Megastimulus UE Berpotensi Munculkan Perang Dagang dengan AS
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Megastimulus UE Berpotensi Munculkan Perang Dagang dengan AS

Jumat, 19 Juni 2020 | 16:40 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Brussels, Beritasatu.com - Hari ini, 27 anggota Uni Eropa mengadakan pertemuan negosiasi rencana stimulus 750 miliar euro atau sekitar Rp 11.975 triliun untuk mengatasi dampak Covid-19.

Masih terdapat beberapa poin yang harus disepakati dari stimulus ini, seperti siapa yang berhak mendapatkan stimulus dan apakah akan disalurkan dalam bentuk hibah atau pinjaman. Jika disalurkan dalam bentuk pinjaman, bagaimana cara membayar kembali pinjaman tersebut dan apa syarat-syarat untuk menerima dana.

Baca juga: UE Beri Pinjaman Rp 12.200 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi

Dalam artikel Financial Times, empat pemimpin dari Austria, Belanda, Swedia, dan Denmark mengeluarkan pernyataan bersama bahwa dana harus diberikan kepada yang berhak dan harus dibayar kembali. Keempat negara ini paling vokal menyuarakan penolakan memberikan sebagian besar stimulus dalam bentuk hibah.

Komisi Eropa memperkirakan pertumbuhan ekonomi zona Eropa akan terkontraksi hingga 7,4 persen pada 2020.

Sejumlah kalangan menilai pertemuan hari ini tidak akan menghasilkan kesepakatan tetapi tetap memberikan jalan untuk menjembatani perbedaan prinsip yang dapat membuahkan kesepakatan di kemudian hari. Presiden Dewan Eropa Charles Michel, yang juga pemimpin negosiasi, mengaku butuh waktu berminggu-minggu untuk mencapai kesepakatan.

"Tujuan akhir kami adalah mencapai kesepakatan secepat mungkin. Masih banyak yang harus dibicarakan sebelum mencapai kesepakatan. Kami harus bekerja keras dalam beberapa hari dan minggu-minggu ke depan," kata dia.

Seorang sumber pejabat mengatakan kepada CNBC bahwa diperlukan pertemuan tatap muka untuk mencapai kesepakatan. Pemimpin-pemimpin Eropa belum mengadakan pertemuan tatap muka sejak Februari lalu.

Perang Dagang AS-Eropa?
Komisi Eropa menawarkan pajak digital internasional atau menarik pajak dari perusahaan teknologi yang beroperasi secara internasional untuk mendanai pelunasan pinjaman stimulus. Namun, hal ini sulit terealisasi karena berpotensi menyebabkan perang dagang dengan AS.

Di benua seberang, Amerika Serikat menolak rencana itu. AS menilai pajak itu secara spesifik mengincar perusahaan-perusahaan teknologi AS. Gedung Putih mengatakan akan membalas negara yang menerapkan pajak digital dengan menerapkan bea impor. Ibarat memakan buah simalakama, UE harus memilih untuk menarik pajak digital demi mendanai stimulus atau memulai perang dagang dengan AS.



Sumber:CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Luncurkan Buku tentang Memoar Gedung Putih, Bolton Tuai Banyak Kritikan

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, menuai banyak kritikan pascameluncurkan buku yang membahas tentang memoar Gedung Putih.

DUNIA | 19 Juni 2020

Tiongkok Tak Berniat Intervensi Pilpres AS

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan tak memiliki niat untuk ikut campur atau melakukan intervensi terhadap Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pascaserangan Korut, Juru Runding Nuklir Korsel Berkunjung ke Gedung Putih

Juru runcing nuklir Korea Selatan (Korsel), Lee Do-hoon, dilaporkan berkunjung ke Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (18/6/2020).

DUNIA | 19 Juni 2020

Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapatkan peringatan dari Twitter karena mengunggah video editan tentang rasisme di AS.

DUNIA | 19 Juni 2020

India, Meksiko, Norwegia, dan Irlandia Menangi Kursi DK PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rabu (17/6), memilih empat anggota tidak tetap baru di Dewan Keamanan PBB periode 2021-2022.

DUNIA | 19 Juni 2020

Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat

Pompeo disebut Bolton pernah diam-diam menghujat Presiden Trump.

DUNIA | 19 Juni 2020

Tiongkok Bebaskan 10 Tentara India Pasca-Pertempuran di Himalaya

Pembebasan ini dilakukan setelah dilakukan sejumlah putaran pembicaraan kedua pihak dalam upaya meredakan ketegangan menyusul pertempuran sengit awal pekan ini.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pakar Kesehatan Tiongkok Sebut Covid-19 di Beijing Terkendali

Kemungkinan akan ditemukan kasus baru dalam beberapa hari mendatang, selama proses pengujian, namun bukan transmisi baru.

DUNIA | 19 Juni 2020

Di Dewan HAM, Indonesia Desak Tindakan Tegas atas Kekerasan Rasial

Dalam "urgent debate" di Dewan HAM PBB, Indonesia mendesak adanya tindakan tegas atas kekerasan rasial.

DUNIA | 18 Juni 2020

3.000 Anak Alami Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Prancis

Lebih dari 3.000 anak telah mengalami pelecehan seksual di Gereja Katolik Prancis sejak 1950.

DUNIA | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS