuk membantu kesejahteraan dan kesehatan keluarga, lanjut Jokowi, masyarakat juga bisa menggunakan sebagian bantuan PKH untuk membuka usaha dalam rangka menambah penghasilan keluarga. Karena itu, ia berharap, nantinya para penerima manfaat PKH ini bisa mandiri dan sejahtera.

"Kalau usaha dengan modal PKH berhasil, modalnya kurang, kita akan alihkan ke KUR. Atau nanti akan kita dampingi dengan yang namanya Mekaar atau UMi. Sehingga kita akan bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga kita,” terang Jokowi.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyampaikan, hingga 17 Januari 2020, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan sosial PKH senilai Rp 7 triliun atau 24 persen dari total anggaran PKH Tahun 2020 sebesar Rp 29,3 triliun.

Pada tahun 2020, lanjut Juliari Peter, kebijakan PKH diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan dan nutrisi keluarga yang diharapkan dapat mendukung program nasional pencegahan stunting. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam visi dan misi pemerintah pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024.

"Untuk itu Kementerian Sosial telah melakukan perbaikan kualitas program dan memasukkan kegiatan terkait pencegahan stunting melalui PKH, serta menyesuaikan kebijakan melalui peningkatan indeks bansos," kata Juliari Peter.

Penyesuaian kebijakan tersebut berupa kenaikan indeks yang terdapat pada kategori ibu hamil dan anak usia dini. Sebelumnya, kedua masyarakat dalam kategori tersebut masing-masing menerima Rp 2,4 juta, dan kini meningkat menjadi Rp 3 juta.

Sedangkan, indeks bantuan untuk komponen yang lain masih tetap, yakni komponen pendidikan anak SD/sederajat Rp 900.000 per tahun, komponen pendidikan anak SMP/sederajat Rp 1,5 juta per tahun, komponen pendidikan anak SMA/sederajat Rp 2 juta per tahun, komponen penyandang disabilitas berat Rp 2,4 juta per tahun, dan komponen lanjut usia 70 tahun ke atas senilai Rp 2,4 juta per tahun.

Total bantuan PKH Tahap I yang disalurkan hari ini sebesar Rp 172 miliar untuk Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 keluarga penerima manfaat (KPM), terdiri atas Kota Cimahi (1.200 KPM), Kota Bandung (500 KPM), Kabupaten Bandung Barat (500 KPM), dan Kabupaten Bandung (300 KPM).

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Angkie Yudistia, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Arebi Jatim Dorong Broker Garap Lelang Properti

Produk properti di secondary market banyak ditransaksikan melalui lelang karena dinilai lebih menguntungkan.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Kemnaker: Malaysia Deportasi TKI Karena Ilegal

TKI diusir dari Malaysia hal biasa.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Waspada Virus Corona, Mendag Batasi Impor Dari Tiongkok

Menurut Agus, pemerintah mengawasi ketat dan akan menseleksi barang impor dari Tiongkok.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Pemerintah Turunkan Target Angka Kunjungan Wisman

Pemerintah melalui Kemparekraf menetapkan target angka kunjungan wisatawan mancanegara di angka 17,3 juta, turun dari target sebelumnya 20 juta kunjungan.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Sri Mulyani Puji Strategi BRI Kembangkan UMKM

BRI yang memiliki daya jangkau luas ke masyarakat ikut membantu pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Apkasi Diminta Kerja Sama Gapensi Bangun Daerah

Pemerintah Kabupaten diajak kerja sama Gapensi.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Aplikasi HiPajak Targetkan Satu Juta SPT Baru

Melalui aplikasi HiPajak, seluruh proses pengurusan pajak akan dipermudah.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Asia Pacific Fibers Gandeng Produsen Serat Eropa

Kerja sama dengan Advansa memungkinkan peningkatan kapabilitas produk Asia Pacific Fibers.

EKONOMI | 29 Januari 2020

AirNav Operasikan Rute Domestik Berbasis Satelit

Rute domestik berbasis satelit akan menghubungkan empat bandara besar di Indonesia.

EKONOMI | 29 Januari 2020

Koperasi RI Jajaki Kerja Sama Bank Pertanian Korsel

NACF adalah raksasa koperasi pertanian Korea yang merupakan pemilik Bank Nong Hyup (NH Bank), bank terbesar di Korea Selatan.

EKONOMI | 29 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS