Jakpro Tegaskan Siap Selenggarakan Formula E

Jakpro Tegaskan Siap Selenggarakan Formula E
Formula E ( Foto: Bosch )
Lenny Tristia Tambun / FER Sabtu, 17 Agustus 2019 | 19:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan siap ditunjuk menjadi penyelenggara Formula E di Jakarta pada bulan Juni 2020 mendatang.

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, penyelenggaraan Formula E diputuskan digelar di bulan Juni, karena pada bulan tersebut bersamaan dengan kegiatan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang selalu digelar pada pertengahan tahun setiap tahunnya. Tidak hanya itu, bulan Juni juga bertepatan dengan bulan libur sekolah. Sehingga diprediksikan, penyelenggaraan ajang balap mobil listrik ini akan menarik minat wisatawan, baik dari mancanegara maupun domestik untuk datang ke Jakarta.

"Kenapa dipilih bulan Juni karena bersamaan dengan Jakarta Fair. Nanti di sana (Jakarta Fair) akan ada penandatanganan bussines to bussines (antar bisnis) untuk penggunaan mobil listrik dengan pihak TransJakarta," kata Dwi Wahyu Daryoto kepada Beritasatu.com, Sabtu (17/8/2019).

Tidak hanya itu, di bulan tersebut, PT Jakpro dapat menggelar side event (even tambahan) yang bersifat internasional maupun nasional. Diantaranya, konferensi internasional tentang energi terbarukan. Lalu, International Marathon dan Internatinal Bike Track Championship di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. Atau bisa saja menyelenggarakan parade mobil listrik sebelum Formula E dimulai. Apalagi saat ini sudah dikeluarkan peraturan presiden tentang mobil listrik.

"Menyelengarakan even-event tambahan bersifat internasional diizinkan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA). Selama tidak berhubungan langsung dengan otomotif. Justru mereka (FIA) support. Jadi dengan adanya banyak kegiatan side event ini, bisa berdampak kepada perekonomian Jakarta,” ujar Dwi Wahyu Daryoto.

Menurutnya, side eveni sebelum kegiatan utama dilakukan adalah hal yang wajar. Seperti penyelenggaraan Formula 1, juga selalu ada side event sebelum kegiatan itu dilakukan. Justru side event ini lebih mendatangkan keuntungan daripada kegiatan utamanya.

"Yang jelas di even manapun, juga di Formula 1, Motor GP, enggak ada yang untung dari even utama. Mereka yang untung dari side evet,” tutur Dwi Wahyu Daryoto.

Dwi Wahyu Daryoto meyakini, ajang balap mobil ini akan mendorong perekonomian Indonesia, khususnya Jakarta. Sebab, biasanya setiap tim balap akan memboyong sekitar 100 anggotanya demi kelancaran perlombaan.

Sementara yang diundang dalam kegiatan ini ada sekitar 10 tim. Artinya, jelas Dwi Wahyu Daryoto, akan ada sekitar 1.000 warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia. Kedatangan mereka tidak hanya menyaksikan perlombaan saja, tapi mereka bisa berbelanja dan menginap di Ibu Kota sehingga perekonomian DKI meningkat.

"Nanti kami akan gandeng dari teman-teman Jakarta Tourism dan Asosiasi Perhotelan karena dampaknya bukan dari penjualan karcis yang menonton, tapi dari orang yang datang dan belanja di Jakarta,” terang Dwi Wahyu Daryoto.



Sumber: BeritaSatu.com